Rechercher dans ce blog

Monday, August 28, 2023

Suzzanna Malam Jumat Kliwon Tembus 2 Juta Penonton, Jadi Film Indonesia Terlaris Ketiga 2023 - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Film Suzzanna Malam Jumat Kliwon resmi tembus 2 juta penonton. Kabar ini dikonfirmasi rumah produksi Soraya Intercine Film di akun Twitter terverifikasinya, Minggu (26/8/2023).

Angka ini diraih Suzzanna Malam Jumat Kliwon setelah 24 hari tayang di bioskop. Pencapaian 2 juta penonton menempatkan Luna Maya dan kawan-kawan di tiga besar daftar film Indonesia terlaris 2023.

Terima kasih untuk 2,048,813 penonton di hari ke 24 Suzzanna Malam Jumat Kliwon tayang,” demikian pihak Soraya Intercine Film mengabarkan di medsos, kemarin.

Luna Maya ikut mengabarkan pada hari yang sama, dengan menulis, “2 juta+ penonton udah diketawain mbak Suzz dari atas pohon."

2 dari 4 halaman

Juaranya Masih Sewu Dino

Dalam catatan Showbiz Liputan6.com, daftar film Indonesia terlaris 2023 masih dipimpin film Sewu Dino produksi MD Pictures yang membukukan 4,8 jutaan penonton.

Film yang dibintangi Mikha Tambayong dan Rio Dewanto ini sejak awal diprediksi bakal mencetak box office. Selain ceritanya telah viral di medsos, Sewu Dino dirilis pada libur Lebaran 2023.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Waktu Maghrib Peringkat Kedua

Peringkat kedua dihuni Waktu Maghrib karya sineas Sidharta Tata. Dirilis pada 9 Februari 2023, film yang dibintangi Aulia Sarah, Ali Fikry, dan Bima Sena meraih 2,4 juta penonton.

Waktu Maghrib dianggap kuda hitam setelah mengumpulkan lebih dari 60 ribu penonton pada hari pertama penayangan. Sejak itu, lajunya di bioskop makin tak terbendung.

4 dari 4 halaman

Hari Pertama, 193 Ribuan

Suzzanna Malam Jumat Kliwon menjadi salah satu film horor lokal yang paling diantisipasi tahun ini. Sinyal sukses film ini sudah terasa sejak hari pertama penayangan, 3 Agustus 2023.

Pada hari itu, Suzzanna Malam Jumat Kliwon mendatangkan 193 ribuan penonton. Sejak itu, film yang juga jadi comeback mantan bom seks Sally Marcelina ini menggila di layar lebar.

Adblock test (Why?)


Suzzanna Malam Jumat Kliwon Tembus 2 Juta Penonton, Jadi Film Indonesia Terlaris Ketiga 2023 - Liputan6.com
Kelanjutan Disini Klik

Sinopsis Film Ip Man 3, Suguhkan Aksi Donnie Yen Lawan Mike Tyson, Tayang di Trans TV - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content]

Sinopsis Film Ip Man 3, Suguhkan Aksi Donnie Yen Lawan Mike Tyson, Tayang di Trans TV  Tribun-Video.com
Sinopsis Film Ip Man 3, Suguhkan Aksi Donnie Yen Lawan Mike Tyson, Tayang di Trans TV - Tribun-Video.com
Kelanjutan Disini Klik

Ernest Prakasa Bicara soal Film Baru dan Budaya Kerja di Industri Kreatif - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Ernest Prakasa menjadi salah satu bintang tamu dalam diskusi Gaspol! Kompas.com bertajuk "Terjang Penghalang Ciptakan Peluang" di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (27/8/2023).

Dalam kesempatan itu, Ernest bicara soal film barunya, Agak Laen hingga budaya kerja di industri kreatif Indonesia. Berikut rangkuman Kompas.com.

Siap garap film Agak Laen

Ernest mengungkap rencananya untuk memproduksi film Agak Laen. Film itu berawal dari obrolan kecil podcast Agak Laen yang digawangi Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga.

"Agak Laen itu kuartet yang sangat kuat, dicintai netizen dan youtube-nya selalu marak dan mereka memang gokil banget," kata Ernest.

Baca juga: Soal Pekerja Film, Ernest Prakasa: Mending Skill Biasa Saja, tetapi Attitude Bagus

Ernest menerima tantangan dari para komedian asal Batak tersebut karena melihat potensi besar di balik podcast Agak Laen.

"Jadi ketika ditantang mereka bikin film, ini sebuah challenge yang menarik, karena grup lawak, remind me about grup lawak 90an seperti Bagito, Warkop, jadi ada spirit itu," jelas Ernest.

"Aku tumbuh besar dengan menyaksikan grup lawak kayak gitu. Jadi buatku Agak Laen punya potensi luar biasa sebagai salah satu grup komedi Indonesia saat ini yang digandrungi dan menarik apabila diadaptasi ke layar lebar," lanjutnya.

Proses syuting siap dilakukan Ernest dan kawan-kawan pada September mendatang.

Budaya kerja di dunia film, antara skill dan attitude

Di balik kesuksesan produksi filmnya, Ernest ternyata punya pertimbangan sendiri dalam memilih orang-orang yang mau bekerja dengannya.

Ernest mengaku kerap mengutamakan atittude seseorang.

"Film itu sangat kolaboratif sekali, padat karya. Orang berkumpul, sangat rentan dengan ego. Jadi soft skill, atittude, kasarnya gue mending skill biasa saja tapi atittude bagus. Daripada skill luar biasa tapi dia no atittude," jelas Ernest.

"Karena agar bisa bekerja nyaman. Jadi gue bilang, kadang kita harus kerja dengan orang yang bikin nyaman. Percuma orang very skill tapi rese, itu percuma," lanjutnya.

Baca juga: Pesan untuk Freshgraduate, Ernest Prakasa: Jangan Pernah Takut Bikin Salah

Pesan untuk sarjana baru

Ernest Prakasa mengatakan, pola kerja dan attitude itu bisa dimulai sejak seseorang baru lulus kuliah dan hendak terjun ke lapangan kerja.

Ada banyak hal yang bisa dijelajahi ketika masih freshgraduate.

"Buat kalian, take your time. Enggak usah buru-buru, terus mencoba, kamu bisa gagal, bisa belajar. Pelajari sesuatu, berproses pelan-pelan," ucap Ernest.

Baca juga: Ernest Prakasa Ungkap Rencana Garap Film Agak Laen, Berawal dari Podcast

"Freshgraduate itu usia yang it's okay to make mistake. Masih panjang perjalananmu. Jadi cobalah berbagai macam hal. Cari hal yang kamu sukai. Karena cari kerjaan yang kamu kurang enjoy aku rasa cuma jadi beban sangat stresfull. Tekuni, semoga jadi bagus di situ," lanjut Ernest.

Suami dari Meira Anastasia itu menambahkan, rezeki akan datang dengan sendirinya, seiringan dengan prestasi.

"Mungkin kalau soal karier, uang itu konsekuensi dari prestasi. Semakin berprestasi, uang datang sendiri. Prestasi datang dari sesuatu yang kita suka," tutup Ernest.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Ernest Prakasa Bicara soal Film Baru dan Budaya Kerja di Industri Kreatif - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Sunday, August 27, 2023

Film "Susuk: Kutukan Kecantikan" Siap Tayang Mulai 31 Agustus 2023 | Republika Online Mobile - Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film horor “Susuk: Kutukan Kecantikan” produksi dari Visinema Pictures dengan Legacy Pictures dan Visionari Capital Film Fund akan segera tayang di bioskop mulai 31 Agustus 2023 dan akan membawa pesan menarik tentang masalah kegelisahan yang dialami perempuan.

“Ketika kita ngobrol bareng tim tentang susuk, ada hal yang mewakili perasaanku, terutama banyak perempuan di luar sana merasa insecure (gelisah) dengan penampilannya,” kata produser film “Susuk: Kutukan Kecantikan” Novi Hanabi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang menggunakan cara instan agar tampil lebih baik, salah satunya dengan susuk. Fenomena itu pun akhirnya diangkat sebagai premis cerita dalam film “Susuk: Kutukan Kecantikan” garapan Novi tersebut.

Sepakat dengan Novi, produser eksekutif film “Susuk: Kutukan Kecantikan” Angga Dwimas Sasongko mengatakan film tersebut tidak hanya menghadirkan cerita horor, tetapi, juga perlakuan spesial yang membuat film tersebut berbeda dari film horor lainnya.

 

“Bukan cuma horor, tetapi lengkap dengan teror dan sentuhan gore (berdarah-darah) di dalamnya,” kata Angga.

Salah seorang pemeran utama film, yakni Hana Malasan sempat mengunjungi daerah lokalisasi untuk mendalami karakternya di film sebagai Laras. Laras dikisahkan sebagai wanita yang dekat dengan dunia malam sehingga Hana pun melakukan riset khusus untuk memerankannya.

Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” dibintangi oleh Hana Malasan, Ersya Aurelia, dan Jourdy Pranata. Film tersebut mengangkat cerita tentang Laras (Hana Malasan) yang ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai PSK dan memperbaiki hubungannya dengan sang adik, Ayu (Ersya Aurelia).

Namun, sebuah kecelakaan membuat Laras ditolak oleh kematian dan terus terjebak dalam sakaratul maut. Tubuh Laras terus hidup, tetapi, badannya mulai membusuk seperti mayat.

Bersama dengan Arman (Jourdy Pranata), Ayu pun mencari cara untuk menyembuhkan Laras. Dengan mendatangi kepala desa bernama Damar (Whani Dharmawan), pemuka agama Ustad Rahmat (M.N. Qomaruddin), dan bantuan seorang dukun bernama Prasetyo (Muhammad Khan).

Sayangnya, susuk di tubuh Laras bukanlah susuk biasa karena seiring membusuknya tubuh Laras, hal tersebut menciptakan teror bagi Ayu, Arman, dan warga desa lainnya.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Film "Susuk: Kutukan Kecantikan" Siap Tayang Mulai 31 Agustus 2023 | Republika Online Mobile - Republika Online
Kelanjutan Disini Klik

5 Fakta Unik Selama Pembuatan Film Susuk: Kutukan Kecantikan, Termasuk Syuting di Gunungkidul yang Terasa Betulan Horornya - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Pada hari Jumat (25/08/2023), konferensi pers dan juga screening Film Susuk: Kutukan Kecantikan digelar di Epicentrum XXI, Jakarta.

Film horor ini berceritakan tentang seorang wanita bernama Laras yang menggunakan susuk dan memiliki pekerjaan sebagai PSK. Ia mengalami kecelakaan dan membuatnya dihantui sakaratul maut. Pasalnya tubuhnya tetap hidup, namun badannya semakin membusuk seperti mayat karena susuk yang tertanam di dalam wajahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Angga Dwimas Sasongko, Elang El Gibran, Ersya Aurelia, Ginanti Rona, Hana Malasan, Husein M. Atmodjo, Jourdy Pranata, Muhammad Khan, dan Ridla An-Noor.

Dalam momen ini, para pemain dan sang sineas menceritakan sejumlah cerita dan pengalaman selama pembuatan film tersebut berlangsung. Ragam kisah ini kemudian kami kemas dalam lima fakta unik berikut ini. Yuk kita simak!

2 dari 6 halaman

1. Terornya dari Tubuh Manusia

Angga Dwimas Sasongko, selaku pendiri dan CEO dari rumah produksi Visinema Pictures mengatakan bahwa film Susuk: Kutukan Kecantikan merupakan film horor dengan konsep yang fresh.

"Film Susuk: Kutukan Kecantikan merupakan film horor dengan konsep yang fresh karena terornya datang dari tubuh manusia itu sendiri, tidak seperti film horor lain yang biasanya teror tersebut berasal dari suatu tempat," ujarnya. Ia juga berharap film ini dapat menjadi visualisasi film horor yang akan datang dari rumah produksinya.

Tidak hanya itu, Ginanti Rona selaku sutradara juga menambahkan bahwa dalam film ini mereka mencoba mencari angle lain dari pengguna susuk.

3 dari 6 halaman

2. Para Pemain Pilihan Pertama

Ridla An-Noor sebagai seorang produser mengatakan bahwa film Susuk: Kutukan Kecantikan merupakan film horor pertamanya karena ia biasa terlibat dalam film drama. Oleh karena itu, sebagai produser ia merasa harus belajar lebih banyak lagi.

Apalagi film ini juga harus melibatkan action yang memberikan tantangan cukup berat bagi para pemain dengan persiapan kurang lebih selama tiga bulan, termasuk proses penulisan, latihan, dan lainnya.

"Pemilihan pemain dalam film ini ketika menulis cerita bersama dengan Monji, Novi, Gita, dan co-producer, kami sudah memilih pilihan pertama yang mana sekarang berkumpul dengan kita semua di sini sejak awal. Jadi alhamdulillah nya ketika kami membahas skenario dengan para pemain yang sekarang, tawarannya langsung diterima," ucapnya.

4 dari 6 halaman

3. Syuting di Gunungkidul, Yogyakarta

Untuk melengkapi atmosfer horor, film Susuk: Kutukan Kecantikan juga mengambil lokasi syuting di Gunungkidul, Yogyakarta. Tentunya dengan pemilihan set lokasi yang menyeramkan, seperti hutan, kuburan, dan berbagai lokasi menyeramkan lainnya.

Jourdy Pranata dalam Press Conference (25/08/2023) mengatakan situasi dialami selama proses syuting terkait tempat yang digunakan untuk syuting.

Ia mengatakan, "Di film horor Susuk ini tuh emang lokasinya ternyata beneran horor, dan itu ngefek ke cara kita bermain. Karena di sekitar rumahnya Ayu, ternyata Elang baru kasih tahu kalau itu adalah lokasi yang sangat populer dengan banyak yang bunuh diri. Terus juga adegan kuburan di ending film itu beneran sakral buat tempat orang taruh pesugihan."

5 dari 6 halaman

4. Riset Hana Malasan soal Dunia Malam

Demi dapat melakukan akting yang maksimal dan mendalami peran pertamanya dalam film horor, Hana Malasan melakukan riset ke beberapa lokasi. Termasuk agar ia merasa dekat dengan karakternya--Laras--yang berkaitan dengan dunia malam.

"Untuk memerankan Laras, aku mencoba riset dan datang ke lokalisasi, berbicara dengan pelakor, hal ini aku lakukan supaya aku bisa tahu dunia yang ada di sekitar mereka. Kemudian, tantangan juga bagaimana menjadi Laras yang mengalami transformasi menjadi sosok yang mengerikan," kata Hana.

Selain itu, ia juga sempat datang ke tempat orang melepas susuk, dan beberapa adegan yang ada dalam telah berdasarkan pada riset yang dilakukan sebelum syuting.

6 dari 6 halaman

5. Jourdy Pranata Belajar Logat Melayu

Dalam film Susuk: Kutukan Kecantikan, Jourdy Pranata menantang dirinya sendiri dengan menggunakan logat baru sebagai Arman. Ia merasa karakter Arman sangat menarik untuk berbicara dengan logat tertentu yang sebelumnya telah didiskusikan perihal latar belakang Arman dan lain-lain.

"Itu sebenernya logat Sumatera. Karena aku ngambil yang dekat sama aku, lebih tepatnya Riau. Jadi aku memberanikan diri memakai logat itu yang dibimbing sama Mba Gita dan Mas Monji," tuturnya.

Adblock test (Why?)


5 Fakta Unik Selama Pembuatan Film Susuk: Kutukan Kecantikan, Termasuk Syuting di Gunungkidul yang Terasa Betulan Horornya - Liputan6.com
Kelanjutan Disini Klik

Review Film: Antikalpa - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Antikalpa sesungguhnya memiliki potensi menjadi film horor yang mengerikan. Adegan kesurupan, ritual dengan segala mantra, aksi-aksi brutal ada dalam film ini, tapi sayangnya semua digarap secara nanggung.

Unsur-unsur tersebut tak membuat penonton takut apalagi terkejut di tengah jalan cerita yang begitu klise. Alih-alih ngeri, penonton sepertinya malah jadi bingung karena banyak hal yang tiba-tiba ditampilkan tanpa backstory.

Antikalpa mengisahkan beberapa permasalahan yang sesungguhnya saling terhubung. Semua bermula ketika seorang ibu begitu kalut karena kehilangan anak bayinya. Hal itu membuatnya menghalalkan segala cara supaya anaknya hidup lagi.

Kondisi itu kemudian memicu banyak masalah lainnya, seperti keponakan yang tiba-tiba menuding dirinya sendiri sebagai pembawa sial, termasuk kisah cinta remaja laki-laki yang tak ingin perempuan yang ia sukai menderita.

Seandainya saja semua hal itu diceritakan dengan rapi dan ada penjelasan di balik penyebab masalahnya, penonton mungkin bisa merasakan horor atau bahkan terhubung dengan kisah dari karakter-karakter tersebut.

[Gambas:Video CNN]


Dalam 94 menit, Antikalpa seperti sibuk sendiri dengan adegan-adegan yang mungkin diyakini bisa membuat bulu kuduk penonton berdiri atau merasa ngeri melihatnya.

Memang, ada adegan-adegan yang terasa begitu sadis, tapi pada akhirnya tak begitu berarti karena nihil penjelasan di balik itu semua.

Lanjut ke sebelah...


Adblock test (Why?)


Review Film: Antikalpa - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Resensi Film Talk To Me: Mencekam Sejak Menit Awal, Fokus pada Dampak Bukan Obral Penampakan - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Talk To Me ramai dibahas pencinta sinema pekan ini. Di balik film ini ada A24, yang menang hak untuk mendistribusikannya ke AS, dalam “perang” tawar menawar usai tayang perdana di Festival Film Sundance 2023.

Beberapa tahun terakhir, nama A24 menyita perhatian dunia. Awal tahun ini, A24 sukses mengantar Everything Everywhere All At One meraih 7 Piala Oscar termasuk Sutradara dan Film Terbaik.

Studio yang sama juga membuka pintu kemenangan bagi Brendan Fraser meraih Piala Oscar Pemeran Utama Pria Terbaik berkat The Whale. Film Talk To Me kebanjiran pujian dari pencinta maupun kritikus film.

Rahasianya terletak pada naskah yang sejak awal mengondisikan penonton deg-degan. Telah tayang di bioskop Tanah Air sejak Rabu (23/8/2023), inilah resensi film Talk To Me yang viral beberapa hari terakhir.

2 dari 7 halaman

Kala Mia Dirundung Duka

Talk To Me mengisahkan Mia (Sophia Wilde) yang dirundung duka setelah ibunya, Rhea (Alexandria Steffensen) meninggal dunia. Sejak itu, hubungan Mia dengan sang ayah, Max (Marcus Johnson) renggang.

Mengusir sepi, Mia mendekat ke keluarga Sue (Miranda Otto), single mom yang membesarkan dua anak yakni, Jade (Alexandra Jansen) dan Rilley (Joe Bird). Suatu hari, Jade, Rilley, dan Mia datang ke pesta kecil-kecilan.

Di sana, ada Hayley (Zoe Terakes) dan Joss (Chris Alosio) yang membawa sepotong tangan misterius untuk mainan. Cara mainnya simpel, jabat tangan tersebut dan bilang, “Talk to me,” maka akan terasa energi gaib. Setelahnya ucapkan, “I let you in.”

Maka, orang ini akan kerasukan roh. Tangan tersebut medium untuk mengundang lelembut. Riley berkukuh ingin coba permainan ini. Tak disangka, ia kerasukan roh Rhea. Setelahnya, Riley membentur-benturkan kepalanya sendiri di meja hingga berlumur darah.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 7 halaman

Sebenarnya Bukan Ide Baru

Ide cerita Talk To Me sebenarnya tidak baru. Menggunakan alat untuk mengundang roh halus mengingatkan kita pada Ouija dan Bloody Mary. Versi kearifan lokal ada jelangkung dengan jargon: datang tak dijemput, pulang tak diantar. Lantas apa yang membuat Talk To Me istimewa?

Teknik bertuturnya sejak awal ganjil. Kemasannya kekinian. Penonton bisa merasakan ada yang salah dari salah satu karakternya. Menit awal kita mengenal Duckett (Sunny Johnson) yang dianggap rasa sedeng.

4 dari 7 halaman

Performa Sophia Wilde

Lalu, cerita melompat ke Mia dan dukanya. Mia dibawakan dengan apik oleh Sophie Wilde. Ia mengundang empati penonton meski kadang menyebalkan. Ada fase di mana ia tampak easy going alias santai, sok asyik, namun kita bisa merasakan duka mengambang di matanya.

Dengan presentasi semeyakinkan ini, Sophia Wilde berhasil mengondisikan penonton “memiliki” Mia dan terus waswas dengan kegilaan yang mungkin saja terjadi di tengah jalan. Talk To Me juga terasa dekat karena horor ini anak muda banget.

5 dari 7 halaman

Seberapa Buruk Dampaknya?

Artefak sepotong tangan “dibenturkan” dengan anak-anak muda yang belakangan gila konten. Mereka merasa memahami aturan bermain sepotong tangan, mengukur dampak dengan durasi, dan cara melepaskan diri dari pengaruh lelembut yang seolah gampang banget.

Yang tak mereka sadari adalah seberapa buruk dampaknya jika ada sabotase dari para arwah atau terjadi insiden pelanggaran durasi permainan. Celah kecil inilah yang digali dengan visual mengerikan plus ritme cerita sat-set.

6 dari 7 halaman

Ke Mana Kegilaan Ini Berlabuh?

Saat horor lain mengandalkan dentuman musik dan repetisi penampakan, Talk To Me fokus pada dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran aturan main dan kondisi korban. Lebih jauh, ia menggambarkan efeknya terhadap keluarga (inti) korban.

Di sinilah, kita sebagai penonton dikunci dan dipaksa mengikuti ke mana kegilaan ini akan berlabuh. Penampakan jarang muncul. Dampaklah yang memantik kengerian apalagi, pilar dramanya adalah keluarga. Jadilah Talk To Me makin dekat dengan audiensnya.

7 dari 7 halaman

Uji Nyali Adegan Kamar Mandi

Dengan durasi ringkas, Talk To Me berhasil menembakkan peluru kengerian. Naskah film ini menyadarkan kita bahwa manusia yang kehilangan pegangan lalu nekat menerobos norma lebih seram daripada setan itu sendiri.

Momen Rilley dimandikan di toilet kamar rumah sakit adalah uji nyali menyebalkan. Yang nyalinya ciut atau “malas” lihat darah, siap-siap tutup muka. Mudah saja untuk bilang, karya sineas Danny Philippou dan Michael Philippou ini salah satu horor terbaik di 2023.

Pemain: Sophie Wilde, Alexandra Jensen, Joe Bird, Miranda Otto, Zoe Terakes, Marcus Johnson, Chris Alosio, Alexandria Steffensen

Produser: Samantha Jennings, Kristina Ceyton

Sutradara: Danny Philippou, Michael Philippou

Penulis: Danny Philippou, Bill Hinzman

Produksi: Screen Australia, South Australian Film Corporation, Adelaide Film Festival

Durasi: 1 jam, 35 menit

Adblock test (Why?)


Resensi Film Talk To Me: Mencekam Sejak Menit Awal, Fokus pada Dampak Bukan Obral Penampakan - Liputan6.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...