Rechercher dans ce blog

Saturday, September 2, 2023

Box Office Presale Film Eras Tour Kalahkan No Way Home dan Star Wars 7 - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Film The Eras Tour dari Taylor Swift mencatatkan rekor angka box office secara presale. Fim konser ini sukses mendapatkan angka box office lebih dari US$37 juta atau setara dengan Rp563,3 miliar (US$1=Rp15.225) hanya dalam 24 jam penjualan.

Angka fantastis tersebut disebut Deadline datang dari tiga jaringan bioskop yang menayangkan film 2 jam 45 menit ini yakni AMC, Regal, dan Cinemark, di Amerika Serikat.

Deadline menyebut angka penjualan secara presale itu jauh lebih tinggi dari penjualan hari pertama Star Wars: Episode VII - The Force Awakens pada 2015 yang mencapai US$20 juta.

Sementara bagi jaringan AMC, film ini juga mencatatkan rekor sebagai film dengan penjualan tiket presale terbesar dalam sejarah bioskop itu. Film The Eras Tour berhasil membukukan US$26 juta di jaringan AMC.

Disebut Variety, pendapatan tersebut mengalahkan rekor di AMC sebelumnya, yakni Spider-Man: No Way Home yang mendulang US$16,9 juta pada 2021 silam. Bahkan film konser Taylor Swift ini hanya butuh tiga jam untuk meraih angka tersebut.

Jaringan penjualan tiket online Fandango juga sudah melaporkan film The Eras Tour sebagai penjualan satu hari terbesar pada 2023.

[Gambas:Video CNN]

Tanpa menyebutkan angka yang diperoleh film The Eras Tour di laman Fandango, mereka menyandingkan film garapan Sam Wrench ini dengan film-film blockbuster, seperti Avengers: Endgame, Star Wars The Force Awakens, dan Spider-Man No Way Home.

"Taylor Swift memberikan hadiah terbaik kepada penggemar yang menonton bioskop dan seluruh industri dengan membawa film konser Taylor Swift: The Eras Tour ke layar lebar," kata Jerramy Hainline, Senior Vice President Fandango.

"Film konser Taylor Swift tidak hanya menjadi penjual tiket hari pertama terbaik tahun ini di Fandango," lanjutnya.

"Namun film konsernya tampil seperti pahlawan super dan menempati peringkat di antara penjual tiket hari pertama terbaik sepanjang masa dari waralaba seperti Marvel, Star Wars, DC Comics, dan banyak lagi." katanya.

Capaian box office The Eras Tour diduga akan terus bertambah mengingat penayangan masih sebulan lagi. Deadline bahkan menyebut film ini bisa memperoleh angka pembukaan sebesar US$70 juta.

Perolehan besar film The Eras Tour ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Jaringan bioskop AMC bahkan sudah mempersiapkan diri menghadapi 'tsunami' penggemar Taylor Swift alias Swifties.

"Dalam mengantisipasi pengumuman ini, AMC telah meningkatkan mesin tiket dan situs untuk menghadapi lebih dari lima kali lipat arus lalu lintas pembelian tiket terbesar yang pernah dialami perusahaan sebelumnya," kata jaringan bioskop terbesar di AS itu.

"Namun AMC juga menyadari bahwa tidak ada sistem tiket dalam sejarah yang mampu mengakomodasi lonjakan permintaan dari penggemar Taylor Swift saat tiket pertama kali dijual," kata AMC.

Taylor Swift sebelumnya mengumumkan akan merilis film dokumenter konsernya, The Eras Tour, di bioskop Amerika Utara mulai 13 Oktober 2023 mendatang.

[Gambas:Instagram]

Film yang digarap oleh Sam Wrench ini diduga berasal dari pertunjukan Swift di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Agustus 2023. Kala itu, sejumlah kamera muncul di atas panggung utama.

"Tur Eras telah menjadi pengalaman paling bermakna dan menarik dalam hidup saya sejauh ini," kata Swift dalam unggahan di media sosial sekaligus merilis trailer film ini.

"Saya sangat gembira untuk memberi tahu kalian bahwa tur ini akan segera hadir di layar lebar. Mulai 13 Oktober kalian dapat menonton film konsernya di bioskop-bioskop di Amerika Utara!" lanjutnya.

(end)

Adblock test (Why?)


Box Office Presale Film Eras Tour Kalahkan No Way Home dan Star Wars 7 - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Keuntungan Film Jomblo Fi Sabilillah Sebagiannya akan Didonasikan untuk Palestina | Republika Online - Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film Jomblo Fi Sabilillah produksi Warna Pictures akan tayang di bioskop Indonesia mulai 14 September 2023. Seperti film sebelumnya yakni Hayya 1 dan Hayya 2, Warna Pictures juga berencana mendonasikan sebagian keuntungan dari film Jomblo Fi Sabilillah untuk Palestina.

Eksekutif produser, Oki Setiana Dewi, mengatakan Warna Pictures memiliki spirit untuk terus menghadirkan film-film yang memuat nilai kebaikan. Selain disisipkan melalui cerita film, nilai kebaikan juga dikemas dalam bentuk menyalurkan donasi dan sedekah kepada saudara yang membutuhkan pertolongan.

“Yang pasti kami tidak ingin menghadirkan film yang sekadar tontonan, tapi juga harus jadi tuntunan. Kemudian, kami juga ingin menggaungkan spirit donasi melalui film ini. Jadi, mereka yang menonton akan juga mendapat pahala bersedekah,” kata Ustadzah Oki dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Sabtu (2/9/2023).

Oki berharap, film yang disutradarai Jastis Arimba ini bisa disambut antusias oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Semoga film ini bisa menjadi jalan menuju Ridha Allah SWT, dan kita diberi kemudahan untuk mencapai kebaikan,” kata dia.

Asma Nadia selaku penulis skenario sekaligus penulis novel Jomblo Fi Sabilillah juga berharap film Jomblo Fi Sabilillah bisa mengikuti jejak Hayya yang berhasil mendonasikan sebesar Rp 2,7 miliar ke Palestina. Menurut Asma, film yang mengisahkan kehidupan seorang jomblo ini akan sangat relate dengan apa yang dirasakan generasi muda saat ini. Apalagi bagi mereka yang berteguh hati untuk tidak berpacaran dan menjadi jomblo fi sabilillah.

“Melalui film ini, Asma pengen nyemangatin anak muda yang saat ini jomblo. Mudah-mudahan terkuatkan hatinya untuk sabar menjadi jomblo fi sabilillah,” kata Asma.

Film Jomblo Fi Sabilillah dibintangi oleh deretan aktor dan aktris kenamaan termasuk Adhin Abdul Hakim, Nabilah Ayu, Ricky Harun, Mario Irwinsyah, dan Masaji Wijayanto. Skenario film ini ditulis oleh Asma Nadia, Hayati Ayatillah, dan Jastis Arimba. Film ini diproduseri oleh Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia, serta deretan eksekutif produser seperti Oki Setiana Dewi, Erick Yusuf, Iman T Saptono, serta Mohd Nafidz bin Abdul Razaq.

 

Film ini juga dihiasi soundtrack yang indah seperti “Pasangan Surgaku” yang dinyanyikan Nabilah Ayu, “Pencari Cinta” (kolaborasi Nabilah Ayu dan Hafiz Bara), serta “Disebabkan Olehmu” (Jumpakustik), yang sudah bisa diperdengarkan di berbagai platform music.

 

 

Adblock test (Why?)


Keuntungan Film Jomblo Fi Sabilillah Sebagiannya akan Didonasikan untuk Palestina | Republika Online - Republika Online
Kelanjutan Disini Klik

Pesona Denzel Washington - Koran Tempo

maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin


Pesona Denzel Washington

Minggu, 3 September 2023

Film-film andalan Denzel Washington, dari trilogi The Equalizer sampai film jadul Glory (1989).

#Benner KTAP Film 5.1. tempo : 169367689198_

Penayangan film The Equalizer 3 di sejumlah bioskop di Jakarta dan sekitarnya membawa cerita haru bagi para fan aktor Denzel Washington dan franchise film tersebut. Musababnya, ini adalah film terakhir Washington berperan sebagai tokoh utama, Robert McCall. 

Usia yang sudah mencapai 68 tahun diyakini menjadi alasan Washington mundur. Maklum, tantangan beradu akting di film laga pasti membutuhkan kekuatan fisik yang cukup berat. 

Meski

...

Berlangganan untuk lanjutkan membaca.
Kami mengemas berita, dengan cerita.

Manfaat berlangganan Tempo Digital? Lihat Disini

PILIHAN TERBAIK

Rp 54.945/Bulan

Aktif langsung 12 bulan, Rp 659.340

  • *Anda hemat -Rp 102.000
  • *Dijamin update hingga 52 edisi Majalah Tempo

Rp 64.380/Bulan

Aktif setiap bulan, batalkan kapan saja

  • *GRATIS untuk bulan pertama jika menggunakan Kartu Kredit

Lihat Paket Lainnya

Sudah berlangganan? Masuk Disini
Daftar TempoID untuk mendapatkan berita harian via email.

Berita Lainnya

Konten Eksklusif Lainnya

  • 3 September 2023

  • 2 September 2023

  • 1 September 2023

  • 31 Agustus 2023


Jaringan Media

Sosial Media

Download Aplikasi Tempo

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Adblock test (Why?)


Pesona Denzel Washington - Koran Tempo
Kelanjutan Disini Klik

KBRI Doha dan Doha Film Institute tayangkan film Indonesia di Qatar - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha bekerja sama dengan Doha Film Institut (DFI) menggelar "Indie Indonesia Year of Culture Film Series" pada 31 Agustus hingga 2 September.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Ridwan Hassan menyambut baik penyelenggaraan acara yang diadakan di Auditorium Museum of Islamic Art itu.

"Ini adalah salah satu bagian penting dari kerja sama budaya Indonesia-Qatar. Kita tahu, film adalah salah satu jenis industri kreatif yang terus tumbuh dan memberi dampak tidak sedikit bagi perekonomian nasional," kata Hassan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Sementara itu, Koordinator Senior DFI Karem Kamel menyatakan kebanggaannya dapat bekerja sama menampilkan film Indonesia.
Baca juga: Indonesia kembali kirim film di Piala Oscar 2024

"Kami bangga dapat bekerja sama untuk menampilkan film independen Indonesia di Qatar. Sebuah usaha untuk membangun jembatan budaya sekaligus mendekatkan hubungan dua bangsa," kata Kamel.

Ada tiga film yang akan ditayangkan dalam acara ini yaitu "Before, Now and Then" yang disutradarai Kamila Andini, "Galang" oleh Adriyanto Dewo dan "Mecca: I am Coming" oleh Jeihan Angga.

Untuk melakukan kurasi terhadap film-film tersebut, pihak penyelenggara menggandeng Madani International Film Festival dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

DFI merupakan lembaga terkemuka Qatar yang setiap tahun terlibat dalam penyelenggaraan festival film Arab dan internsaional serta mengundang sineas kaliber dunia ke negara itu.
Baca juga: FFWI diproyeksikan menjadi festival film bergengsi tingkat ASEAN

Tahun 2023 adalah saat yang istimewa bagi Indonesia dan Qatar, karena kedua negara menggelar Tahun Kebudayaan RI-Qatar, sebuah festival kebudayaan yang akan berlangsung setahun penuh.

Menurut PF Pensosbud sekaligus Penanggung Jawab Tahun Kebudayaan RI-Qatar Ali Murtado, Indonesia tahun menyiapkan lebih dari 20 kegiatan promosi Indonesia di Qatar dan film adalah salah satunya.

Penyelenggaraan "Indie Indonesia Year of Culture Film Series" mendapat dukungan dari Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Baca juga: Balai Pustaka kembangkan bisnis ke industri kreatif

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Adblock test (Why?)


KBRI Doha dan Doha Film Institute tayangkan film Indonesia di Qatar - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Friday, September 1, 2023

Film “Satu Hari Dengan Ibu” angkat kisah ibu-anak - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Ruang 29 Pictures memproduksi film perdananya berjudul “Satu Hari Dengan Ibu (SAHDU)” yang mengangkat cerita tentang hubungan keluarga antara anak dan ibu berdasarkan dari nilai kebaikan dalam agama.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, sutradara muda Muhammad Amrul Ummami, yang sebelumnya sukses menggarap film "Mengejar Halal" (2017) dan trilogi film pendek "Cinta Subuh" (2016), diberikan amanah untuk merangkai jalinan cerita SAHDU dalam format layar lebar.

Amrul memercayakan karakter pemeran utama pria kepada aktor muda berbakat, Chand Kelvin sebagai Dewa, seorang anak usia dewasa mandiri. Pemeran ibu pada film "Satu Hari Dengan Ibu" diserahkan kepada aktris senior berkarakter, Vonny Anggraini sedangkan, aktris pendukung wanita diberikan kepada aktris dan model terkenal Vebby Palwinta sebagai Putri, teman dekat Dewa.

"Satu Hari Dengan Ibu" juga menampilkan penampilan khusus dari beberapa artis Indonesia untuk menguatkan jalan cerita dan adegan, di antaranya adalah Ivan Govinda, Rizal Armada, Ricky Perdana, dan Cupink Topan. 

“Kita sengaja menghadirkan special performance (penampilan khusus) dari beberapa artis Indonesia untuk memberi warna lebih pada film SAHDU yang menguatkan jalinan cerita yang menjadi kekuatan film ini,” ungkap Amrul.

Baca juga: Film "Satu Hari Dengan Ibu" siap hangatkan hati di 21 September 2023

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad atau biasa dikenal UAS turut memberikan dukungan atas lahirnya film SAHDU sebagai sarana pendidikan akhlak budi pekerti untuk seluruh keluarga Indonesia.

“Janganlah kita tunggu sampai ibu kita tidak ada, baru kita akan menyesal dan merasa hidup kita hampa. Apa pun yang kita punya serasa tidak ada gunanya. Maka mumpung dia masih ada, peluklah, ciumlah tangannya, dan sayangilah dengan penuh cinta, kalau kau ada sedikit rezeki maka buatlah dia bahagia,” kata UAS.

SAHDU adalah film produksi perdana dari Ruang 29 Pictures yang menggandeng Film Maker Muslim/FMM, Hubb Connect, Kajian Musawarah, Masjid Kapal Munzalan Indonesia, dan Agarillus Film yang ide ceritanya datang dari komunitas berbasis kemanusiaan (Kajian Musawarah, Masjid Kapal Munzalan Indonesia, Badan Kontak Majelis Taklim/BKMT, dan Sahabat UAS) di seluruh Indonesia.

“Satu Hari Dengan Ibu” mengangkat penggalan kisah seorang pria dewasa, Dewa yang tinggal bersama ibunya yang orang tunggal karena ditinggal wafat suaminya untuk mencukupi kebutuhan hidup. Dewa sibuk dengan pekerjaan serta kegiatannya di kota besar sehingga tidak memiliki banyak waktu berkualitas untuk berinteraksi bersama sang ibu.

Kisah itu kerap terjadi dalam relasi ibu dan anak dewasa yang sudah memiliki pekerjaan dan kegiatan sendiri di luar rumah. Sementara sang ibu terus memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak dalam bentuk perhatian yang kadang dipahami anak sebagai pengekangan sikap dan tindakan.

SAHDU memiliki kekuatan pada jalinan cerita yang dibangun tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak dalam membesarkan, merawat, dan mendidik berdasarkan nilai-nilai kebaikan universal yang diajarkan dalam agama Islam dan agama-agama lainnya.

SAHDU adalah film Indonesia bergenre drama keluarga untuk semua umur. SAHDU menjadi film yang memiliki karakter tersendiri dan unik, karena lahir dari ide komunitas berlatar belakang kemanusiaan.

Baca juga: Vision+ Dan MNC Pictures umumkan 7 film dan 8 serial baru

Baca juga: Kisah cinta masa remaja versi kekinian di "Catatan Si Boy"

Baca juga: Titi Kamal, Fedi Nuril, dan Citra Kirana adu peran di film drama baru

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Adblock test (Why?)


Film “Satu Hari Dengan Ibu” angkat kisah ibu-anak - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Pemeran Film Susuk Ersya dan Jourdy : Kami Riset ke Pelepasan Susuk - Tribun Jateng

[unable to retrieve full-text content]

Pemeran Film Susuk Ersya dan Jourdy : Kami Riset ke Pelepasan Susuk  Tribun Jateng
Pemeran Film Susuk Ersya dan Jourdy : Kami Riset ke Pelepasan Susuk - Tribun Jateng
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...