Rechercher dans ce blog

Tuesday, March 30, 2021

Erick Thohir: Menonton Film Adalah Salah Satu Pereda Stres Saya - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku sangat suka menonton film. Bagi dia, menonton film merupakan salah satu sarana pelepas penat.

Hal tersebut diungkapkan Erick dalam unggahan di akun Instagram resminya, @erickthohir pada Rabu (31/3/2021).

“Menonton film adalah salah satu pereda stres yang sering saya lakukan. Saya menikmati setiap cerita yang bagus, cinematography yang cantik, acting yang berkelas, musik yang ear-catching dan lain-lain,” tulis Erick.

Menurut mantan bos Inter Milan itu, Indonesia memiliki sineas-sineas kreatif yang bisa menghasilkan karya hebat.

Baca juga: Tangkap Potensi Ekonomi Digital, Huawei Dorong Investasi R&D

Kendati begitu, Erick memahami bagaimana kegelisahan para insan perfilman Indonesia di masa pandemi Covid-19 ini. Apalagi, dia mengaku begitu dekat dengan industri hiburan.

“Namun saya meyakini, masa sulit adalah magnet dari ide-ide kreatif dan peluang baru, yang akan menjadikan industri perfilman akan semakin kuat ke depan,” kata dia.

Dalam mendukung industri perfilman dalam negeri, lanjut Erick, BUMN memiliki perusahaan bernama Perum Produksi Film Negara (PFN). Saat ini, PFN sedang bertransformasi ke model bisnis baru, yakni lembaga pembiayaan film dan konten.

“PFN juga tidak bisa berdiri sendiri, PFN harus bersinergi dengan BUMN lain dna juga komunitas untuk dapat bersaing di era digitalisasi seperti saat ini. Selamat hari film nasional, tetap semangat ya!,” ungkapnya.

Baca juga: Naik Pesat di Hari Terakhir, Wajib Pajak Orang Pribadi yang Lapor SPT Capai 10,23 Juta

Let's block ads! (Why?)


Erick Thohir: Menonton Film Adalah Salah Satu Pereda Stres Saya - Kompas.com - Kompas.com
Kelanjutan Disini Klik

Daftar Film dengan Pendapatan Kotor Terbesar di Era Pandemi - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Industri perfilman dunia menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Sebagian besar studio terpaksa harus menunda perilisan film-film terbaru mereka.

Industri perfilman Hollywood, misalnya, mengalami perombakan jadwal besar-besaran akibat pandemi Covid-19.

Alasan utamanya tentu saja karena bioskop yang ditutup demi menekan angka penyebaran virus corona.

Selama hampir 12 bulan bioskop ditutup, perilisan film-film besar pun akhirnya dialihkan ke layanan streaming.

Untuk kali pertama selama 5 dekade, tak ada studio yang mampu menghasilkan pendapatan kotor lebih dari 59 juta dollar AS AS.

Kini industri perfilman Hollywood sudah mulai bisa sedikit bernapas dengan dibukanya kembali sejumlah bioskop.

Meski jumlah penontonnya dibatasi, setidaknya ekosistem perfilman bisa kembali hidup.

Paul Dergarabedian, analis dari Comscore, belum bisa memprediksi industri perfilman bisa kembali berdiri tegak seperti era sebelum pandemi.

Paul menyebut 2022 akan menjadi tahun di mana bioskop bisa kembali hidup seperti semula.

"2022 akan menjadi tahun yang menjelaskan apakah akan ada potensi untuk kembali ke tingkat pendapatan bioskop sebelum pandemi," ucap Paul seperti dilansir Entertainment Weekly, Rabu (31/3/2021).

Berikut ini daftar 20 film dengan pendapatan tertinggi di era pandemi Covid-19 (data diambil dari Comscore hingga 30 Maret 2021):

1. Tenet — 58,2 juta dollar AS

2. The Croods: A New Age — 56 juta dollar AS

3. Wonder Woman 1984 — 45,9 juta dollar AS

4. Tom & Jerry — 37,3 juta dollar AS

5. Raya and the Last Dragon — 28,7 juta dollar AS

6. The New Mutants — 23,9 juta dollar AS

7. The War With Grandpa — 21 juta dollar AS

8. Unhinged — 19,8 juta dollar AS

9. Monster Hunter — 15 juta dollar AS

10. The Little Things — 14,9 juta dollar AS

11. The Marksman — 14,8 juta dollar AS

12. Honest Thief — 13,7 juta dollar AS

13. News of the World — 12,6 juta dollar AS

14. Chaos Walking — 11,5 juta dollar AS

15. Come Play — 10,5 juta dollar AS

16. Let Him Go — 9,4 juta dollar AS

17. Freaky — 9 juta dollar AS

18. Nobody — 6,8 juta dollar AS

19. Fatale — 6,3 juta dollar AS

20. Promising Young Woman — 6 juta dollar AS

Let's block ads! (Why?)


Daftar Film dengan Pendapatan Kotor Terbesar di Era Pandemi - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Produksi Film Berjalan dengan Sistem Gelembung - kompas.id

Memuat data...

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Suasana studio bioskop yang kosong di Jakarta, Rabu (24/3/2021). Kendati bioskop sudah mulai beroperasi, sebagian masyarakat masih ragu datang karena khawatir dengan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS — Produksi film di Indonesia mulai berjalan setelah sempat berhenti akibat pandemi Covid-19. Produksi dilakukan dengan sistem gelembung yang mengharuskan semua orang terlibat negatif Covid-19.

Ketua Indonesian Cinematographer Society (ICS) Anggi Frisca mengatakan, tidak semua film dapat diproduksi secara jarak jauh, khususnya film berskala besar yang melibatkan banyak kru. Pengambilan gambar (shooting) jarak jauh bisa dilakukan jika produksi film berskala kecil atau ide ceritanya mendukung.

”Sejauh ini, shooting film berjalan dengan protokol kesehatan. Kami coba buat bubbling system (sistem gelembung). Jadi, semua kru wajib dites usap dulu,” kata Anggi saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Sistem gelembung juga membagi lokasi shooting menjadi tiga lingkaran atau ring. Lingkar terluar adalah ring ketiga yang merupakan area umum bagi semua kru. Ring kedua terdapat area hijau untuk berkumpul.

Ring pertama adalah lingkar paling dalam dan berupa tempat pengambilan gambar. Lingkar ini terbatas hanya untuk kru yang terlibat, seperti aktor, sutradara, produser, dan sinematografer.

Memuat data...

GODELIVA LINGGA UNTUK KOMPAS

Dian Sastrowardoyo saat menghadiri peluncuran poster film Guru-guru Gokil di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Sistem gelembung pernah digunakan sutradara Dian Sastrowardoyo saat produksi film pendek Nougat pada 2020. Nougat dan empat film pendek lainnya kemudian digabungkan dalam film berjudul Quarantine Tales yang tayang di Bioskop Online pada akhir 2020.

Dian pada pertemuan daring 11 November 2020 mengatakan, dirinya membuat tiga lingkaran di lokasi shooting. Lingkar terluar atau ring ke-3 salah satunya berupa lapangan parkir. Semakin dalam lingkarnya, semakin terbatas pula orang yag diperbolehkan masuk. Selain itu, semua kru juga diwaijbkan membawa alat makan sendiri.

Kalau hasil tes usapnya tidak negatif, orang tidak boleh masuk (ke lokasi). Kami cukup galak soal protokol kesehatan. Tapi, kami nyaman bekerja dengan orang yang sama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan satu sama lain.

”Kalau hasil tes usapnya tidak negatif, orang tidak boleh masuk (ke lokasi). Kami cukup galak soal protokol kesehatan. Tapi, kami nyaman bekerja dengan orang yang sama-sama menjaga kesehatan dan keselamatan satu sama lain,” ucap Dian.

Baca juga: Asa di Tengah Keterpurukan

Memuat data...

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Poster film Quarantine Tales, hasil kerja sama Bioskop Online dan Base Entertainment. Film ini akan ditayangkan sebagai film original di Bioskop Online, tepatnya laman bioskoponline.com. Film ini memuat lima kisah yang digarap lima sutradara, yakni Ifa Isfansyah (yang membuat kisah berjudul Cook Book), Dian Sastrowardoyo (Nougat), Jason Iskandar (Prankster), Aco Tenri (Happy Girls Don’t Cry), dan Sidharta Tata (The Protocol).

Jam kerja dikurangi

Pandemi Covid-19 turut mengubah pola kerja para kru film. Sebelum pandemi, shooting bisa dilakukan seharian. Kini, produksi film dibatasi maksimal 14-15 jam per hari.

”Ini kesepakatan bersama. tujuannya agar ada waktu istirahat dan sistem imunitas terjaga. Pola kerja seperti ini lebih seimbang dari sebelumnya. Yang seperti ini mungkin bisa diadopsi untuk pola kerja pada masa depan,” tutur Anggi.

Produksi film mulai menggeliat sekitar Oktober 2020. Ini menyusul keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Menteri tentang Panduan Teknis di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Surat itu ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya, Wishnutama Kusubandio.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga merilis Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan untuk Sektor Ekonomi Kreatif. Subsektor film, animasi, dan video termasuk di dalamnya.

Di sisi lain, pandemi tidak berpengaruh signifikan pada fase praproduksi (seperti penulisan skenario) dan pascaproduksi (seperti penyuntingan). Ketua Asosiasi Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (Pilar) Salman Aristo mengatakan, penulisan skenario tetap berjalan karena dapat dilakukan dari rumah. Diskusi dengan kru dan pemeran pun bisa dilakukan secara daring.

”Situasi pandemi jadi kesempatan mendalamkan dan mengembangkan skenario,” katanya.

Baca juga: Dari ”Clubhouse” hingga ke Surat Terbuka untuk Presiden

Menurut Ketua Asosiasi Editor Film Indonesia (Inafed) Cesa David Luckmansyah, penyuntingan gambar tetap berjalan karena bisa dikerjakan di dalam ruangan. Pekerjaan itu pun tidak melibatkan banyak orang.

”Kami sempat membuat surat resmi ke semua rumah produksi (PH). Suratnya berisi imbauan agar PH menyediakan protokol kesehatan. Kami juga minta agar orang-orang yang bisa masuk dan keluar ruang editing dibatasi,” kata Cesa. (SKA)

Let's block ads! (Why?)


Produksi Film Berjalan dengan Sistem Gelembung - kompas.id
Kelanjutan Disini Klik

Film Transformers Terbaru Mulai Digarap - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara Angel Manuel Soto dikabarkan mulai menggarap film Transformers terbaru yang tidak berkaitan dengan waralaba Transformers milik Paramount Pictures.

Sebagaimana dilansir Ace Showbiz, Soto bukan satu-satunya orang yang dikabarkan terlibat dalam penggarapan awal ini. Marco Ramirez disebut juga ikut terlibat sebagai penulis naskah.

Meski demikian, sampai saat ini belum diketahui akan seperti apa cerita film Transformers terbaru. Baik Soto atau Ramirez pun belum memberikan keterangan resmi.


Produser yang akan menaungi film ini pun belum diketahui, namun tiga sineas yang memproduseri waralaba Transformers diperkirakan akan terlibat. Mereka adalah Lorenzo di Bonaventura, Tom DeSanto, dan Don Murphy

Soto sendiri bukan orang baru dalam industri perfilman. Sebelumnya ia menyutradarai sejumlah film pendek dan film panjang seperti Frailty (2012), The Farm (2015), dan Charm City kings (2020).

Sementara, Ramirez belum memiliki pengalaman menulis naskah film panjang. Sebelumnya ia menulis naskah film pendek dan serial seperti Daredevil dan The Defenders.

Diketahui, waralaba Transformers yang diproduksi Paramount Pictures dimulai dengan film bertajuk Transformers (2007). Film itu dilanjutkan dengan Transformers: Revenge of the Fallen (2009) dan Transformers: Revenge of the Fallen (2011).

Waralaba ini masih berlanjut pada 2014 lewat Transformers: Age of Extinction dan Transformers: The Last Knight (2017) dengan karakter utama yang berbeda. Kemudian Paramount Pictures merilis prekuel bertajuk Bumblebee pada 2018.

Film pertama sampai ketiga cenderung mendapat ulasan positif karena cerita yang cukup menarik dan menegangkan. Namun, film-film berikutnya cenderung mendapat ulasan buruk karena cerita yang memaksa.

(adp/bac)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


Film Transformers Terbaru Mulai Digarap - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

3 Film Karya Usmar Ismail yang Mengubah Industri Layar Lebar - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Usmar Ismail tak akan bisa dilepaskan dari coretan perjalanan industri film Indonesia. Ia memulai apa yang kita nikmati kini di layar lebar.

Pria kelahiran Bukittinggi Sumatera Barat tersebut disebut menjadi pelopor lahirnya industri film Tanah Air. Melalui sejumlah film, di tahun 1950-an ia memicu lahirnya insan-insan lain di dunia perfilman.

Sejumlah judul film kemudian menjadi identik bagaimana Usmar Ismail mencetak sejarah berupa karya seni yang bisa dinikmati hingga kini.


Berikut 3 film karya sutradara Usmar Ismail yang berperan besar mengubah industri hiburan film di Indonesia:

1. Darah dan Doa (1950)

Film Darah dan Doa menjadi debut penyutradaraan Usmar Ismail. Darah dan Doa (judul lain: The Long March) kisahkan perjalanan panjang prajurit RI dari Yogyakarta ke Jawa Barat.

Rombongan tersebut dipimpin oleh Kapten Sudarto (Del Juzar). Perjalanan diwarnai ketegangan, berupa serangan dari tentara Belanda, dan dibumbui aroma pengkhianatan.

Kapten Sudarto tidak digambarkan sebagai pahlawan yang suci, melainkan manusia biasa yang tak lepas dari godaan. Meski telah berkeluarga, di sepanjang perjalanan ia terlibat dalam beberapa hubungan cinta terlarang.

Poster Film Darah dan DoaPoster Film Darah dan Doa (1950) (Foto: Perfini via Imdb)

Konflik film ini didasari oleh ketegangan yang terjadi dalam peristiwa nyata Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948.

Meski telah ada film cerita sebelum Darah dan Doa, namun film ini yang ditunjuk sebagai film nasional pertama. Maka dari itu, film ini ditunjuk sebagai cikal bakal penentuan Hari Film Nasinal (30 Maret).

2. Lewat Djam Malam (1954)

Film Usmar Ismail selanjutnya yang juga membangkitkan gairah perfilam zaman itu adalah Lewat Djam Malam, film yang masih bertemakan kepahlawanan bangsa.

Film Lewat Djam Malam mengisahkan seorang bekas pejuang, Iskandar (AN Alcaff) yang pulang kembali berbaur ke lingkungan masyarakat. Ia coba menyesuaikan diri dengan sekitar.

Kisah dimulai ketika Iskandar masuk ke rumah kekasihnya, Norma (Netty Herawati) tepat pada jam malam. Iskandar diceritakan kabur dari pesta yang digelar di rumah Norma, dan menemui sejumlah orang untuk mencari pekerjaan.

Film Lewat Djam Malam

Film Lewat Djam Malam karya sutradara Usmar Ismail (Foto: Perfini via Imdb)

Ke mana pun Iskandar pergi, ketika lewat jam malam ia hanya bisa kembali ke rumah Norma, berlindung dari hal-hal buruk yang ia alami di luar rumah.

Film yang telah berusia puluhan tahun ini pernah direstorasi oleh National Museum of Singapore dan World Cinema Foundation, bekerja sama dengan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta.

Usai direstorasi tahun 2010-2012, film ini kembali ditayangkan di Festival Film Cannes, juga di beberapa bioskop di Indonesia.

3. Tiga Dara (1956)

Salah satu film yang paling dikenang dari Usmar Ismail adalah Tiga Dara. Film ini juga jadi batu loncatan karier nama-nama besar di industri film nasional.

Tiga Dara mengisahkan Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Nenny (Indriati Iskak). Mereka bertiga tinggal bersama ayah mereka, Sukandar (Hassan Sanusi) dan nenek (Fifi Young) setelah ditinggal sang ibu.

Nenek mereka menginginkan Nunung menikah, dan sempat merayakannya sebelum meninggal. Ia kemudian mencarikan jodoh untuk Nunung.

Salah satu adegan bernyanyi dalam film Tiga Dara karya Usmar Ismail. Film ini menceritakan tiga perempuan muda bernama Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya) dan Nenny (Indriati Iskak) yang dibesarkan oleh neneknya setelah ibu mereke meninggal. Mereka juga tinggal bersama bapaknya yang bernama Sukandar (Hassan Sanusi) yang sibuk dengan pekerjaannya.
Salah satu adegan bernyanyi dalam film Tiga Dara karya Usmar Ismail. (Foto: Dok. Perfini dan S.A Films)

Perjalanan nenek dan ayah ketiga anak perempuan tersebut jadi premis utama film yang disutradarai Usmar Ismail ini. FIlm ini dibumbui dengan adegan-adegan komedi.

Tiga Dara belum lama ini direstorasi oleh SA Films dengan format 4K. Hasil restorasi juga sempat ditayangkan di sejumlah bioskop Tanah Air pada Agustus 2016 lalu.

(fjr)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


3 Film Karya Usmar Ismail yang Mengubah Industri Layar Lebar - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

5 Film Indonesia Terlangka yang Tayang di Bioskop Online - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan lima film bergenre drama dan horor ini mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

Seiring dengan perkembangan industri perfilman Indonesia, masyarakat kini bisa menyaksikan beragam karya dari anak bangsa.

Namun, keberadaan sejumlah film kerap luput dari perhatian publik karena tidak ditayangkan di bioskop reguler.

Baca juga: 3 Fakta Film Kemarin Director’s Cut yang Tayang di Bioskop Online

Kehadiran layanan Transactional Video on Demand seperti Bioskop Online pun menjadi angin segar bagi para penikmat film.

Tak hanya menawarkan harga sewa yang terjangkau, Anda juga bisa menikmati film-film Indonesia yang terbilang langka seperti berikut:

Sutradara Azzam Fi Rullah kembali berkolaborasi dengan Alzein Putra Merdeka dalam film pendek keempatnya.

Berdurasi 20 menit, Sebuah Film Karya Setan menceritakan teror mengerikan yang dialami oleh dua perempuan.

Baca juga: Serba-serbi Bioskop Online, Bayar Mulai dari Rp 5.000 dan Tak Perlu Berlangganan

Kisah berawal saat dua perempuan tersebut dihantui sosok-sosok aneh yang muncul dalam mimpi mereka.

Seiring berjalannya waktu, mimpi buruk ini berubah menjadi halusinasi yang membuat hidup mereka berantakan.

Kuntilanak Pecah Ketuban menjadi film pendek yang juga lahir dari kolaborasi Azzam Fi Rullah dan Alzein Putra Merdeka.

Film berdurasi 15 menit ini mengangkat kisah tentang Santi (Nadiana Anandita) yang tewas di tangan sang suami Krisna (Fadjar Setyaki).

Baca juga: Bioskop Online Sajikan Film-film Indonesia yang Terkurasi dengan Baik

Setelah meninggal dunia, Santi dikirim ke neraka dan kisah kematiannya menjadi bahan olok-olok para penghuninya.

Suatu hari, ia membuat perjanjian dengan setan agar bisa membalaskan dendamnya pada Krisna.

3. Siti (2016)

Pasca kecelakaan yang menimpa sang suami, Siti (Sekar Sari) kini harus menjadi tulang punggung keluarga.

Setiap hari, Siti menjajakan peyek jinking buatannya kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis.

Baca juga: Sinopsis Film Story of Kale: When Someones in Love, Tayang Hari Ini di Bioskop Online

Usai berjualan, ia akan menghabiskan malam di tempat karaoke demi memperoleh uang tambahan.

Meski sudah berjuang mati-matian, sang suami Bagus (Ibnu Widodo) justru mulai bersikap tidak acuh padanya.

Film dokumenter besutan sutradara Amir Pohan ini mengambil konsep catatan perjalanan audiovisual dari para karakternya.

Ladya Cheryl, Tara Basro, Putri Ayudya, serta Ismail Basbeth menjadi sederet aktor dan aktris Indonesia yang terlibat dalam proyek ini.

Baca juga: Sinopsis Nay, Menguak Topeng Manusia, Streaming di Bioskop Online ID

Kisah yang ditampilkan sendiri terbagi dalam dua bagian.

Pertama, cerita juru rekam suara yang tengah melakukan sebuah eksperimen di alam.

Bagian kedua bercerita tentang para pemerhati lingkungan yang berencana melakukan unjuk rasa di tengah kota.

Jaleswari (Marcella Zalianty) mengajukan diri sebagai tenaga pengajar bagi anak-anak di wilayah pedalaman Kalimantan.

Hal ini dilakukan Jaleswari karena merasa prihatin dengan program-program pendidikan yang tidak pernah berjalan baik.

Baca juga: Sinopsis Film Ini Kisah Tiga Dara, Tayang di Bioskop Online

Setelah melakukan pengamatan, Jaleswari menyadari jika ambisinya bertolak belakang dengan adat istiadat yang dijunjung masyarakat setempat.

Banyak yang lebih memilih disalurkan sebagai TKI oleh Otig (Otig Pakis) yang selalu menebar janji-janji manis pada mereka.

Itu dia film Indonesia terlangka yang tayang di Bioskop Online. 

Let's block ads! (Why?)


5 Film Indonesia Terlangka yang Tayang di Bioskop Online - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Hari Film Nasional 30 Maret: Sejarah, Tema 2021, dan Ucapan Warganet - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Hari Film Nasional diperingati setiap 30 Maret. 

Tanggal tersebut diambil dari hari pertama produksi film Darah dan Doa (Long March of Siliwangi) karya Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail, tahun 1950.

Mengutip Instagram resmi Direktoral Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, berangkat dari semangat Usmar Ismail itulah perjalanan industri film di Indonesia kemudian terus meningkat, termasuk perkembangan film anak bangsa yang sudah banyak diproduksi sejak 1950.

Baca juga: 30 Maret, Hari Film Nasional

Sejarahnya

Terdapat beberapa usulan tanggal terkait tanggal Hari Film Nasional.

Diberitakan Harian Kompas, 19 Agustus 1984, dalam sidang Majelis Musyawarah Perfilman Indonesia (MMPI) diadakan di Yogyakarta dalam rangkaian FFI 84 diajukan beberapa tanggal sebagai Hari Film Nasional, yakni 6 Oktober dan 30 Maret.

Meskipun Loetoeng Kasaroeng (1926) merupakan film pertama yang dibuat di Indonesia, tapi pembuatnya adalah orang asing, L Heuveldorp yang berkebangsaan Belanda. Jadi film itu tidak dijadikan patokan penetapan Hari Film Nasional.

Selain itu, meskipun Indonesia telah merdeka sejak 1945, tapi perusahaan film nasional baru berdiri pada 1950. Umar Ismail dan kawan-kawan mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini).

Baca juga: Selamat Hari Film Nasional, Wajib Tahu 3 Hal Ini

30 Maret

Produksi pertama, Darah dan Doa, mulai pengambilan gambar perdana pada 30 Maret 1950 dan Umar Ismail menjadi sutradaranya.

Meskipun Umar Ismail pernah menyutradarai dua film sebelumnya, yaitu film Tjitra dan Harta Karun (keduanya pada 1949), tapi dia menganggap Darah dan Doa sebagai film pertamanya.

Lewat Darah dan Doa dia memperoleh kebebasan sepenuhnya dalam menghasilkan film sebagai karya seni, bukan semata barang dagangan.

6 Oktober

Tanggal 6 Oktober juga mencuat sebagai usulan, karena pada hari itu dilakukan serah terima Nipon Eiga Sha dari pemerintah Jepang kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Sebagai perwakilan dari Indonesia adalah R M Soetarto, ketua Berita Film Indonesia (BFI).

Studio Nipon Eiga Sha pada awalnya adalah ANIF, lalu berubah menjadi Multi Film. Kemudian saat pemerintah RI pindah ke Yogyakarta, studio BFI jatuh ke tangan Belanda lagi dan kembali menjadi Multi Film.

Kemudian saat Indonesia berdaulat penuh, MUlti Film kembali ke pihak Indonesia dan dinamai Pusat Pilem Negara (PPN). Setelah itu berubah nama lagi menjadi Pusat Film Negara (PFN), lalu Pusat Produksi Film Negara (PPFN).

Baca juga: Selamat Hari Film Nasional! 7 Film Indonesia Ini Bisa Kamu Tonton di Viu

Penetapan Hari Film Nasional

Mengutip Harian Kompas, 5 April 1981, tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai Hari Film Nasional dalam Konferensi kerja Dewan Film Indonesia bersama Organisasi Perfilman pada 11 Oktober 1962 di Jakarta. Berikut bunyi ketetapannya:

"Menetapkan hari shooting pertama dalam pembuatan film nasional yang pertama DARAH DAN DOA (The Long March) sebagai Hari Film Nasional".

The Long March atau Darah dan Doa adalah film berwarna hitam putih produksi 1950 oleh Usmar Ismail selaku sutradara sekaligus sebagai produser (Perfini).

Film ini mengisahkan perjalanan panjang (long march) prajurit Republik Indonesia yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula dari Yogyakarta ke Jawa Barat.

Sejak saat itu, 30 Maret dianggap sebagai Hari Film Nasional. Usmar Ismail (Perfini) dan Djamaludin Malik (Persari) diangkat sebagai Bapak Perfilman Nasional.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Indonesia yang Menyabet Penghargaan Internasional

Keppres Nomor 25 Tahun 1999

Tetapi pemerintah baru mengeluarkan peraturan perundangan resmi mengenai penetapan Hari Film Nasional pada 1999 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1999.

Dikutip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada 29 Maret 1999 oleh Presiden RI BJ Habibie.

Adapun tujuan penetapan 30 Maret adalah sebagai Hari Film Nasional sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para insan film Indonesia.

Selain itu, untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat film Indonesia secara regional, nasional, dan internasional.

Tema Hari Film Nasional

Mengutip Kompas.com, Selasa (30/3/2021), tahun ini tema yang diusung adalah "100 Tahun Usmar Ismail".

HFN menjadikan hari ini sebagai momentum bersejarah untuk mengenang karya Usmar Ismail sebagai bapak Perfilman Indonesia.

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, beberapa film karya Usmar Ismail juga disebutkan bisa dinikmati dari tanggal 26 hingga 30 Maret 2021 secara daring.

Baca juga: Profil Timo Tjahjanto, Sutradara Film Remake Train to Busan

Ucapan dari para tokoh

Presiden RI Joko Widodo dalam akun Twitter-nya mengucapkan Hari Film Nasional.

"Hari ini 100 tahun lampau, tokoh film Indonesia Usmar Ismail lahir. Hari ini, 71 tahun lalu, Usmar Ismail menjadi sutradara film pertama produksi Indonesia.

Kita mengenang momentum kelahiran film Indonesia itu dan menjadikannya tonggak kebangkitan kembali film-film nasional." tulisnya.

Joko Anwar dalam ucapannya di Twitter juga mengajak masyarakat untuk mendoakan film lekas kembali ke bioskop.

"Selamat Hari Film Nasional, teman-teman. Terima kasih telah setia menonton, mengkritik, dan merayakan film Indonesia selama ini. Selama pandemi film sempat terhenti di bioskop. Tapi segera akan kembali lagi. Doakan ya, teman-teman!" tulis @jokoanwar.

Selain itu ada juga produser film Indonesia Mira Lesmana yang mengucapkannya lewat instagram.

"Saya sungguh cinta perfilman Indonesia! Selamat Hari Film Nasional teman semua.
Kami siap bangkit kembali, merayakan film Indonesia. Dengan menjaga protokol kesehatan sebaik-baiknya, kita jumpa lagi di bioskop, karena kami rindu dan kalian pasti juga kan? Mari dukung selalu Perfilman Indonesia karena #FilmIndonesiaFilmKita" tulis @mirles.

Let's block ads! (Why?)


Hari Film Nasional 30 Maret: Sejarah, Tema 2021, dan Ucapan Warganet - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...