Rechercher dans ce blog

Saturday, March 6, 2021

Mira Lesmana sebut dukungan yang diharapkan insan film dari pemerintah - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Para pekerja film tanah air kemarin (5/3) beramai-ramai mengunggah surat terbuka yang ditujukan kepada presiden Joko Widodo, salah satu poin pentingnya adalah meminta dukungan nyata dari pemerintah untuk membantu industri film agar bisa terus bergerak.

Surat terbuka ini diunggah oleh Mira Lesmana, Ernest Prakasa, Joko Anwar, Hanung Bramantyo, Mawar Eva De Jong, Syakir Daulay, Zaskia Adya Mecca, Dian Sastrowardoyo, Adipati Dolken dan lainnya.

Mira Lesmana sebagai salah satu sineas yang ikut melayangkan surat ini mengatakan tujuan utama dari gerakan tersebut adalah untuk mengingatkan pemerintah bahwa industri film juga sama terpuruknya dengan industri yang lain saat pandemi COVID-19.

Industri perfilman tanah air dinilai sama pentingnya dengan bidang lain dan kehadiran film sangat penting untuk eksistensi sebuah bangsa, apalagi dalam kurun waktu 4 atau 5 tahun belakangan, nama Indonesia cukup berjaya di pasar internasional.

"Kalau kita tidak diberi bantuan pernapasan, kita bisa terpuruk dan apa yang sudah kita capai empat tahun ini akan sia-sia, padahal itu semua hasil kerja keras. Jadi sebenarnya kita ingin memberitahu semua bahwa ini sedang parah banget, penurunan bioskop aja itu 97 persen sejak pandemi," kata Mira saat dihubungi ANTARA, Sabtu.

Baca juga: Ingin bangkitkan industri layar lebar, Insan Film surati Jokowi

Baca juga: Kolaborasi dan alih wahana bisa dorong industri animasi Indonesia

Pembukaan bioskop pada Oktober 2020 tidak mendatangkan perubahan yang signifikan bagi pendapatan industri film. Sebab masih banyak stigma negatif untuk datang ke bioskop, seperti protokol kesehatan yang tidak aman.

Ongkos produksi untuk menggarap sebuah film saat pandemi pun tidak murah, sebab ada pengeluaran tambahan untuk biaya protokol kesehatan. Tidak ada produksi film, artinya tidak akan ada film yang bisa ditayangkan di bioskop dan lama-lama bioskop bisa tutup secara permanen.

"Jadi ada stigma fear factor-nya, itu kan saling berhubungan bahwa negara harus memberi kenyamanan bagi kita semua baik untuk yang bekerja dan menonton," ujar produser film "Ada Apa Dengan Cinta" itu.

Fakta ini membuat Mira dan juga insan film lainnya berpendapat bahwa industri film harus diberikan dukungan nyata dari pemerintah seperti subsidi dan stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional.

"Kita bukannya tidak mau mempertahankan ini semua, jadi butuh dukungan dari pemerintah untuk subsidi, stimulus, apakah itu dari pemulihan ekonomi nasional atau bentuk-bentuk lain seperti pengurangan pajak, apapun itu harus dibuat komperehensif termasuk menyuarakan kampanye untuk merasa aman ke bioskop dan merasa aman bekerja," kata Mira.

Selama setahun penuh, para pekerja film sudah berusaha untuk bertahan dengan dana mandiri. Akan tetapi mereka sadar, bahwa jika tidak mendapat bantuan dari pemerintah maka industri film Indonesia akan semakin terpuruk dan apa yang sudah dicapai dalam lima tahun terakhir akan sia-sia.

"Intinya itu karena kami sudah berusaha selama setahun ini sendiri dan enggak mungkin kalau tidak dibantu, berarti kami akan terpuruk beberapa bulan lagi. Dan begitu bioskop tutup nih, kita semua enggak bisa bergerak, karena pemasukan utama kami untuk menumbuhkan perfilman itu adalah dari bioskop," kata Mira.

Baca juga: Riri Riza libatkan Nicholas Saputra untuk film baru "PARANOIA"

Baca juga: Babak baru perlawanan industri film Indonesia terhadap pembajakan

Baca juga: Optimisme Mira Lesmana dan Riri Riza terhadap industri film

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Let's block ads! (Why?)


Mira Lesmana sebut dukungan yang diharapkan insan film dari pemerintah - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Friday, March 5, 2021

Belum Tayang di Bioskop Indonesia, 7 Film Terbaru Ini Dirilis di Klik Film Maret 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah membuka 2021 dengan produksi film terbaru, yakni Hujan Di Balik Jendela dan Tentang Rindu, platform digital Klik Film kini menyuguhkan tujuh film andalan untuk dinikmati selama Maret 2021 ini.

Film-film itu adalah Fear of Rain, Dreamcatcher, Archenemy, The Devil Bellow, Jallikattu, Becky, dan Penguin Bloom.

Salah satu yang spesial, yakni Jallikattu yang diangkat dari cerita pendek berjudul Maoist karya Hareesh.

Baca juga: Sinopsis Film Mata Dewa, Pebasket yang Satu Matanya Jadi Korban

Sebab layar lebar itu masuk dalam nominasi Piala Oscar ke-93 yang digelar tahun ini untuk kategori Best Internasional Feature Film.

Selain itu, film Penguin Bloom, selain diangkat dari kisah nyata, menjadi semakin menarik lantaran dibintangi oleh Naomi Watts, aktris peraih Academy Award 2003.

Direktur Klik Film, Frederica, mengatakan bahwa film-film tersebut telah melalui proses kurasi sebelum terpilih untuk ditayangkan.

Baca juga: Fakta-fakta Menarik Persiapan Pembuatan Film Lara Ati

Dia menjelaskan, semua sinema tersebut belum tayang di bioskop Indonesia dan film-film yang baru dirilis.

"Awal tahun 2021 ini menjadi spesial buat Klik Film karena selain bisa memproduksi film, kami juga menghadirkan film-film terbaik yang baru dirilis tahun 2021 ini di dunia dan di Indonesia semua hanya bisa disaksikan di Klik Film hanya dengan Rp 10 ribu per minggu," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompaa.com, Sabtu (6/3/2021).

"Sedangkan Archenemy dan Becky film dirilis tahun 2020 lalu," lanjutnya.

Baca juga: Tatjana Saphira Langsung Diajari Umpatan oleh Bayu Skak untuk Film Lara Ati

Berikut sinopsis ketujuh film tersebut:

Jallikattu adalah sebuah film laga berbahasa Malayalam India yang dirilis pada 2019 garapan Lijo Jose Pellissery dengan skenario karya S Hareesh dan R Jayakumar.

Film ini berkisah tentang Kalan Varkey, seorang tukang daging kerbau, yang diandalkan oleh seluruh desa untuk mendapatkan daging segar.

Ritual rutin pembantaian kerbau menjadi kacau bagi Kalan Varkey ketika hewan itu hilang dan menciptakan malapetaka di seluruh desa ini.

Baca juga: Profil Joshua Suherman, dari Penyanyi Cilik ke Aktor Film

Kisah ini diangkat berdasarkan cerpen Maoist karya Hareesh.

Jallikattu dibintangi oleh Antony Varghese, Chemban Vinod Jose, Sabumon Abdusamad, dan Santhy Balachandran.

2. Fear of Rain

Fear of Rain adalah film thriller psikologis Amerika.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Castille Landon ini akan membawa penonton pada kehidupan penderita skizofrenia yang berjuang untuk membedakan antara halusinasi yang mengerikan dan kenyataan.

Baca juga: Erick Thohir Akan Sulap Perum PFN Jadi Lembaga Pembiayaan Film

Dibintangi oleh Katherine Heigl, Madison Iseman, dan Harry Connick Jr, ini adalah film di mana Connick, musisi peraih nominasi Grammy Award 2021, tampil kembali di layar lebar setelah absen lebih dari enam tahun.

Fear of Rain dirilis di Amerika Serikat pada 12 Februari 2021, oleh Lionsgate.

3. The Devil Below

The Devil Below adalah film horor Amerika yang dirilis pada 2021.

Film ini bercerita tentang penjelajah amatir yang mengunjungi kota yang ditinggalkan dan menemukan lebih dari yang mereka tawar.

Baca juga: The Box Rilis Trailer, Intip Gaya Akting Chanyeol EXO di Film Pertamanya

The Devil Below disutradarai oleh Bradley Parker (Chernobyl Diaries) dan dibintangi oleh aktor dan aktris Hollywood ternama seperti Adan Canto (X-Men: Days of Future Past), Will Patton (Boarding School; Halloween 2018, Swamp Thing seri), Alicia Sanz (From Dusk Till Dawn: The Series) dan Jonathan Sadowski (Chernobyl Diaries).

4. Penguin Bloom

Film yang dibintangi oleh Naomi Watts ini diangkat dari kisah nyata keluarga Sam dan Cameron Bloom yang berinteraksi dengan burung Murai bernama Penguin.

Penguin Bloom adalah film drama yang disutradarai oleh Glendyn Ivin, dan skenarionya ditulis oleh Shaun Grant dan Harry Cripps.

Baca juga: 5 Film Arya Saloka yang Harus Ditonton

Film ini diangkat dari buku karya Cameron Bloom dan Bradley Trevor Grieve berjudul sama.

Selain Naomi Watts, Penguin Bloom juga dibintangi oleh Andrew Lincoln dan Jacki Weaver.

Film ini dirilis di Australia oleh Roadshow Films pada 21 Januari 2021.

5. Archenemy

Archenemy merupakan film aksi petualangan yang rilis mulai 11 Desember 2020 oleh RLJE Films.

Baca juga: Sinopsis A Perfect Fit, Film Netflix Original Terbaru dari Indonesia

Dibintangi oleh Skylan Brooks, Luis Kelly-Duarte, Zolee Griggs, Joe Manganiello, film ini menceritakan tentang seseorang yang mengaku sebagai superhero dari dimensi lain.

Ia jatuh ke bumi tanpa memiliki kekuatan, tetapi tidak ada yang mempercayainya kecuali seorang remaja bernama Hamster.

6. Becky

Becky adalah film thriller aksi Amerika pada 2020 yang disutradarai oleh Jonathan Milott dan Cary Murnion, dari skenario karya Nick Morris, Lane Skye, dan Ruckus Skye.

Baca juga: Rekomendasi Film Besutan Chloe Zhao, Sutradara Pemecah Rekor di Golden Globes

Film ini dibintangi oleh Lulu Wilson, Kevin James serta Joel McHale.

Becky dijadwalkan tayang perdana secara global di Festival Film Tribeca pada April 2020, tetapi festival itu ditunda karena pandemi Covid-19.

Akhirnya film ini dirilis pada 5 Juni 2020, oleh Quiver Distribution dan Redbox Entertainment.

Becky bercerita tentang Becky dan ayahnya pergi ke sebuah rumah danau untuk menghabiskan akhir pekan, tak diduga sekelompok narapidana datang menyerang dan mereka harus berjuang untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: Cynthia Erivo dan Joseph Gordon Levitt Bakal Ramaikan Film Pinnocchio

Film ini mendapat tinjauan yang beragam dari para kritikus, meskipun banyak yang memuji kinerja Wilson.

7. Dreamcatcher

Film yang dirilis di Amerika pada Maret 2021 ini, menceritakan tentang seorang pembunuh bertopeng yang meneror seorang disc jockey dan sekelompok anak muda.

Dreamcatcher berpusat pada dua saudara perempuan yang terasing.

Bersama dengan teman-teman, mereka terjebak dalam pusaran kekerasan selama 48 jam setelah pengalaman traumatis di festival musik bawah tanah.

Let's block ads! (Why?)


Belum Tayang di Bioskop Indonesia, 7 Film Terbaru Ini Dirilis di Klik Film Maret 2021 - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Sinopsis Film Mata Dewa, Dewa Sang Pebasket yang Satu Matanya Jadi Korban - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Mata Dewa merupakan film Indonesia tahun 2018 yang mengulik seputar olahraga basket.

Disutradarai Andibachtiar Yusuf dan Oka Aurora.

Dewa ( Kenny Austin) ingin membawa sekolahnya, SMA Wijaya, menjuarai ajang liga basket pelajar nasional DBL untuk pertama kalinya.

Dewa dan timnya punya pelatih bernama Miko (Nino Fernandez).

Baca juga: Sinopsis The Dark Knight Rises, Aksi Christian Bale Melawan Tom Hardy

Tak ketinggalan, Bumi ( Brandon Salim) koordinator supporter yang selalu siap menghimpun sorakan murid-murid SMA Wijaya memberikan dukungan dari pinggir lapangan.

Ada pula, Bening (Agatha Chelsea) siswi yang menjadi jurnalis domestik SMA Wijaya dan selalu mengikuti perkembangan tim basket.

Dewa digambarkan sebagai sosok yang angkuh.

Suatu saat, ia menolong Bening dari penjambretan dan mata kirinya dihajar preman.

Dewa pun tak bisa sepenuhnya memakai mata kirinya untuk melihat.

Baca juga: Sinopsis Drakor Remember, Yoo Seung Ho dan Park Min Young Mencari Keadilan

Akibatnya Dewa sempat putus asa.

Seorang petinju ( Ariyo Wahab) membantu Dewa dari keterpurukan.

Mata Dewa bakal tayang di RCTI, Sabtu (6/3/2021) pukul 14.30 WIB.

Let's block ads! (Why?)


Sinopsis Film Mata Dewa, Dewa Sang Pebasket yang Satu Matanya Jadi Korban - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Review Film: Rose Island - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Sulit bagi saya bermimpi untuk membentuk sebuah negara berdaulat. Namun, itu rupanya bukan impian muluk-muluk bagi Giorgio Rosa.

Insinyur mesin kelahiran Provinsi Rimini, Italia itu pernah tercatat dalam sejarah dengan ide gilanya tersebut.

Bukan kendaraan super atau perangkat canggih lainnya, Rosa berusaha mewujudkan impiannya membangun negara. Inisiatifnya itu pula yang menimbulkan insiden di Italia pada pengujung 1960-an, bahkan cukup menghebohkan di dunia internasional.


Kisah nyata sang insinyur gila asal Italia tersebut yang disajikan dalam bentuk film oleh Netflix, Rose Island.

Film besutan sutradara Sydney Sibilia dikemas dengan cerita komedi aneh nan renyah. Sibilia tampaknya paham betul insiden antara Pemerintah Italia dengan 'negara mungil' itu menjadikannya sejarah yang absurd.

Karakter Rosa diperankan aktor Italia Elio Germano. Sifat sang insinyur yang eksentrik, inovatif, namun ceroboh itu menjadi bumbu-bumbu komedi dalam film tersebut.

Di antara adegan yang membuat saya senyum-senyum hingga tertawa adalah ketika mantan kekasihnya, Gabriella (Matilda De Angelis) mengungkit kembali cerita yang membuat ayahnya benci terhadap Rosa.

Gabriella bercerita ayahnya nyaris buta gara-gara Rosa meledakkan televisi tabung milik sang ayah akibat eksperimennya. Namun, Rosa belum juga meminta maaf kepada ayah mantannya itu.

Rose Island Kredit: Arsip Netflix via IMDbPara pemeran di film Rose Island. (Arsip Netflix via IMDb)

Belum lagi ketika Rosa ditilang polisi lalu-lintas Kota Bologna karena membawa mobil aneh hasil ciptaannya sendiri saat membonceng sang mantan pulang.

Polisi menghentikan dan menilangnya karena mobil itu tak terdaftar. Tentu saja, karena itu mobil ciptaannya sendiri.

Suasana kocak ketika polisi memeriksa catatan kriminal Rosa. Rupanya ia pernah menerbangkan pesawat tanpa izin, tentu saja rakitannya sendiri.

Rosa pun bersikeras bahwa itu bukan catatan kriminal.

"Itu larangan terbang. Dua hal yang sangat berbeda. Sesuai arahan hakim, pesawat sayap gandanya kubongkar," jelas Rosa kepada dua petugas polisi.

"Kau terbangkan pesawat tak terdaftar?" tanya Gabriela ikut menginterogasi mantannya itu.

"Ya, kenapa semua perlu didaftarkan? Kita perlu pasang pelat nomor pada bokong tiap burung di Piazza Magiore?" jawab Rosa.

Film Rose IslandReview film Rose Island. (Foto: Dok. Netflix)

Bukan hanya menghadirkan cerita lucu, dialog-dialog maupun adegan di film Rose Island bagi saya menyisipkan pesan khusus. Film itu menyiratkan upaya manusia melawan aturan dan bikrokrasi yang dianggap absurd.

Sejak era 1960-an akhir, gerakan-gerakan melawan pengekangan dan ketidakadilan melalui birokrasi dan aparat memang kerap terjadi. Mungkin pula di era itu menjadi cikal bakal gerakan Anarkisme.

Anarkisme mungkin bisa dijelaskan sebagai paham yang ogah menerima begitu saja narasi kekuatan negara yang dianggap memasung kebebasan individu.

Pergulatan Rosa dalam membangun teritori sendiri lepas dari keruwetan birokrasi negara ini yang diceritakan di film Rose Island. Bagi saya, Rosa ibarat representasi dari gerakan anarkis di eranya.

Tepatnya pada 1967, Rosa bersama teman kuliahnya dulu, Maurizio Orlandini (Fabrizio Bentivigio), membangun anjungan di laut Adriatic, 11 kilometer dari Pantai Rimini, Italia. Lokasinya hanya beberapa ratus meter di luar teritori Italia.

Orlandini digambarkan sebagai sosok anak pemilik pengusaha kapal yang manja dan kerap semena-mena terhadap anak buah. Namun, mudah sekali dipengaruhi Rosa hingga mendanai proyek Pulau Anjungan tersebut.

Ikut pula seorang mantan marketing bar pantai Rimini yang dipecat, Wolfgang Rudy Neumann (Tom Wlaschiha). Sebagai mantan prajurit Tentara Nazi, nasibnya sungguh sial. Paspornya di Jerman dicabut, tapi tak diakui sebagai warga negara Italia.

Di bangunan seluas 400 meter persegi itu mereka mendaklarasikan tak ada aturan negara manapun yang mengikat. Para pengunjung bisa bersenang-senang di 'pulau kebebasan' milik mereka.

Seiring waktu, anjungan laut Rose Island itu semakin populer di kalangan muda-mudi Eropa. Sebagai simbol kebebasan yang tak terikat oleh aturan manapun, Rosa dan kawan-kawan memilih Esperanto sebagai bahasa mereka.

Bahasa Esperanto sendiri sebenarnya diciptakan oleh ahli mata asal Rusia, LL Zamenhof pada 1887. Namun, Esperanto benar-benar hidup dan mendapat tempat di Rose Island.

Mengetahui pulaunya semakin populer, Rosa semakin 'radikal' mewujudkan mimpinya. Ia membulatkan tekad untuk menjadikan Rose Island sebagai negara berdaulat. Terlebih, mendirikan anjungan di luar teritori Italia.

Tepatnya pada 1 Mei 1968, Rosa mendeklarasikan sebuah negara: Republik Rose Island atau Respubliko de la Insulo de la Rozo dalam bahasa Esperanto.

Rose Island pun tak lagi sekadar menjadi entitas bisnis hura-hura di tengah laut. Rosa kini menjadikannya negara dengan bendera, mata uang, bahkan paspor sendiri.

Upaya Rosa itu pun menarik minat orang-orang dari berbagai negara di Eropa untuk pindah "negara".

Rosa bahkan melayangkan surat untuk membentuk negara baru ke markas Persatuan Bangsa-bangsa di New York. Ulah sang insinyur membuat pemerintah Italia terusik.

Perdana Menteri Italia saat itu, Giovanni Leone, geram. Ia melalui Menteri Dalam Negeri Italia, Franco Restivo, kemudian menekan Rosa membatalkan rencana yang mereka sebut konyol itu.

Namun, Rosa tak menggubris. Ia malah meminta bantuan Dewan Eropa untuk menyelesaikan sengketa 'dua negara' tersebut. Italia pun mengancam akan menghancurkan anjungan itu.

Pada akhirnya, sejarah mencatat bahwa satu-satunya teritori yang diserang langsung oleh Italia adalah Republic of Rose Island.

Film Rose Island pun berhasil membangun sebuah skenario yang apik dari keanehan insiden yang pernah terjadi pada 1968 di perbatasan Italia itu.

(has)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


Review Film: Rose Island - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Erick Thohir Ingin PFN Jadi Lembaga Pembiayaan, Tak Lagi Bikin Film - Bisnis Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berencana mengubah Perum Produksi Film Negara atau PFN menjadi lembaga pembiayaan film dan konten. Nantinya, perusahaan film pelat merah ini diharapkan mendukung industri perfilman belakangan terdampak pandemi.

"PFN kita enggak mau dengan kondisi industri perfilman saat ini, industri konten lagi berat karena covid, bioskop tutup, PFN kita sedang ubah menjadi lembaga pembiayaan film dan konten. Kalau PFN bikin film juga, sama aja bohong," ujar Erick dalam Rapat Kerja Nasional HIPMI, Jumat, 5 Maret 2021.

Nantinya, kata Erick Thohir, sinergitas PFN juga harus didukung oleh Badan Usaha Milik Negara lain, misalnya Telkom. Pasalnya, ia mengatakan dunia perfilman dan media pun berubah dengan adanya platform digital.

"Sekarang eranya Netflix, Disney Hotstar dan segala macam. Media juga berubah, radio berubah ada Clubhouse," kata Erick.

Dengan demikian, Erick tak mau PFN menjadi menara gading. Perusahaan pelat merah itu, menurut dia, harus bersinergi dengan komunitas yang biasa membuat film dan konten. Selain dengan komunitas pembuat konten, ia mengatakan PFN juga harus bersinergi dengan Telkom untuk distribusi dan pembelian film-nya.

"Kalau tidak maka tidak akan balik modal. Sepuluh kali bikin film, sembilan gagal, satu untung, mana ada bank yang mau biayai. Hal ini kita coba insurance dengan ekspansi pasar, infrastruktur yang ada di Telkom dan Telkomsel," ujar dia.

Sebelumnya Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Perum Produksi Film Negara (PFN) dan PT Balai Pustaka (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) integrasi dalam satu klaster media Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama PFN Judith J Dipodiputro mengatakan nota kesepahaman ini akan menjadi batu lompatan bagi ketiga BUMN tetap bertahan tidak hanya dari tantangan pandemi Covid-19 tetapi juga tantangan masa depan BUMN.

CAESAR AKBAR | ANTARA

Baca: Dahlan Iskan Perkirakan Ada 30 BUMN Sudah Mati dan Belum Dikubur

Let's block ads! (Why?)


Erick Thohir Ingin PFN Jadi Lembaga Pembiayaan, Tak Lagi Bikin Film - Bisnis Tempo.co
Kelanjutan Disini Klik

Rekomendasi Film Akhir Pekan, Raya and the Last Dragon - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pada akhir pekan ini, beberapa film baru bisa menjadi pilihan untuk disaksikan mulai dari animasi terbaru Disney, Raya and the Last Dragon, hingga Violet Evergarden: The Movie.

Beberapa film pemenang Golden Globe 2021 juga bisa disaksikan pada akhir pekan ini, seperti Soul dan Borat Subsequent Movie.

Berikut rekomendasi film akhir pekan pilihan redaksi CNNIndonesia.com yang dikumpulkan dari sejumlah layanan streaming legal dan jaringan bioskop di Indonesia.


Raya and the Last Dragon

Raya and the Last Dragon mengisahkan petualangan menantang seorang pendekar bernama Raya. Dahulu kala, manusia dan naga hidup berdampingan di Kumandra.

Suatu hari, kejahatan mengancam rakyat Kumandra dan membuat para naga harus mengorbankan diri untuk menyelamatkan negeri tersebut.

Hingga 500 tahun kemudian, kejahatan yang sama terulang kembali dan nasib Kumandra bergantung pada Raya untuk menemukan sang naga terakhir guna mempersatukan kembali Kumandra. Dalam petualangan itu, Raya akan bekerja sama dengan armadillo canggung bernama Tuk Tuk.

Sinopsis Raya and the Last Dragon bisa dibaca di sini. Film untuk remaja ini bisa disaksikan di bioskop.

[Gambas:Youtube]

Violet Evergarden: The Movie

Violet Evergarden: The Movie merupakan sekuel asli dari anime televisi yang tayang pada 2018. Film ini masih mengikuti Violet yang tidak dapat melupakan mantan majikannya, Gilbert, yang mengajarkan tentang cinta.

Suatu hari, dia bertemu dengan kakak laki-lakinya Dietfried, yang mengatakan kepadanya bahwa dia harus melupakan Gilbert dan pergi meski itu tidak mungkin baginya.

Tak lama kemudian, Violet menerima telepon dari klien muda, sementara kantor pos menemukan surat tanpa alamat di gudang mereka.

Film untuk remaja ini bisa disaksikan di bioskop.

[Gambas:Youtube]

Moxie

Moxie menceritakan remaja berusia 16 tahun yang muak dengan lingkungan tidak sehat dan seksis di sekolah menengahnya. Remaja pemalu ini menemukan inspirasi dari masa lalu ibunya yang penuh pemberontakan. Dia pun menerbitkan sebuah majalah secara anonim yang memicu revolusi di sekolah.

Film ini dibintangi Hadley Robinson, Lauren Tsai, Patrick Schwarzenegger, Nico Hiraga, Sydney Park, Josephine Langford, Clark Gregg, Josie Totah, Alycia Pascual-Peña, Anjelika Washington, Charlie Hall, Sabrina Haskett, Ike Barinholtz, Amy Poehler, dan Marcia Gay Harden.

Film untuk dewasa ini bisa disaksikan di Netflix.

[Gambas:Youtube]

Soul

Soul membawa pulang beberapa piala Golden Globe 2021, seperti Best Motion Picture - Animated dan Best Original Score - Motion Picture.

Film ini mengisahkan kehidupan seorang pria paruh baya bernama Joe Gardner (Jamie Foxx) yang memiliki tujuan hidup sebagai pianis jazz untuk tampil di muka umum. Sejak kecil, ia percaya ditakdirkan sebagai pianis jazz.

Ia berusaha dengan melewati berbagai tahap, salah satunya menjadi guru musik paruh waktu SMP. Saat berkesempatan mendampingi musisi jazz kenamaan, ia jatuh ke lubang hingga koma.

Setelah itu, jiwanya berada di tempat jiwa-jiwa orang yang akan meninggal. Gardner lantas berupaya untuk kembali ke dunia demi mewujudkan mimpinya. Review film Soul bisa dibaca di sini.

Film untuk semua umur ini bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.

[Gambas:Youtube]

Borat Subsequent Moviefilm

Borat Subsequent Moviefilm meraih piala Best Motion Picture - Musical or Comedy dalam Golden Globe 2021. Dalam film ini, Baron Cohen kembali berperan sebagai Borat, seorang jurnalis dari Kazakhstan yang pergi ke Amerika Serikat untuk membuat dokumenter tentang Negeri Paman Sam.

Setelah sukses dengan film pertamanya, Borat harus menyamar ketika kembali ke Amerika untuk kedua kalinya. Dalam sekuel ini, Borat banyak menyuguhkan komedi satir tentang situasi di Amerika yang memicu kontroversi.

Film untuk dewasa ini bisa disaksikan di Prime Video.

[Gambas:Youtube]

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


Rekomendasi Film Akhir Pekan, Raya and the Last Dragon - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Deretan film Indonesia terbaru di Netflix yang akan tayang Maret 2021 ini - Kontan

KONTAN.CO.ID - Netflix menyiapkan banyak film menarik dari Hollywood hingga tanah air. Di bulan Maret tahun 2021 ini, ada banyak film Indonesia terbaru juga. 

Ada film Indonesia romantis Mariposa yang akhirnya tayang di Netflix. Selain itu, ada film-film Warkop DKI yang cocok sebagai tontonan lucu di akhir pekan. 

Nah, inilah beberapa film Indonesia terbaru di Netflix yang akan tayang bulan Maret 2021. Jangan lupa jadwal tayangnya dan simak sekilas cerita di film-film Indonesia tersebut. 

Mariposa

Mariposa

Baca Juga: Rayakan 2 tahun film Captain Marvel, Brie Larson ceritakan syuting adegan tersulit

Film Indonesia yang disutradarai Fajar Bustomi ini menceritakan Acha yang berusaha keras untuk mendekati Iqbal. Iqbal adalah seorang siswa tampan, pintar, namun berhati dingin. 

Acha berusaha mendekati Iqbal dengan berbagai cara. Acha yakin dia bisa meluluhkan hati Iqbal yang dianggap seperti batu. Di sisi lain, Iqbal sendiri sedang dilema dengan masalah cinta dan keluarga. 

Film Mariposa sudah tayang mulai 4 Maret di Netflix.

Generasi 90an:  Melankolia

Generasi 90an Melankolia

Film Generasi 90an:  Melankolia mengisahkan sulitnya menghadapi kehilangan. Abby (Ari Irham) merasakan kesedihan yang mendalam setelah kehilangan kakaknya yang meninggal karena kecelakaan pesawat. 

Namun, dia bukan satu-satunya orang yang sulit menerima kabar duka ini. Film Generasi 90an:  Melankolia juga menunjukkan bagaimana kesedihan orangtua yang kehilangan anaknya. 

Film Generasi 90an:  Melankolia tayang mulai 11`Maret di Netflix.

Baca Juga: Film Fast and Furious 9 yang dibintangi Vin Diesel undur jadwal tayangnya lagi

Editor: Mega Putri


Let's block ads! (Why?)


Deretan film Indonesia terbaru di Netflix yang akan tayang Maret 2021 ini - Kontan
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...