Rechercher dans ce blog

Monday, May 3, 2021

Inspiratif, Ini 5 Rekomendasi Film Bertema Pendidikan - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Hari Pendidikan Nasional baru saja dirayakan pada Minggu (2/5/2021) lalu.

Selain sebagai bentuk peringatan terhadap jasa Ki Hajar Dewantara, Hari Pendidikan Nasional juga mengingatkan kita untuk terus semangat dalam menuntut ilmu.

Berikut adalah lima film bertema pendidikan yang dapat memotivasi Anda untuk terus berjuang.

Baca juga: Sinopsis Zodiac, Kutukan Mumi Mesir Kuno, Tayang di Viu

1. Laskar Pelangi (2008)

Laskar Pelangi merupakan film garapan Riri Riza yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata.

Berlatar pada 1970-an, kisahnya mengikuti perjuangan Bapak Harfan (Ikranagara) dan Ibu Muslimah (Cut Mini Theo) dalam mendidik sebelas anak di Desa Gantong.

Meski bangunan dan peralatan sekolah yang ada tak memadai, mereka tetap mau membantu Ikal (Zulfanny), Lintang (Ferdian), dan kawan-kawannya untuk terus belajar dan bermimpi.

Dengan dorongan para guru dan keinginan untuk belajar, murid-murid SD Muhammadiyah Gantong pun menjadi giat dalam menuntut ilmu hingga berhasil menorehkan prestasi.

Baca juga: Sinopsis Sweet Tooth, Serial Netflix yang Digarap Robert Downey Jr.

2. Negeri 5 Menara (2012)

Negeri 5 Menara merupakan film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Ahmad Fuadi.

Sejumlah tokoh dalam film ini adalah Alif Fikri (Gazza Zubizareta), Baso (Billy Sandy), Atang (Rizky Ramdani), Said (Ernest Samudra), Raja (Jiofani Lubis), dan Dulmajid (Aris Putra).

Keenam pemuda yang berasal dari berbagai daerah tersebut belajar di pondok pesantren bernama Pondok Madani.

Di Pondok Madani, mereka dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan selalu berani untuk bermimpi besar.

Dengan prinsip Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil), mereka berjanji terhadap satu sama lain untuk menaklukkan dunia di kemudian hari.

Baca juga: Sinopsis Drama Thailand The Unidentical Twins, Segera Tayang di Viu

3. Freedom Writers (2007)

Freedom Writers merupakan film drama berdasarkan kisah nyata yang diangkat dari buku nonfiksi berjudul The Freedom Writers Diary karya Erin Gruwell dan Freedom Writers.

Berlatar pada 1994, kisahnya mengikuti Erin Gruwell (Hillary Swank) yang mengajar di Woodrow Wilson Classical High School.

Baru saja menerapkan sistem integrasi, sekolah tersebut langsung dihadapkan oleh sejumlah siswa yang bermasalah.

Baca juga: Sinopsis Film Ghost Writer, Persahabatan Seorang Penulis dengan Hantu

Kesulitan ini juga dihadapi oleh Erin karena ia harus mengajar murid-muridnya yang tergabung dalam berbagai geng dan memiliki sikap rasis.

Namun, bukannya menyerah, Erin malah berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari para muridnya.

Ia juga meminta mereka untuk menulis lika-liku kehidupan yang mereka alami di sebuah buku kosong yang ia belikan.

Meski mendapat pertentangan dari berbagai pihak, perlahan-lahan usaha Erin pun membuahkan hasil.

Baca juga: Sinopsis And Tomorrow the Entire World, Pengorbanan Melawan Penindasan

4. Dead Poets Society (1989)

Menampilkan Robin Williams sebagai guru Bahasa Inggris bernama John Keating, kisah film ini berkutat pada sebuah kelompok bernama Dead Poets Society.

Kisahnya berawal ketika John membuka pikiran para siswanya dengan metode pengajaran yang tidak biasa, mulai dari merobek buku puisi hingga berdiri di atas meja.

Melihat hal tersebut, murid-muridnya pun tentu terkejut.

Baca juga: Sinopsis Dead Poets Society, Kisah Guru yang Mengubah Kehidupan

Namun, John menjelaskan bahwa hal ini dilakukannya agar mereka bisa memiliki pandangan berbeda dan mencoba untuk memiliki hidup yang bermakna melalui keindahan sastra.

Selain itu, dirinya juga tergabung dalam Dead Poets Society, sebuah kelompok kecil yang menyelinap ke gua dekat sekolah untuk membaca puisi.

Mengetahui hal ini, Todd Anderson (Ethan Hawke), Neil Perry (Robert Sean Leonard), dan teman-temannya pun tertarik untuk ikut.

Dari perkumpulan inilah mereka perlahan saling membuka diri hingga terbentuk ikatan kuat di antara para anggota Dead Poets Society.

Baca juga: Sinopsis Fear, Rahasia Kelam di Balik Paras Tampan

5. Akeelah and the Bee (2006)

Film kali ini mengikuti perjuangan seorang gadis kecil bernama Akeelah Anderson (Keke Palmer) yang memiliki bakat dalam mengeja.

Kisah berawal ketika dirinya memenangkan kompetisi Spelling Bee yang harus ia ikuti karena telah berulang kali tidak menghadiri kelas.

Berasal dari keluarga dengan latar belakang yang kelam, kemampuan Akeelah untuk mengeja kata dalam bahasa Inggris menjadi kesempatan membuktikan dirinya.

Di bawah bimbingan Dr. Larabee (Lawrence Fishburne), ia pun berjuang agar bisa ikut berpartisipasi dalam lomba Spelling Bee tingkat nasional.

Itulah lima rekomendasi film bertema pendidikan yang dapat menginspirasi Anda.

Let's block ads! (Why?)


Inspiratif, Ini 5 Rekomendasi Film Bertema Pendidikan - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Cerita Dian Sastrowardoyo Pernah Berniat Berhenti dari Dunia Film - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Dian Sastrowardoyo menjadi tamu dalam kanal YouTube Daniel Mananta Network yang berjudul “Cerita Hidup Seorang Dian Sastrowardoyo- Daniel Tetangga Kamu”.

Dalam perbincangan tersebut, terkuak fakta mengejutkan bahwa pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta ini sempat ingin mengakhiri kariernya di dunia film.

Baca juga: Dian Sastro Wawancarai Sendiri Calon Penerima Beasiswa Dian

Mengingat Dian Sastro sempat hiatus selama enam tahun dari dunia film.

“Gue tadinya sudah siap, kayak sudah berhenti saja (di film), enggak apa-apa kok,” kata Dian dikutip Kompas.com, Senin (3/5/2021).

"Gue waktu itu sempat lihat industri film benar-benar kayak, gue enggak tahu, apakah gue pengin menjadi bagian dari industri film apabila industri film begini aja terus-terusan," sambung dia.

Baca juga: Dian Sastro Biayai Beasiswa Anak Asuhnya dengan Tabungan Sendiri

Kendati begitu, saat memutuskan hiatus sementara dari dunia film, rupanya Dian sempat beralih profesi sebagai konsultan.

Hingga akhirnya, Dian menyebut ada salah satu perusahaan yang menerimanya.

Dian akhirnya sempat bekerja selama beberapa tahun.

Baca juga: Alasan Utama Dian Sastro Dirikan Sebuah Yayasan

“Terus gue dengan modal ijazah filsafat, maksudnya (kalau) filsafat jadi dosen gitu, kan. Kalau masuk ke kantor itu lu harus kerja keras, dan lu harus bisa kerja,” tutur Dian.

“Akhrinya gue jadi konsultan. Gue rasa mereka terima gue karena gue artis deh, buat bisa meningkatkan sales,” tambah Dian tertawa.

Let's block ads! (Why?)


Cerita Dian Sastrowardoyo Pernah Berniat Berhenti dari Dunia Film - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Sunday, May 2, 2021

Kabar Baik dari Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jambi memvonis Aditya Fernando Phasyah (AFP) selama 1 tahun dan 2 bulan atau 14 bulan atas kasus pembajakan film Keluarga Cemara karya Visinema Group.

Pemilik website DuniaFilm21 terbukti bersalah melakukan pembajakan film Keluarga Cemara.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jambi dalam amar putusan, Aditya Fernando Phasyah terbukti bersalah dan melanggar Pasal 113 ayat (3), junto Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Pembajak Film Keluarga Cemara Divonis 14 Bulan Penjara

Kompas.com merangkum babak akhir dari kasus itu sebagai berikut:

Lebih rendah dari dibandingkan tuntutan

Vonis hakim lebih rendah dibandingkan tuntutan sebelumnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Aditya dengan hukuman 2 tahun penjara.

Terdakwa Aditya juga dibebankan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan penjara.

Baca juga: Bersaksi di Sidang Kasus Pembajakan Film, Angga Dwimas Sebut Negara Juga Dirugikan

Kelegaan hati sutradara

CEO dan Founder Visinema Angga Dwimas Sasongko merespon atas putusan hakim yang menjatuhkan hukuman 14 bulan penjara terhadap terdakwa.

Dia mengaku lega karena akhirnya terdakwa Aditya menerima hukuman.

“Untuk pertama kalinya pembajak film (pelanggaran hak cipta) dibawa ke pengadilan dan diputus penjara 14 bulan,” tulis Angga di keterangan unggahannya.

Baca juga: Bicara Pembajakan Film, Produser Falcon Sebut Perlu Ada Hukuman Tegas

Angga mengatakan, kasus ini bisa jadi preseden baik untuk semua kreator agar bisa membawa para pembajak karyanya ke jalur hukum.

Awal kasus

Sebelumnya, terdakwa Aditya Fernando Phasyah dilaporkan oleh pihak PT Visinema Pictures pada April 2020 atas dugaan pidana pembajakan film Keluarga Cemara yang diproduksi Visinema.

Aditya ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Selasa (29/9/2020) di kawasan The Hok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Baca juga: Berawal dari Kegelisahan Pandemi, Angga Dwimas Sasongko Luncurkan Bioskop Online

Sementara rekannya, RBP yang turut dalam pembajakan itu masih menjadi buronan hingga saat ini. Diketahui RBP saat ini masih berada di luar negeri.

Kerugian negara

Pembajakan film ini tak hanya merugikan industri perfilman, namun juga merugikan negara lantaran bisa kehilangan potensi pajaknya.

“Jumlah film yang dibajak bukan hanya satu film tapi banyak. Atas perbuatan itu, kami semua dan terutama negara kehilangan potensi pajak yang sangat besar dari pembajakan ilegal," ujar Angga Dwimas setelah menjadi saksi persidangan kasus pembajakan film.

Menurutnya, kerugian yang dialami akibat pembajakan film tersebut ada kerugian materi dan kerugian non materi.

Kerugian materi disebut mencapai Rp 2,8 hingga Rp 7 miliar. Sementara, kerugian non materi bisa berimbas pada kelangsungan perfilman Indonesia, khususnya nasib pekerja film.

Pembajakan sejak 2018

Diketahui, film Keluarga Cemara dicuri, diunggah, serta ditayangkan secara ilegal di platform website bernama DUNIAFILM21.

Film yang meraih 1,7 juta penonton bioskop pada awal 2019 itu diputar secara utuh atau ditayangkan secara online dengan cuma-cuma bagi pengunjung website tersebut.

Dalam penelusuran kasus pembajakan ini didapatkan fakta Aditya telah membajak sekitar 3.000 judul film lokal dan impor sejak 2018.

Aditya mencari keuntungan dari iklan yang didaftarkan, mengingat judul film-film tersebut cukup terkenal.

Dalam dakwaan itu disebutkan tarif iklan yang didaftarkan berkisar dari Rp 1.500.000 hingga Rp 3.500.000 per iklan untuk durasi 30 hari.

Sebelumnya, Aditya Fernando Phasyah didakwa dengan pasal 32 ayat 2 jo pasal 48 ayat 2 UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dia juga dikenai Pasal 113 ayat (3) jo Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e,dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

Let's block ads! (Why?)


Kabar Baik dari Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Deretan Film Tentang Kecerdasan Buatan yang Bikin Puasa Enggak Terasa - Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Saat menjalankan ibadah puasa, selain tadarus atau berdzikir, tak ada salahnya jika kamu meluangkan waktu untuk menonton film.

Beberapa film bertema kecerdasan (Artificial Intelligence/AI) bisa dijadikan pilihan untuk ditonton bersama rekan atau keluarga.

Mulai dari yang membahas soal algoritme media sosial hingga kemampuan AI yang menguasai manusia.

Berikut tiga film tentang AI yang mungkin bisa membuat puasa kamu enggak terasa dan waktu seakan lebih cepat.

2 dari 4 halaman

The Social Dilemma

Film pertama yang bisa menemani kamu menunggu waktu buka puasa ini bercerita tentang algoritme media sosial.

Alur ceritanya tentang sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa orang mantan pejabat di perusahaan teknologi seperti Facebook.

Ia menjelaskan cara kerja algoritme yang mengarahkan kehidupan penggunanya. Dari yang paling ringan adalah fashion hingga kepercayaan diri.

Kemudian, disampaikan juga kalau setiap aktivitas yang dilkukan di media sosial tadi telah direkam oleh perusahaan.

Kelompok itu mengklaim mereka tidak menggunakan media sosial karena temuannya itu.

3 dari 4 halaman

Upgrade

Selanjutnya tentang sebuah pasangan yang hidup bersama tapi berbeda profesi. Pria yang bernama Grey yang berprofesi sebagai seorang mekanik konvensional, sementara pasangannya yang terobsesi dengan teknologi.

Singkat cerita, pasangan itu kecelakaan dan membuat Grey lumpuh. Atas pertolongan dari temannya, yang menambahkan robot mikro dengan kecerdasan buatan untuk membantu Grey.

Setelah dipasangkan robot tersebut, Grey akhirnya bisa beraktivitas. Namun, lambat laun ia malah jadi sasaran kecerdasan buatan yang bernama Stem.

Stem mengambil alih tubuh Grey yang membuat semua aktivitas jadi dikendalikan Stem.

Belakangan, pria itu mengetahui kalau Stem yang dilengkapi AI itu telah menjadi penyebab kecelakaan.

4 dari 4 halaman

TAU

Selanjutnya tentang sebuah sistem AI yang mengendaikan smarthouse. Namun, tidak sesederhana yang dibayangkan, karena tu adalah bagian dari percobaan penelitian yang dilakukan terhadap beberapa orang.

Singkatnya, berkisah seorang perempuan yang diculik oleh ilmuwan yang sedang melakukan penelitian dengan memanfaatkan AI.

Perempuan itu mampu melakukan banyak tugas yang sesuai dengan ekspektasi si ilmuwan. Namun, ilmuwan tersebut kerap menghukum perempuan karena kesalahan kecilnya.

Tak hanya itu, sang ilmuwan juga menghukum TAU sebagai sistem kecerdasan buatan karena gagal mengawasi objek penelitiannya.

Alhasil, perempuan itu dan TAU bisa berkomunikasi dan semakin dekat, tak jarang TAU membantu beberapa keinginan perempuan itu untuk kabur dari smarthouse tersebut.

Secara sederhana, film ini bercerita tentang hubungan antara sistem kecerdasan buatan dengan seorang manusia objek penelitian.

Film tentang AI tersebut bisa jadi referensi kamu menonton film sembari menunggu waktu berbuka puasa. Bisa diitonton bersama keluarga subuh, atau bahkan malam setelah tarawih.

Let's block ads! (Why?)


Deretan Film Tentang Kecerdasan Buatan yang Bikin Puasa Enggak Terasa - Liputan6.com
Kelanjutan Disini Klik

Akhirnya Film Legenda Petualang Herman Lantang Diputar 22 Mei - SINDOnews.com

JAKARTA - Setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akhirnya film dokumenter untuk mengenang dan menghormati legenda petualang Indonesia Herman O Lantang akan tayang perdana (gala premiere) pada Sabtu 22 Mei 2021.

Film dokumenter berjudul “HOL” produksi Elang Bayu Production ini akan diputar terbatas di Auditorium Syahida Inn Lt 2, Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Jakarta.

Ressy Elang Andrian, kreator dan sutradara Film HOL, merilis kuota tiket film ini sangat terbatas, yakni hanya 300 tiket untuk pemutaran pada gala premiere.

Disebutkan juga kapasitas ruangan menampung 500 orang, tetapi hanya akan diisi 100 orang (penonton) dan akan dibuat dua kali pemutaran (pukul 13.00 dan pukul 16.00). Masing-masing pemutaran akan diisi 100 penonton tidak boleh lebih, dan wajib mengenakan masker.Baca juga: Pendiri Mapala UI sekaligus Sahabat Soe Hok Gie, Herman Lantang Meninggal Dunia

Film dokumenter HOL mengekspose sosok Herman O Lantang, tentang sisi kehidupan keseharian dan sisi humanis sang legenda, termasuk sisi lainnya yang belum banyak diketahui orang. Juga menampilkan beberapa co-star dan teman-teman terdekat Herman Lantang yang akan tampil dalam film dokumenter ini, untuk mengeksplorasi komitmen luar biasa dan beragam prestasi pendiri Mapala UI (Universitas Indonesia) ini.

Baca Juga:

“Sampai saat ini tim masih terus mempersiapkan segala kebutuhan untuk pemutaran film dengan melakukan meeting per dua minggu, dan alhamdulillah progresnya baik. Sambutan dari para pendaki juga sangat baik, sangat mendukung sekali dan sangat antusias ingin segera menonton film ini,” kata Ressy dihubungi KORAN SINDO, Minggu (2/5/2021)

Melalui film berdurasi dua jam ini, Ressy ingin mengajak semua orang untuk mengenal lebih dekat sosok Herman O Lantang. “Harapannya agar kita semua bisa mengenal lebih dekat sosok Herman O Lantang, dan pastinya semoga film ini bisa bermanfaat dan kita semua bisa belajar bersama. Film ini bisa menjadi refleksi kita semua sebagai pendaki gunung,” tandasnya.

Akhirnya Film Legenda Petualang Herman Lantang Diputar 22 Mei

Bersahabat dengan Soe Hoek Gie

Seperti diketahui, Herman O Lantang telah pergi untuk selama-lamanya pada 22 Maret 2021 lalu. Kepergian legenda petualang Indonesia ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi dunia pendakian, para sahabat sesama pendaki juga para pecinta alam seluruh Indonesia.

Suami dari Regina Joyce Moningka yang bernama lengkap Herman Onesimus Lantang ini tutup usia di umur 81 tahun, dan dimakamkan pada 23 Maret 2021 di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.Baca juga: Jurnalis Senior Don Hasman Posting Foto Kebersamaan dengan Herman Lantang

Herman Lantang adalah mantan mahasiswa jurusan Antropologi di FSUI dan juga mantan ketua senat Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada era 60-an. Herman Lantang juga salah satu pendiri Mapala UI dan pernah menjabat sebagai ketuanya pada 1972-1974.

Herman Lantang adalah sahabat dari Soe Hoek Gie yang pernah menjadi inspirator gerakan demo long march mahasiswa UI untuk menggulingkan pemerintahan Soekarno pasca G30 S dan semasaTritura.

Sampai sebelum film biografi "GIE" muncul di layar perak, tak banyak orang yang menggubris kehadiran tokoh yang satu ini, kecuali, lagi-lagi, komunitas pencinta alam, yang sangat mengagungkan sikapnya yang tetap rendah hati. Kegemaran Herman Lantang terhadap alam mulai timbul ketika ayahnya yang saat itu berprofesi sebagai tentara sering mengajaknya keluar-masuk hutan di kawasan Tomohon untuk berburu. Dari situ, lambat laun kecintaannya terhadap hutan yang sarat aroma sarasah dan petualangan timbul.

Lalu, setelah tamat dari Europrrshe Lagere School SR GMIM4 (setaraf SD), Herman kecil melanjutkan ke SMPK Tomohon. Herman mulai hijrah ke ibu kota bersama orang tuanya yang saat itu di pindahtugaskan ke daerah baru. Kemudian di Jakarta inilah ia melanjutkan kembali pendidikan formalnya, ketika diterima di SMA 1 (Budi Utomo) pada 1957. Tak puas sampai di situ, Herman mulai melirik perguruan tinggi yang menurutnya akan memberikan sistem pendidikan terbaik.

Let's block ads! (Why?)


Akhirnya Film Legenda Petualang Herman Lantang Diputar 22 Mei - SINDOnews.com
Kelanjutan Disini Klik

Pembajak Film Keluarga Cemara Divonis 14 Bulan Penjara - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengadilan Negeri Jambi memvonis Aditya Fernando Phasyah berinisial (AFP) selama 1 tahun dan 2 bulan atas kasus pembajakan film Keluarga Cemara karya Visinema Group.

Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh CEO dan Founder Visinema, Angga Dwimas Sasongko.

“Betul (divonis 1 tahun 2 bulan atau 14 bulan),” ujar Angga melalui pesan tertulis, Sabtu (1/5/2021) malam.

Baca juga: Sidang Kasus Pembajakan Film Keluarga Cemara di Website Duniafilm21, Visinema Mengaku Rugi hingga Rp 3 M

Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jambi dalam amar putusan, Aditya Fernando Phasyah terbukti bersalah dan melanggar Pasal 113 ayat (3), junto Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan Pidana penjara selama satu dan dua bulan,” tulis SIPP PN Jambi.

Aditya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan Pidana kurungan selama satu bulan.

Baca juga: Sidang Lanjutan Pembajakan Film Keluarga Cemara, Dirut Visinema: Negara Rugi, Pembuat Film Rugi

Sutradara Ismail Bashbet (bertopi) berfoto dengan para bintang Keluarga Cemara 2 (dari kiri) Ringgo Agus, Adhisty Zara, Widuri Putri, dan Nirina Zubir.Instagram/Film Keluarga Cemara Sutradara Ismail Bashbet (bertopi) berfoto dengan para bintang Keluarga Cemara 2 (dari kiri) Ringgo Agus, Adhisty Zara, Widuri Putri, dan Nirina Zubir.

Pengadilan Negeri Jambi juga menutuskan masa penahanan yang telah dijalani oleh Aditya sebagai terdakwa akan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang telah dijatuhkan padanya.

Sementara Angga Dwimas Sasongko dalam akun Instagram-nya mengungkapkan kelegaan hatinya karena akhirnya Aditya menerima hukuman.

“Untuk pertama kalinya pembajak film (pelanggaran hak cipta) dibawa ke pengadilan dan diputus penjara 14 bulan,” tulis Angga di keterangan unggahannya.

Baca juga: Keluarga Cemara 2 Hadirkan Ismail Basbeth sebagai Sutradara

Angga mengatakan, kasus ini bisa jadi preseden baik untuk semua kreator.

“Kita bisa bawa mereka yang nyolong karya kita ke penjara,” kata Angga.

Terakhir, Angga berterima kasih pada kuasa hukumnya, Muhammad Aris Marasabessy yang berjuang mengawal kasus ini hingga akhir.

Baca juga: Ada Iklan Porno dan Judi Online, Pemilik Film Keluarga Cemara Tolak Mediasi

“Thank you @arismarasabessy, lawyer kami yang berdedikasi penuh berjuang untuk ini terjadi,” tutur Angga.

Sebelumnya, Aditya Fernando Phasyah ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada Selasa (29/9/2020).

Aditya ditangkap karena menayangkan secara ilegal film Keluarga Cemara di platform DUNIAFILM21.

Dalam kasus ini terdakwa dikenai pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 48 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa juga dikenakan pasal 113 ayat (3) jo Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b huruf e dan atau huruf g UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Let's block ads! (Why?)


Pembajak Film Keluarga Cemara Divonis 14 Bulan Penjara - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Sinopsis Film The Founder, Biografi Pendiri Restoran Cepat Saji - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - The Founder merupakan film bergenre drama biografi asal Amerika Serikat karya sutradara John Lee Hancock.

Di bawah naungan rumah produksi The Weinstein Company, film ini dibintangi oleh Michael Keaton, Laura Dern, Nick Offerman, John Carroll Lynch, Patrick Wilson, dan BJ Novak.

Berkisah tentang Ray Kroc, seorang salesman keliling dari Illinois yang gagal menjual mixer milkshake merek Prince Castle.

Baca juga: Sinopsis The Founder, Kisah Sang Pelopor Waralaba McDonalds

Istri Ray Kroc bernama Ethel, merupakan seorang ibu rumah tangga yang telah cukup banyak menabung demi menjalani kehidupan sederhana dan nyaman di Arlington Heights.

Ray Kroc kerap kali mengamati beberapa restoran drive-in. Menurutnya, restoran itu tidak efisien dengan waktu tunggu yang lama untuk pesanan.

Setelah mengetahui ada restoran drive-in di San Bernardino memesan mixer milkshake dengan jumlah yang besar, Ray Kroc pun berkendara ke Kalifornia.

Baca juga: Sinopsis Film Bunraku, Aksi Balas Dendam Hadapi Bos Mafia

Sesampainya, dia melihat McDonald's, restoran kaki lima yang sangat populer dengan pelayanannya yang cepat, berkualitas, kemasan sekali pakai, dan suasana yang ramah untuk pengunjung keluarga.

Ray Kroc selanjutnya bertemu dengan pemiliknya, yaitu Mac McDonald (John Carroll Lynch) dan Dick McDonald (Nick Offerman).

Mendengar kisah di balik berdirinya restoran cepat saji McDonald, Ray mengungkap idenya untuk membesarkan bisnis tersebut.

Baca juga: Sinopsis Swamp Thing, Monster Rawa ala DC Universe, Tayang di HBO GO

Maurice dan Richard diminta memikirkan kemungkinan jika McDonald diubah menjadi restoran waralaba.

Meski awalnya mendapatkan penolakan, Ray akhirnya berhasil meyakinkan McDonald bersaudara untuk membuka cabang pertama mereka.

Di Des Plaines, Illinois, Ray memulai proyek ambisinya untuk membangun restoran cepat saji tersebut.

Baca juga: Sinopsis Terima Kasih Emak Terima Kasih Abah, Perjuangan Menjaga Keutuhan Keluarga

Sayangnya, langkah awal Ray harus terhambat dengan manajemen yang buruk dari para rekan bisnisnya.

Dari sini, Ray mulai putar otak untuk mencari investor baru yang mampu mendukung impian besarnya.

Saksikan The Founder pada Sabtu, 1 Mei 2021 pukul 21.30 WIB di Bioskop Trans TV.

Let's block ads! (Why?)


Sinopsis Film The Founder, Biografi Pendiri Restoran Cepat Saji - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...