Rechercher dans ce blog

Wednesday, August 3, 2022

Produser Laskar Pelangi Akan Bikin Film di Surabaya, Walkot Eri Sambut Baik - detikcom

Surabaya -

Produser film nasional, Avesina Soebli bersama sutradara dan timnya sowan ke Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Mereka meminta izin karena akan menggarap film di Kota Pahlawan ini.

Film yang akan digarap adalah film bergenre romansa berjudul 'Karena Cinta Bukan Bayangan'. Produksi akan segera digarap mulai bulan depan.

Rencananya, film karya Avesina Soebli ini akan tayang di bioskop pada awal tahun 2023. Wali Kota Eri pun menyambut baik dan bahkan senang Surabaya dipilih sebagai lokasi pembuatan film tersebut.

"Ini sama dengan pemikiran saya, bagaimana mengenalkan Surabaya ke nasional dan internasional bukan hanya dari pekerjaan, tapi dari seni hiburan. Karena Surabaya hari ini yang kita kenal kan luar biasa. Ada Tunjungan Romansa, susur sungai (Kalimas) nanti insyaallah juga kita bentuk Kya-kya," kata Eri di rumah dinas, Rabu (3/8/2022).

Apalagi, film yang akan digarap oleh Avesina Soebli di Surabaya itu berkategori anak muda. Eri meyakini orang yang menonton film tersebut bakal teringat terus dengan Kota Pahlawan.

"Inilah harapan saya ketika (orang) ke Surabaya itu, masih ingat apa yang ada di Kota Surabaya. Alhamdulilah, saya berharap film ini segera bisa terealisasi dan diputar di Indonesia, khususnya di Surabaya. Sehingga orang Indonesia maupun Internasional mengenal Surabaya," harapnya.

Bagi Eri, Surabaya adalah kota yang keras kepala dan kota yang pantang menyerah. Namun, Surabaya selalu memiliki tujuan yang terus tercapai dengan hati yang lembut.

"Jadi Surabaya ini kota yang romantis, meskipun orang-orangnya keras," ujarnya.

Eri juga ingin mengenalkan Kota Pahlawan melalui berbagai bidang. Salah satunya melalui dunia seni perfilman. Bahkan sebelumnya, ia juga sempat terlibat langsung dalam pembuatan film dokumenter Bung Karno yang dikerjakan di Surabaya.

"Jadi saya juga ikut berperan di situ, dijadikan Bung Karno yang umur 45 tahun. Di situlah saya akan menjadikan film itu sebagai film dokumenter. Film yang mengenalkan Kota Surabaya dan sekaligus nanti anak-anak SD, SMP dan pemuda-pemudi Surabaya akan melihat sejarah Kota Surabaya seperti apa," jelasnya.

Eri juga berencana membentuk lagi Sekolah Kebangsaan dan Museum Nasional yang ada di Siola. Nantinya di lokasi itu akan bercerita terkait dengan kemerdekaan. Mulai dari perjuangan Bung Karno, Bung Tomo hingga susur nilai sejarah dari Jalan Pandean hingga Penghela Surabaya.

"Sehingga dari seni film ini nanti bisa menancap di hati anak-anak kita, baik SD, SMP maupun muda-mudi lain bahwa Surabaya memang adalah Kota Pejuang. Itu harus masuk secara visual dan virtual, tidak hanya membaca saja," imbuhnya.

Sementara Avesina Soebli produser film Sepatu Presiden, Perahu Kertas hingga Laskar Pelangi itu mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menggarap film bergenre romance di Kota Surabaya. Film tersebut, sekaligus untuk mengenalkan potensi-potensi wisata di Surabaya maupun tentang kuliner dan budayanya.

"Semoga film ini bisa dinikmati insyaallah sekitar kuarter pertama tahun depan. Kita akan coba mengajak para pemain-pemain yang sudah dikenal luas, sudah populer. Belum bisa saya sebut namanya karena ini masih rahasia. Mudah-mudahan jadi surprise yang akan terlibat di dalam film ini," kata Avesina.

Ia pun membocorkan sedikit terkait alur cerita yang akan diangkat dalam film tersebut. Yaitu, bagaimana ketika orang Surabaya itu pergi ke mana pun, maka akan kembali lagi ke Kota Pahlawan.

"Ada rasa cinta, Surabaya ini nyawa. Jadi, orang dari manapun pasti pulangnya ke Surabaya. Nah, nyawa ini yang akan kita ceritakan dalam kisah cinta yang sangat manis," urainya.

Film tersebut bakal disutradarai oleh Benni Setiawan penulis skenario sekaligus sutradara dalam film Layangan Putus. Sedangkan skenario film yang bakal digarap di Kota Pahlawan ini, menceritakan bagaimana seseorang yang pulang ke Surabaya.

"Dulu pernah bikin film di Surabaya, kok kita ini bisa larut di Surabaya ingin balik lagi, ingin balik lagi. Nah, suasana hati ini yang saya ajak di dalam film ini. Karena nyawanya itu beda, kalau saya datang ke kota-kota lain dengan datang ke Kota Surabaya," pungkasnya.

Simak Video "Surabaya Banjir, Walkot Cek Wilayah Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)

Adblock test (Why?)


Produser Laskar Pelangi Akan Bikin Film di Surabaya, Walkot Eri Sambut Baik - detikcom
Kelanjutan Disini Klik

Usai Nonton Film Pengabdi Setan 2: Communion, Dian Sastro: Gila - SuaraLampung.ID

Ilustrasi Pengabdi Setan 2. Sejumlah artis termasuk Dian Sastro memberikan komentar mengenai film Pengabdi Setan 2: Communion. [YouTube]

Usai menonton film Pengabdi Setan 2: Communion, beberapa artis memberikan komentarnya

SuaraLampung.id - Gala premier film Pengabdi Setan 2: Communion dihadiri sejumlah artis papan atas terutama para aktor dan aktris film.

Usai menonton film Pengabdi Setan 2: Communion, beberapa artis memberikan komentarnya mengenai film horor besutan sutradara Joko Anwar.  

Dian Sastro mengaku pegal-pegal karena menahan diri dengan kejutan-kejutan yang disiapkan Joko Anwar.

"Gila! Nontonnya pegel karena nahan sport jantung," ucap Dian Sastro.

Baca Juga: Testimoni Artis Nonton Pengabdi Setan 2: Dian Sastro Pegel, Titi Kamal Bengong

Titi Kamal masih dibuat bengong imbas nuansa seram yang dibangun oleh Joko Anwar.

"Sampai sekarang gue masih bengong gitu saking serem banget," kata Titi Kamal dikutip dari akun TikTok @pengabdisetanfilm pada Rabu (3/8/2022).

Salah satu selebriti yang mengutarakan pengalamannya menonton film "Pengabdi Setan 2: Communion" di antaranya adalah Pevita Pearce.

"Menyenangkan, seru, menyenangkan in the most thriling way," ujar Pevita Pearce dikutip dari Suara.com.

Sementara itu, Adhisty Zara mengaku masih merinding hingga pesimis bisa tidur nyenyak.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pengabdi Setan 2: Communion yang Akan Tayang 4 Agustus

"Gila! Kayaknya malam ini gue enggak bisa tidur," tutur Adhisty Zara.

Adblock test (Why?)


Usai Nonton Film Pengabdi Setan 2: Communion, Dian Sastro: Gila - SuaraLampung.ID
Kelanjutan Disini Klik

Tuesday, August 2, 2022

Langganan Streaming Film Jadi Tren Kekinian, Warga Bayar Segini Tiap Bulan - detikFinance

Jakarta -

Layanan menonton film secara streaming kini menjadi salah satu kebutuhan hiburan masyarakat. Dalam riset Populix berjudul Indonesian Video Entertainment on Demand Consumption disebutkan paling banyak orang yang langganan adalah pada rentang usia 18-25 tahun.

Kemudian wilayah Jakarta mnduduki peringkat pertama yaitu 43% dan kota lain di Indonesia 27%. Hasil riset juga menyebutkan jika kelas pekerja paling banyak berlangganan dengan 64%.

Riset Populix juga menyebutkan jika video entertainment on demand (VOD) terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa waktu terakhir.

"Orang rela merogoh kocek hingga Rp 250 ribu per bulan untuk menonton film favoritnya di mana saja dan kapan saja," tulis riset tersebut dikutip Selasa (2/8/2022).

Ke depan langganan ini diprediksi akan semakin banyak karena orang semakin membutuhkan hiburan. Lalu untuk jenis langganan ada 56% orang yang berlangganan secara pribadi, lalu berbagi dengan orang dekat 18%, menggunakan layanan gratis 18%.

Untuk biaya langganan mulai dari kurang Rp 100 ribu 37%. Lalu Rp 100 ribu - Rp 250 ribu 53%, Rp 250 ribu - Rp 500 ribu 8% dan Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu sebanyak 2%.

Alasan orang membayar biaya langganan ini karena mereka menilai bisa menonton kapan saja, lalu banyak pilihan film menarik, hiburan, tayangan yang baru, mudah digunakan, tak ada iklan sampai biaya langganan yang terjangkau.

Kemudian untuk asal tayangan drama Korea masih menduduki peringkat pertama dengan 73%, lalu Amerika Serikat (AS) 69%, Indonesia 67%, Eropa dan Jepang 43%, Thailand 23%, China 22% dan Amerika Latin 20%.

Kebanyakan penonton drama Korea adalah perrmpuan 88%, AS laki-laki 76%. Indonesia laki-laki 71% dan perempuan 63%.

(kil/dna)

Adblock test (Why?)


Langganan Streaming Film Jadi Tren Kekinian, Warga Bayar Segini Tiap Bulan - detikFinance
Kelanjutan Disini Klik

Review Film Pengabdi Setan 2: Communion, Alur Cerita Bolong yang Mencekam - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Film Pengabdi Setan 2 besutan sutradara Joko Anwar sudah resmi tayang di IMAX pada 30 Juli 2022.

Namun, film yang dibintangi Tara Basro ini baru rilis di bioskop umum di Indonesia pada 4 Agustus 2022.

Sekuel ini berkisah tentang kehidupan satu keluarga di sebuah rumah susun setelah beberapa tahun berhasil menyelamatkan diri dari kejadian mengerikan.

Peristiwa beberapa tahun silam tersebut mengakibatkan mereka kehilangan sosok Ibu sekaligus si bungsu yang bernama Ian.

Usai kejadian mengerikan itu, mereka percaya tinggal di rumah susun sangat aman.

Pasalnya, jika dibandingkan di desa, ada banyak orang tinggal di rumah susun yang akan membantu apabila sesuatu terjadi.

Baca juga: Fakta Film Pengabdi Setan 2: Communion Tayang di IMAX

Namun, mereka menyadari bahwa tinggal bersama banyak orang mungkin juga sangat berbahaya apabila tidak mengenali latar belakang tetangga.

Pada sebuah malam yang penuh teror, Rini (Tara Basro) dan keluarganya harus kembali menyelamatkan diri. Tetapi, kali ini mungkin terlambat untuk lari.

Kompas.com berkesempatan untuk menyaksikan screening film Pengabdi Setan 2: Communion yang digelar oleh Rapi Films di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (2/8/2022).

Sutradara Joko Anwar dan sinematografer Ical Tanjung tampaknya ingin menampilkan setiap detail untuk Pengabdi Setan 2: Communion.

Dengan latar waktu tahun 1984, Pengabdi Setan 2: Communion memperlihatkan kamera jadul yang kerap kali digunakan pewarta, bangunan tua, bus bertingkat, bajaj, halte hingga sepeda motor atau mobil tua.

Baca juga: Film Pengabdi Setan 2: Communion Tayang 30 Juli 2022 di IMAX

Bukan hanya itu, ejaan lama pada koran, radio, laporan penyiar berita, perbincangan peristiwa petrus serta soundtrack lagu “Rayuan Pulau Kelapa” karya Ismail Marzuki dan lagu lain-lain menambah kesan latar waktu yang terjadi pada tahun 80-an.

Latar waktu tersebut menjadikan suasana semakin mencekam saat menyaksikan sekuel film yang dibintangi aktris Tara Basro tersebut.

Terlebih, Joko Anwar sebelumnya mengungkapkan bahwa rumah susun yang dijadikan lokasi syuting film tersebut sudah tidak berpenghuni selama 15 tahun.

Sementara itu, latar suara di Pengabdi Setan 2: Communion juga memiliki peran yang cukup besar.

Penonton dapat merasakan kualitas suara di level tinggi dan jarang ditemui di film horor lokal sejauh ini.

Baca juga: Jelang Pengabdi Setan 2 Tayang, Joko Anwar Cerita Tara Basro Kabur Saat Nonton Film Horor

Oleh karena itu, penonton dapat mendengarkan setiap sumber suara meski saat para pemain sedang berdialog.

Bahkan, ketika teror horor yang tidak ada hentinya tengah muncul.

Sayangnya, Joko Anwar tidak menampilkan terlalu banyak sosok Ibu di depan kamera pada sekuel ini.

Walau begitu, ia memiliki makna tersirat di dalamnya apabila penonton menyaksikan setiap detail dan itu membuat jantung berdebar hebat.

Untuk akting para pemain sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka menampilkan secara maksimal untuk karakter masing-masing.

Meski Nazifa Fatia Rani (berperan sebagai Wina) baru pertama kali terlibat dalam proyek layar lebar, akting perempuan berusia 12 tahun tersebut layaknya aktris senior.

Baca juga: Ditanya Target Penonton Film Pengabdi Setan 2, Joko Anwar: Tak Pernah Target Angka

Namun, ada sedikit celah di Pengabdi Setan 2: Communion, yakni alur cerita yang berlubang dan menggantung.

Tidak sedikit adegan yang tidak dijelaskan secara rinci mengapa hal tersebut terjadi. Walaupun, itu memang ciri khas dari Joko Anwar.

Namun, Pengabdi Setan 2 ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang keinginan atau pesan apa yang hendak disampaikan Joko Anwar.

Oleh karena itu, dibanding sekuelnya, Pengabdi Setan pertama lebih bisa dinikmati dari sisi alur ceritanya.

Terlepas dari itu, penonton tentu masih dapat menikmati kengerian, suasana mencekam, dan jantung seperti naik rollercoaster selama film diputar.

Tagline "Teror Ibu Sepanjang Masa" benar-benar terjadi untuk Pengabdi Setan 2: Communion.

Baca juga: Joko Anwar Sebut Ada 400 Shoot CGI di Pengabdi Setan 2: Communion

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Review Film Pengabdi Setan 2: Communion, Alur Cerita Bolong yang Mencekam - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Kearifan Lokal Warnai Film Uti deng Keke, Bupati Minut Ikut Terlibat - detikcom

Manado -

Film 'Uti deng Keke' yang berlatar belakang Gorontalo dan Sulawesi Utara bakal tayang di bioskop Indonesia. Film yang menawarkan kearifan lokal ini bakal melibat Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda ikut berakting dalam film ini.

"Selain mengangkat latar belakang Gorontalo dan Sulawesi Utara khususnya Minahasa Utara dalam hal keragaman dan dinamika kehidupannya," tutur eksekutif produser, Hartono saat konferensi pers di CLIN Food Megamas Manado, Senin (1/8/2022).

Film yang bicara toleransi antar umat beragama bakal tayang Oktober mendatang. Sinema garapan rumah produksi Gema Production ini juga akan menampilkan dialog bahasa daerah.


"Film ini juga makin memperkenalkan bahasa daerah masing-masing, tentunya ada juga bahasa Indonesia," paparnya.

Hartono menceritakan kisah singkat dari cerita film tersebut. Uti deng Keke adalah film persahabatan dua anak dari remaja hingga SMA yang memiliki latar belakang agama dan suku yang berbeda.

"Ceritanya tentang dinamika persahabatan dua anak daerah ini hingga akhirnya ada ketertarikan dan memutuskan untuk bersahabat," urai dia.

Dinamika kehidupan anak-anak remaja dan keluarganya di dua daerah akan diulas. Kisahnya tidak akan lepas dari pelajaran tentang toleransi serta persatuan dan kesatuan bangsa.

"Lokasi syutingnya sesuai dengan latar cerita yaitu di Gorontalo dan Minahasa Utara, termasuk destinasi wisata yang ada di dua daerah ini," ujarnya.

Film Uti deng Keke bakal dibintangi aktor nasional maupun lokal. Termasuk didukung aktor ternama lainnya, yakni Gary Ishak, Mongol Stress, Addin Hidayat, Fannita Posumah, Rency Milano.

Sementara untuk artis lokal, seperti Didi Roa dan Tanta Lala juga ikut berperan dalam film tersebut. Selain itu, akan ada penampilan spesial dari Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang akan ikut berakting dalam film ini.

Ada pula pemeran Maria kecil atau Keke yaitu Lana Victoria yang berusia 14 tahun. Victoria merupakan salah satu remaja asal Manado yang baru memulai debut aktingnya di film tersebut.

Selain itu, akan ada penampilan spesial dari Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang akan ikut berakting dalam film ini.

Dia membeberkan film tersebut bakal mulai tayang pada bulan Oktober 2022. Film bertema keluarga ini bisa disaksikan untuk segala usia.

"Rencananya 20 atau 28 Oktober," pungkas Hartono.

Sementara pemeran Lana Victoria yang berperan sebagai Keke mengaku bahagia ketika diberi kesempatan untuk shooting dalam film tersebut. Victoria merupakan salah satu remaja asal Manado yang baru memulai debut aktingnya di film tersebut.

"Pertama-tama bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan. Karena bisa shooting dan jadi Keke kecil," tutur Victoria.

Dia pun mengaku punya kesan tersendiri bisa shooting bersama Mongol Stres. Salah satu komika ternama di Indonesia.

"Senang bisa shooting bersama Kaka Mongol, karena selalu diarahkan," pungkasnya.

Simak Video "Seputar Film Korea 2037 yang Jadi Buah Bibir"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/asm)

Adblock test (Why?)


Kearifan Lokal Warnai Film Uti deng Keke, Bupati Minut Ikut Terlibat - detikcom
Kelanjutan Disini Klik

Monday, August 1, 2022

Sinopsis Film The Scout, Petaka Berburu Harta Karun di Kuil Tua - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

The Scout (2009) merupakan film horor Thailand yang mengisahkan sekelompok anak-anak Pramuka yang tak sengaja terjebak di dimensi lain akibat berburu harta karun di kuil tua. Berikut sinopsis The Scout.

Sinopsis The Scout yang disutradarai Saiyon Srisawat ini dimulai dengan sekelompok anak-anak Pramuka yang berkemah di dekat kastil kuno.

Para guru yang mendampingi mereka menganggap kastil tersebut adalah tempat yang aman dan tenang sehingga cocok dijadikan tempat berkemah bersama para murid.

Pada suatu malam, sekelompok anak Pramuka mengunjungi sebuah kuil kuno untuk menyaksikan gerhana bulan. Hal itu dilakukan setelah mereka mendengar kisah legenda api unggun.

Legenda itu mengisahkan dewa yang melindungi kuil dan harta karun di dalamnya. Sehingga, para murid tergoda dan memutuskan untuk pergi mencari harta karun legendaris itu pada malam hari.

Namun, tidak disangka pemburuan harta karun malah membawakan malapetaka hingga mengancam nyawa mereka. Di dalam kuil tersebut, anak-anak Pramuka itu berhadapan dengan ular ganas raksasa, katak terbang, dan banyak makhluk aneh lainnya.

Tanpa disadari, perburuan harta karun itu malah membawa mereka masuk ke dunia lain. Mereka berusaha mencari cara keluar dari sana dan mencoba kembali ke dimensi mereka.

Namun, satu-satunya jalan keluar dari dunia tersebut harus mereka temukan sebelum gerhana berakhir. Jika mereka terlambat, mereka akan terjebak di dalam dunia paralel tersebut selamanya.

[Gambas:Video CNN]

The Scout dibintangi oleh Apisarit Adisasurarak, Weerayoot Kaengkan, dan Rimpawe Kruengsai.

Film ini pertama kali tayang di Thailand pada 2009 dan diproduksi Lionheart Pictures. Berdasarkan penjualan box office internasional, The Scout dibuat dengan anggaran produksi sekitar US$2 juta.

Namun, film ini hanya mampu meraup keuntungan US$11.424 dari box office internasional.

Gif banner Allo Bank
(tdh/chri)

Adblock test (Why?)


Sinopsis Film The Scout, Petaka Berburu Harta Karun di Kuil Tua - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

5 Rekomendasi Film tentang Body Positivity, Banyak Pelajaran yang Bisa Diambil - Yoursay.ID

Film merupakan sebuah representasi dan realitas kehidupan sehari-hari yang eksis di masyarakat. Isu yang diangkat dalam film dapat berupa keresahan yang muncul di sekitar kehidupan masyarakat itu sendiri, salah satunya kekhawatiran orang terhadap standar kecantikan atau beauty standards pada perempuan.

Untuk melawan dan mendobrak beauty standards yang tidak realistis tersebut, diperlukan adanya body positivity atau penanaman pola pikir yang positif bahwa seluruh tubuh itu baik dan indah dengan segala jenis keunikannya. Ada beberapa film yang mengangkat tema tentang body positivity. Nah, berikut 5 rekomendasi film tentang body positivity yang wajib kamu tonton.

Poster Film Imperfect. Sumber foto: www.instagram.com/trapmodelsmgmt/
Poster Film Imperfect. (https://ift.tt/4n1lCOT)

Film Imperfect merupakan sebuah film karya sutradara Ernest Prakasa. Film bergenre drama komedi ini diangkat dari buku karya Meira Anastasia yang berjudul "Imperfect : A Journey to Self-Acceptance". Film ini menceritakan perjalanan tokoh Rara yang diperankan oleh Jessica Mila dalam mencapai penerimaan diri. Melalui tokoh Rara, Ernest Prakasa ingin menyampaikan perspektif dan menyadarkan masyarakat bahwa setiap orang itu memiliki keunikannya masing-masing.

2. Real Women Have Curves (2002)

Poster Film Real Women Have Curves. Sumber foto: www.medium.com
Poster Film Real Women Have Curves (Imdb)

Film yang disutradarai oleh Patricia Cardoso ini menceritakan kisah Ana Garcia (America Ferrera), seorang perempuan keturunan Meksiko-Amerika yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Selain menceritakan kehidupan Ana dan Ibunya, film ini juga berkisah tentang kehidupan keluarga imigran dan sebuah penerimaan diri sendiri.

3. Hairspray (2007)

Film Hairspray. Sumber foto: www.instagram.com/claudia_balderas_/
Film Hairspray. (https://ift.tt/vFrO4Wi)

Film Hairspray merupakan film karya sutradara Adam Shankman. Film yang kental dengan aliran musikal ini menceritakan tentang isu rasial serta menonjolkan tokoh Tracy Turnblad yang diperankan oleh Nikki Blonsky. Ia digambarkan sebagai perempuan muda yang sangat vokal dalam isu kesetaraan rasial dan bangga terhadap bentuk tubuh serta berat badannya.

4. Spy (2015)

Film Spy. Sumber foto: www.instagram.com/mariospctre/
Film Spy. (https://ift.tt/npyge9c)

Film aksi komedi ini ditulis dan disutradarai oleh Paul Feig. Tidak seperti film-film agen rahasia pada umumnya, Spy mendobrak stereotip mengenai peran perempuan dengan tubuh yang besar di film-film aksi. Film ini bercerita tentang Susan Cooper (Melissa McCarthy) yang bekerja sebagai seorang analis di CIA yang ahli dalam peralatan-peralatan super canggih. 

5. Booksmart (2019)

Pemain Film Booksmart. Sumber foto: www.instagram.com/cinemarvalleous/
Pemain Film Booksmart. (https://ift.tt/wbop0Sj)

Film coming of age asal Amerika ini disutradarai oleh Olivia Wilde. Film ini berkisah tentang sepasang sahabat bernama Amy (Kaitlyn Dever) dan Molly (Beanie Feldstein). Keduanya sama-sama memiliki permasalahan kepercayaan diri yang berkaitan dengan beauty standards dan kesuksesan. Amy dan Molly juga saling mendukung satu sama lain untuk menjadi diri sendiri.

Itulah 5 rekomendasi film tentang body positivity yang bisa kamu tonton untuk meningkatkan self acceptance. Selamat menonton! 

Adblock test (Why?)


5 Rekomendasi Film tentang Body Positivity, Banyak Pelajaran yang Bisa Diambil - Yoursay.ID
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...