Rechercher dans ce blog

Tuesday, April 27, 2021

Ghost Lab, Film Terbaru Ice Paris dan Tor Tayang 26 Mei - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Ghost Lab, film terbaru dari aktor Thailand Ice Paris dan Tor akan tayang dalam waktu dekat. Ghost Lab merupakan film yang akan menggabungkan unsur sains, misteri, dan horor melalui kehidupan dua dokter.

"Proyek rahasia akan segera terungkap," keterangan dalam trailer film tersebut.

Trailer tersebut menunjukkan dua dokter yang melakukan semacam percobaan selama puluhan hari. Belum banyak hal yang ditampilkan dalam trailer berdurasi singkat tersebut.


Film Ghost Lab akan diarahkan Sutradara Paween Purijitpanya yang turut mengarahkan serial Girl From Nowhere 2. Tak hanya itu, ia juga penulis naskah dan mengarahkan film Phobia (2008) dan Phobia 2 (2009).

Film tersebut ditulis Vasudhorn Piyaromna yang turut menulis naskah film dan serial Bad Genius dan In Family We Trust.

Sebelumnya, Ice Paris pernah tampil sebagai kameo dalam film Tootsies and The Fake. Namun, ia lebih dikenal sebagai Pat dalam serial Bad Genius (2020) atau Vier dalam serial Great Man Academy (2019), dan Chi dalam In Family We Trust (2018).

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, Tor juga lebih dikenal melalui sederet serial seperti waralaba Hormones dan In Family We Trust.

"Ghost Lab merupakan film orisinal yang berani dari hasil pemikiran Sutradara Paween Purijitpanya serta para pemain dan kru yang luar biasa," kata Director of Content Southeast Asia Netflix, Malobika Banerji.

"Alur cerita Ghost Lab sangat tidak konvensional karena mencoba menggali keyakinan kita lebih dalam pada hal-hal supernatural dan apakah bisa dibuktikan dengan sains," tutur Sutradara Paween Purijitpanya seperti dilansir Deadline.

Film Ghost Lab akan diproduksi GDH yang turut memproduksi Happy Old Year, The Promise, A Gift, Brother of the Year, Bad Genius, The ConHeartist, dan masih banyak lagi. Film Ghost Lab bisa disaksikan mulai 26 Mei di Netflix.

(chri/fjr)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


Ghost Lab, Film Terbaru Ice Paris dan Tor Tayang 26 Mei - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Sutradara Ungkap Kesulitan Membuat Film Gelora Magnumentary: Saparua - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Alvin Yunata mengungkap kesulitan saat menggarap film dokumenter Gelora Magnumentary: Saparua.

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, Alvin mengakui yang paling sulit adalah mencari narasumber dari pendiri Gedung Saparua.

Menurut Alvin, proses pencarian itu memakan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Alasan Pembuatan Film Dokumenter Gelora Magnumentary: Saparua

“Arsiteknya susah, ya tentu saja gue menggunakan semua jalur yang gue punya. Info-info gue kumpulin, itu pun enggak lengkap,” kata Alvin via Zoom, Selasa (27/4/2021).

“Tapi, untuk memperlengkap, gue sampai ngubek-ngubek koran-koran lokal diperkirakan tahun segitu, jadi gue dapat perkiraan dulu nih. Sekitar tahun berapa, gue nemu tahunnya lalu gue cari di tahun tersebut,” tambah Alvin.

Proses syuting film dokumenter Gelora Magnumentary: Saparua tidak membutuhkan waktu lama, sekitar dua minggu.

“Jadi dokumenter itu kalau syuting tuh enggak terlalu ini ya, dokumenter itu data collecting. Tapi bagaimana Alvin berjuang mencari tanggal dibangunnya gedung Saparua,” tutur Edy Khemod.

Film dokumenter garapan sutradara Alvin Yunata ini mengambil perspektif sebuah gedung di Bandung bernama Saparua.

Gedung ini menjadi saksi bisu hadirnya sejarah pergerakan musik metal, rock dan masih banyak lagi sejak 1970-an hingga 1990-an.

Sam Bimbo, Arian13 (vokalis Seringai), Dadan Ketu (manajer Burgerkill), Eben (gitaris Burgerkill), Suar (eks vokalis Pure Saturday), dan lain-lain bakal mengisahkan Saparua dalam film dokumenter ini.

Rencananya, film dokumenter musik Gelora Magnumentary: Saparua bakal hadir pada Juni 2021 mendatang.

Let's block ads! (Why?)


Sutradara Ungkap Kesulitan Membuat Film Gelora Magnumentary: Saparua - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Berikut 5 Fakta Film Nomadland, Film Terbaik Oscar 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.comNomadland berhasil memborong tiga penghargaan pada ajang bergengsi Oscar 2021.

Selain meraih Best Picture, Chloe Zhao, sang sutradara, juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Director.

Begitula pula dengan Frances McDormand yang dinobatkan sebagai Best Actress.

Namun, tidak hanya menampilkan kisah dan penampilan yang memukau di layar kaca, Nomadland juga memiliki cerita yang unik di balik layar.

Bagi Anda yang menyukai filmnya, berikut adalah enam fakta menarik film Nomadland.

Baca juga: Sinopsis Below the Surface, Misi Penyelamatan Tawanan Teroris

1. Diangkat dari buku Nonfiksi

Nomadland sebenarnya diangkat dari novel nonfiksi berjudul sama karya Jessica Bruder.

Dipublikasikan pada 2017, kisahnya mengikuti kehidupan asli warga Amerika yang berumur lanjut setelah kejadian Great Recession pada 2007 hingga 2009.

Banyak dari mereka yang memutuskan untuk berpergian dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya.

Sembari mengililingi berbagai negara bagian, mereka juga berusaha mencari pekerjaan musiman.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 27 April, Al Kecelakaan, Nino Curiga Dengan Elsa

2. Menghadirkan Masyarakat Nomadik Asli

Selain Frances McDormand dan David Straithairn, para aktor yang tampil di dalam film Nomadland merupakan masyarakat lokal dan nomadik asli.

Hal ini dapat dilihat pada saat akhir kredit ktika nama para pemain muncul.

Dapat dilihat sebagian besar nama karakternya diambil langsung dari nama pertama aktor yang memerakannya.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 27 April, Al Kecelakaan, Nino Curiga Dengan Elsa

3. Salah satu aktornya memiliki Youtube Channel

Bob Wells, salah satu masyarakat nomadik asli yang tampil di film Nomadland sebenarnya juga muncul di buku Jessica Bruder.

Namun bagi Anda yang ingin mengetahui kehidupan Bob lebih lanjut, ia memiliki youtube channel-nya sendiri bernama CheapRVliving.

Dengan pembawaannya yang santai dan humoris, Bob memberikan tips dan trik serta kehidupannya sebagai seorang nomadik.

Baca juga: Sinopsis Thumbsucker, Keanu Reeves Jadi Dokter, Tayang di Klik Film

4. Jumlah Kru Produksi yang Minim

Meski proses syuting dari Nomadland berpindah-pindah lebih dari enam negara bagian, jumlah kru yang dimiliki hanyalah berjumlah 25 orang.

Alhasil, tidak hanya para aktor dan aktrisnya saja yang hidup secara nomadik, kru film pun juga merasakan kehidupan ini.

Selama proses yang memakan waktu lima bulan itu, para kru harus tinggal di van, termasuk dalam van ‘Vanguard’, van yang digunakan oleh karakter Fern dalam film.

Baca juga: Sinopsis Move to Heaven, Jasa Menghapus Trauma, Segera di Netflix

5. Chloe Zhao Jadi Sutradara Perempuan Pertama yang Memborong Empat Nominasi

Dalam ajang Oscar 2021, Chloe Zhao menjadi sutradara perempuan pertama yang mendapat nominasi untuk empat kategori yaitu Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, dan Best Film Editing.

Sebelum Chloe, hanya ada dua sutradara yang berhasil mendapatkan empat nominasi, Joel Coen dan Ethan Coen, sosok di balik film No Country for Old Men yang juga mendapatkan Best Picture pada 2008.

Baca juga: Sinopsis The Producers, Lika-liku Kehidupan di Dunia Pertelevisian

6. Joel Coen Hadir Saat Syuting Film

Joel Coen sebenarnya merupakan suami dari Frances McDormand, aktris utama dalam Nomadland.

Kehadirannya di tengah-tengah syuting sempat membuat cinematographer Joshua James Richard terkejut.

Ia pun menyempatkan waktu untuk bercanda dengan Joel.

Itulah enam fakta film Nomadland yang menarik untuk Anda ketahui.

Let's block ads! (Why?)


Berikut 5 Fakta Film Nomadland, Film Terbaik Oscar 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Tips Membuat Film di TikTok, Ini Langkah Awalnya - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com – Selain untuk berkomunikasi, smartphone juga difungsikan sebagai media hiburan. Penggunanya bisa mendengarkan musik, melihat gambar, atau bahkan menonton film.

Khusus untuk film, kini banyak platform online yang menawarkan layanan streaming film dari berbagai genre. Bahkan lewat media sosial pun, pengguna bisa menonton film. Gratis pula.

Sayangnya, kebanyakan film yang tersedia berformat horizontal. Artinya, jika ingin tampilan full screen, penonton juga harus menggenggam smartphone dalam posisi horizontal.

Pasalnya, format film horizontal memang dibuat bukan semata-mata untuk pengguna ponsel pintar. Film tersebut bisa ditonton via televisi maupun proyektor.

Baca juga: Pernah Bersaing di Ajang Oscar, 5 Film Indonesia ini Wajib Ditonton

Bagi sebagian orang, memegang smartphone dengan posisi mendatar jadi merepotkan. Ditambah lagi jika ada notifikasi masuk dan layar ponsel kembali ke pengaturan semula, yakni vertikal.

Kalaupun ada film dengan format vertikal, jumlahnya belum banyak. Terlebih lagi, sinematografi film jenis ini biasanya kurang apik sehingga tidak menjadi pilihan penonton.

Menyadari hal tersebut, TikTok Indonesia berkolaborasi dengan Studio Antelope untuk menghadirkan film vertikal pertama di Indonesia yang dikemas secara serius, yaitu X&Y. Film yang dirilis untuk memperingati Hari Film Nasional 2021 ini berdurasi 16 menit dan ditampilkan dalam 6 chapter video TikTok.

Mengangkat cerita romansa tentang Omar dan Winda, film X&Y digarap dengan sinematografi yang tidak kalah apik dengan film format horizontal.

Kehadiran film X&Y ini pun memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berkarya. Film ini membuktikan bahwa film yang bagus bisa dihasilkan dengan peralatan yang sederhana, yaitu smartphone.

Kiat buat film pendek dengan smartphone

Saat ini, sineas-sineas muda semakin kreatif dalam menulis cerita untuk difilmkan. Beberapa film pendek karya anak bangsa bahkan mampu menyabet penghargaan di ajang internasional, seperti Tilik dan Prenjak.

Baca juga: Film “Tilik” Tuai Kritik, Pakar Unair: Itu Sebuah Keberhasilan

Kedua film tersebut memang dibuat menggunakan perlengkapan syuting film yang lengkap. Namun, bukan peralatan yang membuat ketiganya menyabet penghargaan, melainkan alur cerita dan penggambaran tokoh yang kuat.

Dua hal itu jugalah yang menjadi fokus Antelope Studio dalam menggarap film X&Y. Kisah romansa Omar (Jourdy Pranata) dan Winda (Arawinda Kirana) menarik diikuti karena premis film yang sederhana, tapi mampu membangkitkan emosi penontonnya.

Kisah berawal dari dua teman kos yang saling memberi perhatian, tapi tak pernah mengungkap perasaannya.

Masalah terjadi ketika tiba-tiba Winda pindah dari rumah kos tersebut tanpa berpamitan dengan Omar. Dari situ pula, Omar menyadari perasaannya terhadap Winda.

Setelah tayangan film itu dirilis, banyak penonton mengaku terkesan dan jadi terbawa perasaan (baper). Sebab, selain ceritanya dianggap relevan dengan kehidupan para generasi muda Indonesia, sinematografinya juga tak asal.

Baca juga: Bikin Baper, Ini 6 Rekomendasi Film Indonesia Populer Adaptasi Wattpad

Hal tersebut membuktikan bahwa sekalipun formatnya vertikal, setiap film punya kesempatan untuk membuat penontonnya terkesan. Bahkan, film berformat vertikal bisa jadi opsi dan warna baru bagi penonton yang melihatnya.

Pun, bagi Anda yang ingin membuat film, X&Y bisa menjadi inspirasi dan rujukan. Anda bisa memulai dengan mencari premis yang dekat dan relevan dengan masyarakat untuk menemukan latar cerita.

Untuk menghasilkan latar cerita, dibutuhkan kejelian dalam melihat fenomena yang ada di sekitar sehingga menarik untuk diangkat ke sebuah film pendek.

Setelah itu, cobalah untuk menggambarkan tokoh dengan rinci. Perkuat dengan profil karakter dan tujuan dari tokoh tersebut ada dalam film.

Jika sudah menentukan alur cerita dan penokohan, sekarang saatnya Anda memilih pemain yang tepat. Lakukanlah casting untuk dapat memperoleh pemain yang mampu menginterpretasikan tokoh yang Anda buat.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Indonesia yang Menyabet Penghargaan Internasional

Coba hubungi beberapa teman yang mirip dengan tokoh dalam cerita Anda. Biasanya, seseorang yang Anda kenal dapat menjadi inspirasi saat membuat karakter sebuah tokoh.

Selanjutnya, lakukanlah proses reading dan syuting. Karena akan menggunakan smartphone untuk mengambil gambar, Anda bisa mengambil beberapa angle dalam satu adegan. Hal ini akan memudahkan Anda dalam proses editing.

Anda bisa menggunakan smartphone dengan kamera yang mumpuni untuk menghasilkan gambar yang apik. Perhatikan juga framing atau komposisi gambar agar film yang dihasilkan berkualitas.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (11/11/2017), saat berbicara di depan kamera smartphone, usahakan subyek jangan berada di pinggir frame. Tujuannya, supaya tidak ada area kosong atau negative space yang mengganggu pandangan.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa fitur yang tersemat pada smartphone, seperti resolusi dan frame rate per second (fps). Anda bisa merekam beberapa kali adegan yang sama dengan fps berbeda. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan materi yang banyak dalam editing.

Pentingnya proses editing

Langkah terakhir untuk mendapatkan hasil film yang sempurna adalah melakukan proses editing. Menyatukan satu per satu adegan yang diambil saat proses syuting menjadi bagian krusial dalam menghasilkan film yang bagus.

Oleh karena itu, Anda harus pintar dalam memilih aplikasi untuk mengedit film. Pilih aplikasi yang paling praktis, seperti TikTok.

Baca juga: Viral di TikTok, Simak Lirik Lagu Motive x Promiscuous dari Aesth

Sebagai media sosial berbagi, TikTok memiliki sejumlah fitur editing video. Fitur ini juga dipakai oleh Jason Iskandar dalam mengedit film X&Y.

Ia pun membagikan tips untuk menghasilkan adegan film vertikal dengan menggunakan editing tools di TikTok.

“Caranya, buka aplikasi TikTok, lalu klik tanda tambah yang ada di bagian tengah. Pilih video yang ingin diedit di galeri smartphone Anda. Kemudian, tekan next,” Jason dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (24/4/2021).

Anda juga bisa langsung memilih musik dari pustaka musik TikTok untuk dijadikan latar adegan. Namun, jika belum mau menambahkan musik, langkah ini dapat dilewati terlebih dahulu.

Baca juga: Viral di TikTok, Simak Lirik Lagu Motive x Promiscuous dari Aesth

Selanjutnya, Anda bisa tekan view default untuk melihat timeline video-video yang sudah dipilih.

“Lalu, tekan video footage pertama yang ingin diedit. Dengan begitu, Anda bisa fokus untuk memilih cutting point-nya. Lanjutkan cara yang sama untuk footage video berikutnya,” ujar Jason.

Untuk menggabungkan footage menjadi satu timeline, lanjutnya, Anda cukup klik tanda centang. Di TikTok, Anda juga masih bisa mengatur ulang urutan footage-nya secara manual.

“Setelah menjadi satu timeline, (video) bisa dihias lagi dengan menambahkan musik maupun menggunakan filter untuk mengatur tone warna yang disukai,” kata Jason.

Dengan fitur editing dari TikTok, Anda bahkan bisa menggunakan stiker teks untuk memberikan judul atau subtitle dalam film pendek karya Anda.

Setelah preview dan puas dengan hasil editing, Anda bisa langsung mengunggah film pendek di TikTok. Satu film pendek orisinal buatan sendiri pun sudah berhasil Anda selesaikan.

Usai mengunggah di TikTok, lakukan promosi dengan menggunakan tagar yang sudah populer untuk mendapatkan views yang bagus. Salah satu tagar yang bisa digunakan adalah #FilmVertikalTiTok.

Ingin tahu bagaimana film pendek X&Y hasil karya Jason Iskandar? Silakan kunjungi akun resmi TikTok Indonesia pada tautan berikut ini

Let's block ads! (Why?)


Tips Membuat Film di TikTok, Ini Langkah Awalnya - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Marvel akan Rilis 14 Film Terbarunya - Republika Online

Sebagian film akan dirilis sebelum 2023 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Marvel Studios memiliki 14 film yang akan segera dirilis di bioskop setelah “The Falcon and the Winter Soldier”. Banyak di antaranya akan keluar sebelum 2023. Setelah “Avengers: Endgame”, tidak jelas ke mana film seputar mereka akan mengalir.

Dilansir dari screenrant, Selasa (27/4), serial MCU berikutnya yang akan dirilis adalah “Loki” yang juga akan dibangun di atas cerita Endgame, terutama mengikuti versi Loki yang menghilang setelah Pertempuran New York. Tetapi di sisi lain, film ini akan ada kelanjutan yang berbeda.

Film pertama yang keluar di Tahap 4 adalah “Black Widow” yang semula seharusnya diputar di bioskop pada Mei 2020 sebelum tertunda berkali-kali. Setelah itu, fan juga bisa melihat pahlawan baru bergabung kembali ke layar lebar, dengan “Shang-Chi” and “The Eternals” bergabung. Kemudian, penggemar akan memiliki beberapa wajah yang tidak asing lagi di bioskop.

Dengan empat film yang dirilis pada 2021 dan lima film pada 2022, MCU tampak padat. Semua film tahun depan akan fokus pada sekuel. “Doctor Strange”, “Thor”, “Black Panther”, “Captain Marvel”, dan “Ant-Man” semuanya mendapatkan sekuel dari cerita mandiri mereka sebelumnya.

 

Berikut 14 film Marvel yang akan segera dirilis.

1. Black Widow - 9 Juli 2021

2. Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings - 3 September 2021

3. Eternals - 5 November 2021

4 Spider-Man: No Way Home - 17 Desember 2021

5. Doctor Strange In The Multiverse Of Madness - 25 Maret 2022

6. Thor: Love & Thunder - 6 Mei 2022

7. Black Panther 2 - 8 Juli 2022

8. Captain Marvel 2 - 11 November 2022

9. Ant-man and The Wasp: Quantumania - 2022

10. Guardians Of The Galaxy 3 - 2023

11. Blade

12. Fantastic Four

13. Deadpool 3

14. Captain America 4

Let's block ads! (Why?)


Marvel akan Rilis 14 Film Terbarunya - Republika Online
Kelanjutan Disini Klik

Rekomendasi Film Tentang Kapal Selam, The Kursk hingga Black Sea - tirto.id

tirto.id - Terdapat sejumlah film yang berkisah tentang kapal selam. Film-film tersebut umumnya berlatar perang dan aksi. Beberapa film mengadaptasi sejarah, kisah nyata, sebagian lagi hanyalah kisah fiksi.

Bertahan hidup di kedalaman laut bukanlah perkara mudah, kurang lebih pesan itu kerap tersirat di setiap film bertemakan kapal selam.

Film-film tentang kapal selam direkomendasikan penggemar film aksi, perang, militer, thriller, maupun sejarah


Berikut ini beberapa rekomendasi film tentang kapal selam, baik dari genre drama, sejarah, thriller, hingga komedi.

The Kursk (2018)

Film The Kursk atau yang juga dikenal dengan judul The Command, merupakan film yang diadaptasi dari buku Robert Moore, "A Time to Die." Melansir IMDb, film ini rilis pada 2019 dan disutradarai oleh Thomas Vinterberg.

Film The Kursk menceritakan tragedi nyata yang terjadi pada kapal selam Rusia, K-141 Kursk pada tahun 2000.

Tragedi tersebut menyebabkan tokoh fiksi Mikhail Kalekof (Matthias Schonaerts) dan anggota pelaut lainnya menghadapi kematian yang ada di depan mata.

Dalam kondisi kapal selam yang kritis, keluarga anggota pelaut berjuang melawan rintangan politik dan kesombongan militer Rusia demi menyelamatkan keluarga mereka.

Selain menggambarkan kondisi mencekam di kedalaman, film ini juga menampilkan drama terkait kehidupan sang tokoh utama sebelum mengalami bencana tersebut.

Trailer film The Kursk dapat dilihat melalui link ini.

Black Sea (2014)

Rekomendasi film tentang kapal selam lainnya adalah film Black Sea. Film yang dirilis pada 2014 ini disutradarai oleh Kevin Macdonald dan ditulis oleh Dennis Kelly.

Menurut IMDb, film ini bercerita tentang seorang kapten kapal selam, Robinson (Jude Law) yang tidak lagi dibutuhkan dalam pekerjaannya.

Ia mempertaruhkan segalanya untuk kembali diakui oleh atasannya, dengan memburu harta karun bawah air dari U-boat Nazi yang tenggelam di Laut Hitam.

Harta karun tersebut berupa batangan emas yang tidak ternilai harganya. Dengan mengumpulkan beberapa awak, ia menyisir dasar Laut Hitam yang luas.

Sayangnya, tidak lama setelah harta karun ditemukan keserakahan membuat timnya terpecah. Hal itu justru mengantarkan mereka dalam penghianatan yang berbahaya.

Trailer film Black Sea dapat dilihat melalui link ini.

Greyhound (2020)

Film Greyhound merupakan film tentang kapal selam dengan genre aksi, drama, dan sejarah. Film ini disutradarai oleh Aaron Schneider dan rilis pada 2020.

Film Greyhound diadaptasi dari novel C.S Forester "The Good Shepherd." Kisah dalam novel tersebut terinspirasi kisah nyata dari Perang Atlantik.

Film ini berlatar pada 1942 bertepatan dengan Perang Dunia II. Greyhound menceritakan seorang komandan Angkatan Laut AS, Captain Krause (Tom Hanks) yang harus memimpin pasukan kapal sekutu yang membawa ribuan tentara melintasi perairan berbahaya bernama "Black Pit".

Kapal tersebut tidak dilengkapi perlindungan penutup udara, dan selama 5 hari ia memimpin pasukan untuk melawan U-Boat Nazi. Ia harus memastikan pasukannya menyerang, namun disisi lain harus tetap tidak terdeteksi.

Trailer film Greyhound dapat dilihat melalui link ini.

K-19: The Widowmaker (2002)

Film K-19: The Widowmaker merupakan film garapan sutradara Kathryn Bigelow yang rilis pada 2002. Film ini merupakan film tentang kapal selam lainnya yang berdasarkan kisah nyata yang berlatar tahun 1961.

Melansir Rotten Tomattoes, K-19: The Widowmaker berkisah tentang Alexi Vostrikov (Harrison Ford) yang harus memimpin kapal selam rudal nuklir milik Soviet, K-19. Ia bertugas untuk melaut dan berpatroli dengan kapal berbahaya tersebut.

Sayangnya, ditengah pelayaran pertamanya kapal selam nuklir tersebut mengalami kerusakan dan dapat menimbulkan bencana nuklir berbahaya. Vostrikov harus berpacu dengan waktu untuk mencegah serangan nuklir setingkat Chernobyl yang berpotensi memicu perang dunia.

Dalam kondisi kritis tersebut, Vostrikov harus memilih antara perintahnya atau nyawa anak buahnya.

Trailer film K-19: The Widowmaker dapat dilihat melalui link ini.

Down Periscope (1996)

Down Periscope adalah film tentang kapal selam yang sedikit berbeda dibanding jajaran film lainnya. Filim ini bukan bertema aksi, drama, ataupun sejara, melainkan komedi. Film yang disutradarai oleh David S. Ward ini dirilis pada 1996.

Film Down Periscope berkisah tentang Tom Dodge (Kelsey Grammer) yang bertugas sebagai Kapten kapal selam USS Stingray.

Tidak hanya bertugas memimpin kapal selam disel tua yang buruk, ia harus memimpin komando bagi para kru kapal yang memiliki perilaku aneh.

Sembari memimpin komando, Kapten Dodge harus menghadapi musuh bebuyutannya, Laksamana Yancy Graham (Bruce Dern) yang akan melakukan apa saja untuk melihat Dodge dipermalukan.

Untuk mempertahankan posisinya di Angkatan Laut bersama dengan krunya ia berjuang melawan USS Orlando betenaga atom untuk menghancurkan kapal perang tiruan.

Trailer film Down Periscope dapat dilihat melalui link ini.

Baca juga:

Let's block ads! (Why?)


Rekomendasi Film Tentang Kapal Selam, The Kursk hingga Black Sea - tirto.id
Kelanjutan Disini Klik

Monday, April 26, 2021

Tidak mudik, Putri Ayudia pilih syuting film - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Batal mudik tahun ini, aktris Putri Ayudya mengaku akan mengisi waktu Lebarannya dengan melakukan panggilan video dan syuting film.

"Kelihatannya saat Lebaran aku masih ada syuting sambil mengurus program beasiswa Yayasan. Kalau pun bertemu keluarga besar paling mungkin via aps conference," kata Putri saat dihubungi ANTARA,  Selasa. 

Baca juga: Idola sejak kecil, Putri Ayudya bahagia kerja bareng Ratna Riantiarno

Pemerintah secara resmi telah memberlakukan larangan mudik Lebaran selama 6-17 Mei 2021. Hal ini dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) pun mulai dilaksanakan dua pekan sebelum mudik yakni 22 April - 5 Mei 2021 dan sepekan setelah masa peniadaan mudik 18-24 Mei 2021.

Pemain film "Mudik" itu mengatakan sebelum pandemi COVID-19, keluarga besarnya selalu melakukan ritual mudik ke Solo atau hanya sekadar berkumpul di satu tempat untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Ada rasa rindu untuk berkumpul dengan keluarga besar dan bertemu dengan kakek-neneknya. Namun ia tidak akan nekad untuk diam-diam mudik, mereka telah sepakat untuk bersilaturahmi melalui aplikasi meeting virtual.

"Kangen salaman, pelukan, potluck kuliner khas Bude dan saudara-saudara, serta catch up ngobrol langsung sama sepupu-sepupu yang udah kesebar jauh-jauh. Kami doa via Zoom saja," ujar Putri.

Sementara itu, Putri mengaku saat ini sedang mengerjakan beberapa proyek film, salah satunya adalah "Alang-Alang".

"Satu lagi sedang membuat PAM Project, sebuah penelitian-pemberdayaan para calon aktor profesional atau aktor pemula untuk masuk ke industri," kata pemain film "Kafir" itu.

Baca juga: Menyusuri perjalanan dan makna "pulang" lewat film "Mudik"

Baca juga: Asmara Abigail ajari tarian Tango untuk pemeran film "Mudik"

Baca juga: Tantangan Putri Ayudya dan Ibnu Jamil perankan pasangan di "Mudik"

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Let's block ads! (Why?)


Tidak mudik, Putri Ayudia pilih syuting film - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...