Rechercher dans ce blog

Sunday, August 29, 2021

Rekomendasi 7 Film Horor Barat tentang Gereja - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Film horor barat identik dengan kisah pengusiran hantu yang dilakukan oleh gereja.

Bukan tanpa sebab, cerita pengusiran hantu oleh gereja naik pamor setelah film The Exorcist (1973) meledak di pasaran. Berikut film horor barat tentang gereja.

Bukan Hollywood namanya jika tidak pandai meramu racikan film horor agar tetap laris di pasaran. Film horor dihadirkan dengan penggabungan genre lain seperti action, fantasi, misteri, thriller.


Semua genre diracik apik agar film horor tetap menarik di mata penonton.

Film-film horor bertemakan gereja berikut beberapa di antaranya bermuatan adegan kekerasan dan konten berbau dewasa, sehingga perlu pengawasan orang dewasa jika ditonton bersama anak di bawah umur.

Berikut rekomendasi film horor barat berlatar gereja.

1. The Unholy (2021)

The Unholy (2021)The Unholy merupakan film horor barat tentang gereja (Foto: dok. Sony Pictures via IMDb)

Film horor barat gereja pertama adalah The Unholy. Film ini berkisah tentang penafsiran mukjizat yang dimanipulasi iblis jahat.

The Unholy digarap oleh sutradara Evan Spilotopoulos yang diadaptasi dari novel berjudul 'Shrine by' karya James Herbert.

Kisah dimulai ketika Alice (Cricket Brown) remaja tunarungu yang mengaku bertemu Bunda Maria. Setelah pertemuan itu, Alice bisa bicara seperti orang pada umumnya.

Hebatnya lagi, dia bisa membuat mukjizat. Sontak peristiwa itu menarik perhatian Vatikan untuk diselidiki.

Semakin banyak Alice membuat mukjizat, semakin banyak orang menyembah dia layaknya Tuhan. Pastor menduga alih-alih mukjizat, justru ada hal mengerikan di balik sosok Alice.

2. The Seventh Day (2021)

Digarap oleh sutradara Justin P. Lange, The Seventh Day berkisah tentang kerja sama seorang pastor dan pengusir setan veteran dalam misi melatih para pastor muda untuk menjalani ritual-ritual pengusiran setan.

Seorang pastor muda bernama Daniel yang tertarik dengan ritual pengusiran setan dan telah beberapa kali menjalani prosesi pengusiran setan.

Meski demikian, dia merasa belum cukup kuat. Sampai suatu hari, dirinya dipertemukan dengan Pastor Peter yang berpengalaman dalam pengusiran setan.

Pertemuan itu tidak hanya melatih kemampuan Pastor Daniel tapi juga mengungkap rahasia gelap Pastor Peter.

3. The Nun (2018)

Film ‘The Nun’. (dok. Warner Bros Pictures)The Nun merupakan film horor barat tentang gereja (Foto: dok. Warner Bros Pictures)

Film horor berlatar gereja selanjutnya adalah The Nun. The Nun berkisah tentang penyelidikan kasus bunuh diri seorang biarawati di Rumania pada 1952. The Nun merupakan film spin-off dari sosok Valak dalam The Conjuring 2.

The Nun digarap oleh sutradara Corin Hardy dengan bantuan James Wan sebagai penulis skenarionya.

Usai mendengar kabar seorang biarawati tewas mengenaskan secara misterius, Vatikan mengutus Pastor Burke (Demian Bichir) dan Suster Irene (Taissa Farmiga) untuk menyelidiki kasus itu.

Dari jenazah suster, pastor dan suster menemukan sebuah kunci biara. Kunci tersebut akan menjelaskan semuanya, mulai dari penyebab tewasnya biarawati dan sejarah kelam dari biara tersebut.


Film horor tentang gereja lainnya berlanjut di halaman kedua...

Film Horor Barat tentang Gereja

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Adblock test (Why?)


Rekomendasi 7 Film Horor Barat tentang Gereja - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Kritik dan Review Film yang Baik itu.. - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada aksi ada reaksi. Ada film ada review, pujian, bahkan kritik. Begitulah dinamika ekosistem perfilman pada umumnya.

Namun, tak jarang review dan kritik dinilai 'salah' oleh filmmaker yang jadi sasaran, atau bahkan dari sesama reviewer atau pengulas film.

Lantas, review dan kritik film yang baik itu seperti apa ya? Mari kita simak pendapat beberapa pihak yang dihimpun oleh CNNIndonesia.com:


Seno Adi Gumira - Sastrawan/Ketua Dewan Kesenian Jakarta

Dalam hal ini kritik jurnalistik, diutamakan memberikan keterangan informasi di balik film itu. Jadi misalnya, "Home alone" itu dibuat bukan bulan Desember tapi kok ada saljunya. Itu jurnalisme film harusnya bisa memberi tahu soal itu, bahwa itu buatan dan ada teknik-tekniknya. Jadi lebih informatif.

Pendekatan yang benar adalah seorang kritikus itu bisa mengurai, bukan menilai. Jadi yang menilai itu menganggap film sebagai esensi, substansi yang bisa dinilai bagus atau tidak.

 

Andibachtiar Yusuf - Sutradara

Yang bisa kasi perspektif yang lain. Walau belum tentu juga si kritikus sadar sih dia sudah melakukan itu.

Misalnya gue pernah dibilang 'kegenitan, seperti memamerkan pengetahuannya yang spesifik itu. Kan jadi sadar kalau anu-anu.

Eric Sasono - Penulis Skenario Film

Kritik film itu adalah upaya untuk men-generate meaning dan sebenarnya generate meaning ini tidak hanya milik kritikus, penonton pun ketika menonton film juga men-generate meaning, memunculkan makna-makna dari satu film.

Nah bedanya adalah kritikus kemudian menuliskan, mengekspresikan,dan seterusnya.

Bagi saya (kritik film) harus cukup membangun argumentasi, ada pendapat yang dia sampaikan kemudian ada yang mendukung pendukung tersebut apakah itu data, ilustrasi, contoh.

Nah yang menurut saya baik adalah apabila dia bisa mensubstansiasi lewat film-film yang dia tonton, ada aspek-aspek formal yang dia bahas untuk membuktikan ini lah pendapat saya tentang film ini, kenapa dia begini.

Simak pendapat mengenai review film ideal lainnya di halaman berikutnya..

Jujur dan Argumen Pengiring, Kunci Review Film Baik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Adblock test (Why?)


Kritik dan Review Film yang Baik itu.. - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Kritik dan Review, Bukti Timbal Balik Wacana di Industri Film - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Namanya juga karya, salah satu muaranya pasti penerima. Sama halnya film, segala upaya, daya, dan biaya yang dikeluarkan tibanya akan di penonton juga.

Film tak menyoal eksakta. Jika sang seniman bebas karya, maka si penerima pun bebas nilai. Interpretasi terhadap karya akan diterima dengan bias individu.

Itu yang rupanya mendasari pengulas film atau reviewers dalam menyampaikan wacana. Kejujuran, jadi kunci bagi Rasyid Baihaqi di kesehariannya mengulas film.


"Jujur dong," jawab Rasyid pada CNNIndonesia.com, Kamis (26/8) ketika ditanya seberapa jujur ia ketika mengulas sebuah karya.

"Biasanya kalau niat review, sengaja enggak baca, nonton, atau dengar review orang lain dulu. Jadi enggak terpengaruh review-nya. Setelah review, baru deh cari sudut pandang orang lain." ujarnya mengisahkan proses review film.

Mulanya dari sekadar tugas. Namun, kini Rasyid mengaku mulai terbiasa mengulas film. Baginya, giat tersebut seperti naluriah.

Ia bahkan mengaku "geregetan kalau habis nonton film jelek." Ia ingin berbagi perspektif yang ia rasakan terhadap suatu film, kemudian menyalurkannya perspektif tersebut pada pembaca karya ulasannya.

"Kalau filmnya bagus, pengin orang lain merasakan hal yang sama juga. Entah itu senang, sedih, seram, apa punlah."

Sadar bahwa review ataupun kritikan yang ia buat bisa saja disadari keberadaannya oleh sang kreator film, Rasyid mengaku ada kehati-hatian yang ia rasakan. Namun, bukan rasa takut.

"Hati-hati dalam arti lebih cermat lagi kritiknya. Kalau takut sih enggak, toh niatnya bukan menjelek-jelekan." ujar Rasyid, yang beberapa ulasannya pernah sampai ke telinga kreator film yang diulas.

[Gambas:Youtube]

"Supaya dia lebih serius lagi bikin filmnya. Banyak yang bilang hubungan filmmaker dan kritikus itu kayak sparing partner." lanjutnya.

Tak terbayangkan bagi Rasyid, film hidup tanpa testimoni penonton. Baginya, jika dikelola dengan baik, testimoni secara kolektif bisa jadi 'bahan bakar' untuk filmmaker.

"Timbal balik ini menurutku penting untuk jadi bahan bakar filmmaker untuk bikin film lebih baik lagi. Awalnya komentar-komentar santai tapi jika ditulis lebih serius dan fokus pasti akan jadi kritik yang baik."

Simak tanggapan sutradara soal kehadiran review dan kritik film di halaman berikutnya..

Kritik Film Jadi Alasan Bahwa Karya itu Ada

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Adblock test (Why?)


Kritik dan Review, Bukti Timbal Balik Wacana di Industri Film - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Saturday, August 28, 2021

INTIP: 7 Film dengan Ulasan Buruk yang Berjaya di Box Office - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa film Hollywood berhasil meraup banyak keuntungan walau mendapatkan rating buruk di situs ulasan film ternama.

TOPIK TERKAIT

Adblock test (Why?)


INTIP: 7 Film dengan Ulasan Buruk yang Berjaya di Box Office - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

5 Pasangan Ikonik dari Film Romantis Indonesia, Chemistry Kuat Bikin Baper - Suara.com

Suara.com - Banyak film yang sukses membuat penonton baper karena akting para pemainnya. Tak heran, para tokoh utama sampai didoakan berjodoh di dunia nyata, seperti sedet pasangan ikonik dari film romantis Indonesia ini.

Chemistry kuat dan natural serta kepiawaian mereka berakting di depan kamera, membuat peran sejumlah pasangan di film ini membekas di benak publik.

Penasaran siapa saja pasangan ikonik dari film romantis Indonesia yang bikin baper dengan chemistry-nya? Simak daftarnya yang dirangkum dari Keepo.me--jaringan Suara. com berikut ini. 

1. Dilan dan Milea - Dilan 1990

Baca Juga: 3 Film Tentang Keluarga yang Bikin Terenyuh, Siap-siap Tisu!

Poster Milea: Suara dari Dilan [Instagram]
Poster Milea: Suara dari Dilan [Instagram]

Pasangan nyata yang kemudian diangkat dalam sebuah novel dan diadaptasi menjadi sebuah film romantis Dilan 1990 ini banyak membuat orang baper.

Berkat chemistry antara Dilan dan Milea, yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, sukses merebut 3,7 juta penonton di hari ke-11 penayangan film ini. 

Film Dilan 1990 ini menceritakan kisah cinta anak SMA, ketika Dilan berusaha untuk mendapatkan hati Milea dengan cara yang anti-mainstream dengan lelaki di zamannya. Dilan yang berbeda dengan lelaki lain ini selalu membuat Milea bahagia dengan cara yang nggak biasa, yang bikin para penontonnya ikut tersenyum.

2. Rangga dan Cinta - Ada Apa dengan Cinta

Ada Apa dengan Cinta. (imdb)
Pasangan ikonik dari film romantis Indonesia. (imdb)

Kedua pemeran dalam film Ada Apa dengan Cinta, Dian dan Nico ini bisa dibilang sebagai "Romeo dan Juliet" versi Indonesia, berkat sikap romantis dan mesra yang dilakukan keduanya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Nominasi Best Pictures Oscar, Berbagai Genre

Film ini juga menjadi salah satu kebangkitan industri film dalam negeri, hingga muncul sekuel keduanya saat ini, yang juga mendapatkan predikat film romantis favorit. Namun, sayangnya meski dianggap sebagai "Romeo dan Juliet"nya Indonesia, film Rangga dan Cinta punya akhir yang berbeda.

Adblock test (Why?)


5 Pasangan Ikonik dari Film Romantis Indonesia, Chemistry Kuat Bikin Baper - Suara.com
Kelanjutan Disini Klik

3 Film Tentang Keluarga yang Bikin Terenyuh, Siap-siap Tisu! - Suara.com

Suara.com - Rekomendasi film tentang keluarga ini bisa jadi pilihan tepat buat kamu sedang sedang mencari tontonan yang bisa bikin terharu, lebih tepatnya menguras air mata.

Deretan judul film yang dirangkum dari Digstraksi--jaringan Suara.com ini mengusung cerita soal hubungan anak hingga perjuangan orang tua untuk membahagiakan keluarga.

Buat yang ingin menghabiskan akhir pekan sambil rebahan di rumah aja, rekomendasi film tentang keluarga ini menarik untuk dicoba.

1. Wedding Dress

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Nominasi Best Pictures Oscar, Berbagai Genre

Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)
Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)

Wedding Dress berkisah tentang seorang ibu yang merawat anaknya seorang diri. Sosok ibu yang sangat mencintai putrinya dan memiliki impian kelak jika putrinya menikah ia mengenakan gaun yang dibuatnya. Film Korea ini dibintangi Kim Hyang-gi yang berperan sebagai So-ra sosok putri dari Ko-woon yang diperankan oleh Song Yoon-ah.

Awal cerita berjalan biasa layaknya kisah ibu dan sang putri namun pada pertengahan film alur sedih mulai menghantui di mana sang ibu menyadari bahwa hidupnya sudah tak lama lagi, sang ibu khawatir dengan keadaan So-ra jika ia sudah tiada.

Ko-woon pun mulai memaksa So-ra untuk hidup bersosialisasi baik dengan teman sekolahnya maupun sepupunya supaya kelak ia tak merasa sendiri.

So-ra yang saat itu masih tak tahu kondisi sang ibu merasa tertekan oleh permintaan sang ibu. Hingga akhirnya melalui bibinya ia tahu bahwa sisa waktu bertahan hidup sang ibu sudah tak lama lagi. Pelan-pelan So-ra mulai memenuhi permintaan sang ibu.

2. Harmony

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Komedi Romantis Indonesia, Bikin Senyam-senyum Sendiri

Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)
Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)

Film yang menceritakan hubungan ibu dan anak memang paling berhasil membuat para penontonya sedih, tak terkecuali film yang satu ini.

Film Harmony tayang pada tahun 2010 menceritakan para narapidana wanita dengan latarbelakang permasalahan yang berbeda.

Harmony dibintangi oleh Kim Yunjin, Na Moon Hee, Kang Ye Won, Jang Young Nam, Lee Da Hee, Jung Soo Young, dan Park Jun Myun.

Tokoh utama dari film ini ialah Kim Yunjin yang berperan sebagai Jeong-hye yang dimana ia harus mendekam dipenjara saat kondisinya sedang hamil tua, ia tak sengaja membunuh sang suami yang kerap kali melakukan kekerasan kepadanya.

Di dalam penjara Jeong-hye bertemu dengan Moon Ok yang di perankan Na Moon Hee yang merupakan seorang profesor musik di universitas. Seiring berjalannya waktu Moon Ok sudah dianggap sebagai orang tua oleh penghuni sel.

Jeong-hye harus melahirkan anaknya di dalam penjara Jeong-hye di bantu teman-temannya dan satu sipir dalam merawat anaknya.

3. Risthey

Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)
Rekomendasi film tentang keluarga. (imdb)

Datang dari India film Risthey juga mampu bikin emosi kalian naik turun. Anil Kapoor berperan sebagai Suraj Singh dan Karisma Kapoor sebagai Komal.

Suraj dan Komal adalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan memutuskan untuk menikah meski tanpa restu dari ayah Komal. Tak butuh waktu lama untuk bikin emosi penonton tak berselang lama setelah menikah Suraj dituduh selingkuh oleh Komal.

Padahal peristiwa perselingkuhan itu ialah rekayasa yang di dalangi sang ayah. Suraj dan Komal memilih berpisah tapi belum memutuskan untuk bercerai.

Suraj dan Komal memiliki seorang putra yang di mana putra mereka di diagnosa tidak bisa berjalan. Hancur hati Suraj namun dengan penuh upaya dan rela berkorban apapun demi kebahagiaan sang anak ia mengupayakan berbagai cara supaya sang anak mampu berjalan.

Itulah sederet film tentang keluarga yang siap mengobrak-abrik suasana hatimu. Tertarik untuk menonton yang mana dulu?

Adblock test (Why?)


3 Film Tentang Keluarga yang Bikin Terenyuh, Siap-siap Tisu! - Suara.com
Kelanjutan Disini Klik

7 Rekomendasi Film Komedi Romantis Indonesia, Bikin Senyam-senyum Sendiri - Suara.com

Suara.com - Sedang mencari rekomendasi film komedi romantis Indonesia? Deretan judul di bawah ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Mengusung alur cerita yang ringan namun sulit ditebak, sekaligus sajian chemistry para pemainnya yang kuat, membuat sejumlah film komedis romantis Indonesia ini sayang kalau dilewatkan.

Dirangkum dari Keepo.me--jaringan Suara.com, berikut rekomendasi film komedi romantis Indonesia yang menarik untuk ditonton.

1. Eiffel I'm in Love

Baca Juga: Senam Otak di Akhir Pekan, 5 Film Plot Twist Ini Bikin Kamu Mikir Keras

Film komedi romantis Indonesia. (imdb)
Film komedi romantis Indonesia. (imdb)

Eiffel I'm in Love yang dirilis tahun 2003 yang lalu ini menceritakan kisah cinta antara Tita (Shandy Aulia) dengan Adit (Samuel Rizal) yang membuat para penontonnya tersenyum sekaligus baper.

Eiffel I'm in Love menceritakan sepasang kekasih yang selalu bertengkar sejak pertemuan pertama mereka. Meskipun kedua orang tuanya saling mengenal satu sama lain, nyatanya kedua anaknya selalu beradu mulut.

Namun, ternyata Adit memendam rasa kepada Tita yang sudah memiliki kekasih. Ending film Eiffel I'm in Love juga bikin kamu "geregetan", dan nggak heran kalau film ini masuk dalam salah satu film komedi Indonesia terbaik sampai saat ini.

2. Single

Film komedi romantis Indonesia. (imdb)
Film komedi romantis Indonesia. (imdb)

Single karya Raditya Dika ini adalah film komedi Indonesia yang pertama kali tayang tahun 2015 yang lalu. Film ini menceritakan tentang Ebu (Raditya Dika), seorang pemuda yang jomblo sejak lahir dan selalu ditolak wanita.

Baca Juga: 10 Film Preity Zinta Paling Populer, Salaam Namaste Termasuk

Dalam film Single, banyak menceritakan tentang usaha yang dilakukan oleh Ebi untuk mendapatkan Angel (Annisa Rawles). Sayangnya, Ebi tidak berani mengungkapkannya, malahan mendapatkan pelajaran hidup yang lebih penting dari sebuah "status" saja.

3. Milly & Mamet

Milly & Mamet (StarVisionPlus)
Milly & Mamet (StarVisionPlus)

Milly & Mamet menceritakan tentang kehidupan dua tokoh yang sebenarnya ada di dalam film Ada Apa Dengan Cinta, namun dengan sentuhan berbeda dan bikin kamu tertawa sepanjang film.

Milly (Sissy Priscillia), diceritakan menikah dengan Mamet (Dennis Adhiswara) yang memiliki beberapa masalah sehingga membuat Milly harus resign dari pekerjaannya, dan Mamet yang harus bekerja di pabrik milik Ayah Milly.

Permasalahan puncak terjadi ketika Alexandra (Julie Estelle) menawarkan mimpi yang ingin dibangun bersama dengan Mamet dulu. Namun, bagaimana kelanjutannya? Pastikan kamu menonton kelanjutan dari film Milly & Mamet ya!

4. Shy Shy Cat

Film komedi romantis Indonesia. (imdb)
Film komedi romantis Indonesia. (imdb)

Shy Shy Cat menceritakan Mira (Nirina Zubir) yang diminta untuk mudik ke kampung halamannya oleh Ayahnya (Budi Dalton) karena hendak dijodohkan dengan seorang laki-laki bernama Otoy (Fedi Nuril).

Mira yang keberatan berusaha untuk menolak tawaran orang tuanya tersebut. Dengan bantuan dua teman dekatnya, Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani), mencoba untuk mengagalkan usaha orang tua Mira tadi.

Tapi, justru kejutan terjadi ketika Mira mengetahui penampilan Otoy saat ini, yang berbeda dengan dulu yang Ia kenal. Ending film ini juga nggak bakal mudah kamu tebak, membuat kisahnya makin menarik.

5. Koala Kumal

Film komedi romantis Indonesia. (imdb)
Film komedi romantis Indonesia. (imdb)

Koala Kumal, film yang disutradarai oleh Raditya Dika ini menceritakan Dika (Raditya Dika) yang batal menikah dengan Andrea (Acha Septriasa) karena kedapatan selingkuh dengan cowok lain bernama James (Nino Fernandez).

Karena kejadian itu, Ibu Dika akhirnya memutuskan untuk menjodohkan dirinya dengan wanita pilihannya. Namun, kehadiran Trisna (Sheryl Sheinafia) justru membantu menyelamatkan Dika dari perjodohan orang tuanya.

Itulah rekomendasi film komedi romantis Indonesia yang sayang kalau dilewatkan. Tertarik nonton yang mana dulu nih?

Adblock test (Why?)


7 Rekomendasi Film Komedi Romantis Indonesia, Bikin Senyam-senyum Sendiri - Suara.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...