Rechercher dans ce blog

Sunday, April 3, 2022

Belajar dari Iran Demi Kemajuan Film Lokal - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia perfilman Iran sejak puluhan tahun silam telah bertransformasi menjadi negara penyumbang film unggulan di panggung internasional. Tak sedikit film mereka berhasil menoreh prestasi di ajang film bergengsi.

Sebut saja A Separation (2012) dan The Salesman (2017), film garapan Asghar Farhadi peraih piala Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film. Begitu pula dengan Taste of Cherry (1997) yang menyabet piala Palme d'Or, penghargaan tertinggi Cannes Film Festival.

Tiga film itu sebagian kecil bukti bahwa film Iran terus berjaya secara global. Jika ditelisik lebih dalam, ada sejumlah formula yang sebenarnya bisa jadi pembelajaran bagi penentu keputusan dan pelaku industri film Indonesia.


Akademisi Film Institut Kesenian Jakarta Satrio Pamungkas saat berbincang dengan CNNIndonesia.com menerangkan bahwa kekuatan film Iran terletak pada kesadaran masyarakat film terhadap sebuah karya.

Cara berpikir intelektual di ekosistem film Iran disebut telah unggul, sehingga mereka dapat melahirkan karya berkualitas.

"Kenapa mereka bisa kuat? Karena masyarakat filmnya, mulai dari pembuat, penonton, pemangku kebijakan, pemodal, kreator, dan semua yang terlibat dalam dunia film, mereka itu sudah sadar betul tentang cara berpikir intelektual terhadap sebuah karya," kata Satrio.

Kesadaran itu terlihat dari identitas kuat yang tercermin dari hampir seluruh film Iran. Menurut Satrio, Iran mempunyai gaya dan bentuk film yang "bercerita tentang sosial".

A Separation (2012)A Separation (2012). Dunia perfilman Iran sejak puluhan tahun silam telah bertransformasi menjadi negara penyumbang film unggulan di panggung internasional. (dok. Asghar Farhadi Productions/Dreamlab Films /MPA APSA Academy Film Fund/Memento Films via IMDb)

Identitas itu juga dimiliki oleh negara raksasa film lainnya. Amerika Serikat mempunyai Hollywood yang termasyhur, kemudian diadopsi oleh India dengan konsep Bollywood.

Begitu pula Prancis dengan aliran impresionisme yang erat dengan tampilan warna dan cahaya, atau Jerman dengan gerakan kreatif bernama ekspresionisme yang berkembang pada 1920-an.

Identitas kolektif seperti itu sayangnya masih samar di ekosistem film Indonesia. Belum ada nilai bersama yang disepakati oleh masyarakat film dari hulu ke hilir.

Hal itu kemudian diperparah dengan ruang kreatif para pembuat film yang kerap diintervensi pemodal. Hal ini dianggap berbeda dengan yang ada di Iran.

Satrio menyebut bahwa para pemodal di Iran menghargai hak intelektual kreator sehingga pembuat film bebas menuangkan idenya tanpa intervensi.

"Dari sisi ruang bisnis mereka, secara sistem, mereka [Iran] semua sadar betul bahwa film ini adalah hak intelektual dari kreator. Kalaupun ada investor, pencari dana, atau klien, itu yang mengikuti hak intelektual kreatif dari kreator," kata Satrio.

The Song of Sparrows (2008)The Song of Sparrows (2008). Satrio menyebut bahwa para pemodal di Iran menghargai hak intelektual kreator sehingga pembuat film bebas menuangkan idenya tanpa intervensi.
(dok. Majid Majidi Film Production via IMDb)

"Berbeda dengan kita [Indonesia], kita itu seolah-olah investor itu ikut andil dalam sisi penggarapan film. Sehingga film itu arahnya berbeda-beda," sambungnya.

Intervensi pemodal dalam penggarapan film kerap membuat nilai-nilai kreativitas ikut tergeser. Dialog dalam proses kreatif tak pelak diisi obrolan tentang uang, keuntungan, jumlah penonton, hingga laku atau tidaknya film yang akan digarap.

Satrio mengungkapkan bahwa sebetulnya masih ada sutradara yang mampu mengendalikan ruang kreatif tanpa campur tangan pemodal. Sutradara tersebut umumnya sudah punya reputasi dan jumlahnya hanya segelintir.

Selain dari sisi kreator dan bisnis, industri film Indonesia juga dianggap perlu memperhatikan keberadaan para penonton. Industri film juga perlu memberikan pengetahuan demi memperluas cara berpikir penonton.

Perhatian itu perlu diberikan agar penonton juga ikut berkembang seiring dengan kemajuan kualitas dari film yang digarap. Dengan demikian, akan tumbuh hubungan yang saling mendukung antara pembuat film dengan penonton.

Children of Heaven (1997)Children of Heaven (1997). Satrio menyebut bahwa para pemodal di Iran menghargai hak intelektual kreator sehingga pembuat film bebas menuangkan idenya tanpa intervensi.
(dok. Kanun parvaresh fekri (The Institute for the Intellectual Development of Children & Young Adults)/New Films International via IMDb)

Film berkualitas membutuhkan penonton yang mampu mengonsumsinya. Begitu pula dengan penonton berintelektual yang membutuhkan film berkualitas.

"Saya rasa kita juga harus mencerdaskan masyarakat film, mencerdaskan dan mengajak semua untuk bijak dalam menonton film," kata Satrio.

"Jadi bisa melahirkan ekosistem atau atmosfer dunia film yang kita tidak lagi takut akan lahirnya karya-karya yang tidak berkualitas," sambungnya.

Hingga pada akhirnya, film yang berhasil tidak hanya dinilai dari kualitasnya, tetapi juga seberapa besar film itu bisa memberikan dampak bagi masyarakat.

(frl/end)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Belajar dari Iran Demi Kemajuan Film Lokal - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Saturday, April 2, 2022

7 Rekomendasi Film China Romantis Terbaik dan Terbaru, Dijamin Seru Sekaligus Bikin Baper - Kapanlagi.com - KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Bagi penggemar film China terutama bergenre romance, nggak ada salahnya tahu apa saja rekomendasi film China romantis terbaik dan terbaru 2022. Pasalnya ada sejumlah rekomendasi film China romantis terbaik menyajikan alur cerita yang bakalan bikin kalian baper.

Di antara sejumlah rekomendasi film China romantis terbaik, beberapa di antara memiliki rating cukup tinggi. Karena itulah rekomendasi film China di bawah ini termasuk jajaran film terpopuler yang wajib banget kalian tonton.

Terutama buat kalian yang menyukai genre romantis dan cinta, rekomendasi film China terbaik dan terbaru dalam ulasan di bawah ini sayang banget kalian lewatkan. Penasaran apa saja rekomendasi film China romantis terbaik dan terbaru?

Adapun ulasan tentang rekomendasi film China romantis dapat kalian simak di bawah ini. Yuk cek apa saja rekomendasi film China romantis terbaik yang bikin kalian gagal move on. Ini rekomendasi film China romantis terbaik yang telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

•

1. 'METEOR GARDEN'

Rekomendasi film China romantis untuk genre drama yang pertama adalah ada drakor METEOR GARDEN.  Kalian tentunya sudah sangat familiar dengan drama satu ini sebab sudah banyak di remake dalam berbagai versi baik Korea, Jepang dan China.

Namun kali ini akan dibahas tentang film drama China METEOR GARDEN yang diperankan oleh sejumlah bintang ternama yakni Dylan Wang, Shen Yue, Caesar Wu, Darren Chen, dan lainnya. Sementara itu sinopsis METEOR GARDEN berkisah mengenai kisah cinta romantis antara Dao Ming Si dan Dong Shan Cai.

Keduanya memiliki status yang berbeda jauh. Meski awalnya sempat saling benci, bumbu-bumbu cinta di antara mereka kemudian tumbuh. Sayangnya, perjalanan cinta antara Dao Ming Si dan Dong Shan Cai tidaklah mudah. Ada beragam hambatan yang bakal mereka hadapi terutama restu orang tua Dao Ming Si. METEOR GARDEN menjadi rekomendasi film China romantis genre drama terbaik dengan rating tinggi yakni 8.2.

2. 'US AND THEM'

Rekomendasi film China romantis berikutnya adalah US AND THEM. Film ini dirilis tahun 2018 silam yang mengambil genre romance dan drama. Selain itu beberapa di antara para pemain film US AND THEM yakni Jing Boran dan Zhou Dongyu.

Sementara itu, sinopsis US AND THEM bercerita tentang kisah cinta Jiang Qing dan Xiao Xiao. Keduanya bertemu saat perjalanan ke kampung halaman dengan kereta. Selanjutnya keduanya saling jatuh cinta meskipun harus tetap berjuang meraih impian mereka. Beragam persoalan dan hambatan dalam hubungan Jiang Qiang dan Xiao Xiao bakalan membawa perasaanmu naik turun. Rekomendasi film China romantis ini memiliki rating cukup tinggi yakni 7.3.

3. 'BETTER DAYS'

BETTER DAYS juga menjadi film China romantis terbaik dan dijamin bikin baper. Film BETTER DAYS dirilis tahun 2019 lalu yang mengambil genre romance, kriminal, dan drama. Nggak hanya bikin baper, pasalnya film BETTER DAYS juga menyajikan kisah seru terbalut dengan bumbu-bumbu aksi yang ser banget.

Sedangkan sinopsis film BETTER DAYS berkisah tentang Chen Nian dan Liu Bei Shan. Chen Nian mendapat bullyan dari teman-teman sekolahnya yakni Wei Lai. Namun dirinya bertemu dengan Li Bei Shan yang datang untuk membelanya. Akan tetapi babak baru kembali Chen Nian hadapi saat ia dan Liu Bei Shan dituduh terlibat dalam kematian Wei Lai, pembully Chen Nian. Berbagai konflik kemudian dihadapi keduanya yang juga terdapat bumbu-bumbu cinta bikin haru.

4. 'FALL IN LOVE AT FIRST KISS'

FALL IN LOVE AT FIRST KISS menjadi rekomendasi film China romantis terbaik yang juga wajib banget kalian tonton. Film ini sebenarnya memiliki kisah mirip dengan drama Korea Naughty Kiss, namun dalam film FALL IN LOVE AT FIRST KISS kisahnya dibalut dengan alur yang baru.

Sinopsis FALL IN LOVE AT FIRST KISS bercerita tentang seorang siswa peringkat terbawah di sekolah jatuh hati dengan teman sekolahnya yang begitu populer dan pintar. Suatu ketika Yuan Xiangqin mengutarakan perasaannya kepada Jiang Zhishu. Namun ia justru menerima perilaku berbanding terbalik saat, Jiang Zhishu menolaknya.

Ternyata kisah mereka tidak berhenti di situ saja. Karena hubungan Yuan Xiangqin dan Jiang Zhishu semakin dekat karena keduanya orang tua mereka ternyata rekan dekat. Keduanya kemudian tinggal bareng bersama orang tua lantaran rumah Yuan Xiangqin tiba-tiba roboh. Berbagai kisah lucu dan bikin baper melengkapi film FALL IN LOVE AT FIRST KISS semakin seru kalian tonton.

5. 'UPCOMING SUMMER'

UPCOMING SUMMER menjadi rekomendasi film China romantis yang juga dijadikan referensi buat kalian. Film UPCOMING SUMMER dirilis tahun 2021 lalu diperankan sejumlah nama pemain populer yakni Leo Wu, Wendy Zhang, Hao Lei, Zu Feng, Liu Dan dan lainnya.

Sinopsis UPCOMING SUMMER berkisah tentang cinta dan persahabatan.  Di mana ada kisah cinta romantis antara Chen Chen dan Zheng Yu Xing. Namun keduanya menghadapi kisah cinta yang cukup rumit di tengah pendidikan dan karir.

6. 'SHINNING FOR ONE THING'

SHINNING FOR ONE THING juga menjadi rekomendasi film China romantis bergenre drama. Drama China romantis ini diperankan oleh sejumlah bintang ternama seperti Zhang Jianing dan Qu Chuaxiao. Drama ini juga memiliki genre fantasi yang membuat penoton nggak bakal bosan menyaksikan tiap scene SHINNING FOR ONE THING.

Sinopsis SHINNING FOR ONE THING berkisah tentang hubungan asmara Lin Bei Xing dan Zhan Yu. Kisah cinta mereka semakin rumit saat Lin Bei Xing putus dengan Zhan Yu. Namun kejadian tidak terduga Lin Bei Xing alami ketika ia tiba-tiba kembali ke masa lalu saat masih berusia 18 tahun. Berbagai peristiwa kembali ia alami dengan mengulang lagi kisah di masa lalunya. Lalu bagaimana kelanjutan kisah mereka? Nggak ada salahnya buat kalian menyaksikan film China romantis terbaru ini yang rilis awal tahun 2022.

7. 'BRILLIANT CLASS 8'

BRILLIANT CLASS 8 juga menjadi rekomendasi film China romantis terbaru tahun 2022. Sebenarnya BRILLIANT CLASS 8 memiliki beberapa episode dengan mengambil genre romance komedi. Selain itu sinopsis BRILLIANT CLASS 8 berkisah tentang kisah seorang penyanyi populer.

Xiang Dongman menghadapi sejumlah skandal dalam karirnya. Ia harus menghadapi citra buruk lantaran skandal sebelumnya. Selanjutnya Xiang Dongman kini menjadi seorang guru. Di sinilah ia bertemu dengan Su Qi dan Chen Liusan.

Berbagai kisah menarik terjadi selama mereka menjadi guru dan menyelesaikan sejumlah persoalan yang dihadapi murid. Bagaimana keseruan kisah BRILLIANT CLASS 8 berikutnya? Kalian bisa menyaksikan drama China romantis ini melalui saluran iQIYI.

Itulah beberapa rekomendasi film China romantis dan drama yang wajib banget kalian tonton. Ada yang tertarik?

Yuk Baca Artikel Lainnya

Adblock test (Why?)


7 Rekomendasi Film China Romantis Terbaik dan Terbaru, Dijamin Seru Sekaligus Bikin Baper - Kapanlagi.com - KapanLagi.com
Kelanjutan Disini Klik

Friday, April 1, 2022

Sinopsis Film The Revenant Diperankan oleh Leonardo DiCaprio, Kisah Perjalanan Seorang Pemburu Bulu di Amerika - Media Purwodadi - Media Purwodadi

Media Purwodadi – Dalam program Bioskop Trans TV akan menayangkan film The Revenant malam ini Sabtu, 2 April 2022 pada pukul 21.30 WIB dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Tom Hardy.

The Revenant mengangkat genre histori drama yang menceritakan tentang kisah perjalanan seorang pemburu bulu yang hidup di Amerika, Hugh Glass hingga ia nyaris diserang beruang grizzly.

Melalui penelusuran Media Purwodadi, film The Revenant telah dirilis pada 8 Januari 2022 di Amerika Serikat, film yang diangkat dari buku berjudul ‘The Revenant: A Novel of Revenge’ pada 2002 karya Michael Punke.

Film ini disutradarai oleh Alejandro G. Iñárritu, sekaligus berperan dalam penulis skenario bersama dengan rekannya yaitu Mark L. Smith.

Baca Juga: Cara Ampuh Hilangkan Stretch Mark Hanya dengan 5 Bahan Alami, Berikut Tips dari dr. Shindy Putri

Setelah penayangannya secara global, film The Revenant meraup penghasilan sekitar 533 juta dollar US. The Revenant berdurasi tayang 2 jam 36 menit dengan rating 8 dari 10 di situs IMDb.

Bahkan, film The Revenant berhasil membawa 92 dari 3 kemenangan dalam piala Oscars antara lain Best Performance by an Actor in a Leading Role, Best Achievement in Directing, dan Best Achievement in Cinematography.

Film The Revenant dibintangi oleh Leonardo DiCaprio (Hugh Glass), Tom Hardy (John Fitzgerald), Will Poulter (Bridger), Paul Anderson (Anderson), Joshua Burge (Stubby Bill), Kristoffer Joner (Murphy), Domhnall Gleeson (Captain Adrew Henry), dan pemain lainnya.

Sinopsis Film The Revenant (2015)

Adblock test (Why?)


Sinopsis Film The Revenant Diperankan oleh Leonardo DiCaprio, Kisah Perjalanan Seorang Pemburu Bulu di Amerika - Media Purwodadi - Media Purwodadi
Kelanjutan Disini Klik

Menunggu Buka Puasa, 8 Film Indonesia Ini Bisa Jadi Referensi - Kabar Banten - Kabar Banten

KABAR BANTEN - Memasuki bulan suci Ramadhan kegiatan yang paling ditunggu ngabuburit, kamu bisa melakukannya dengan menonton film Indonesia sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Selama bulan suci Ramadhan banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan, seperti beribadah, melakukan aktivitas berolah raga ataupun menonton film.

Dikutip kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari laman ditsmp.kemdikbud.go.id, berikut 8 film Indonesia yang bisa menjadi referensi untuk kamu ngabuburit sambil menungg waktu buka puasa:

Baca Juga: Sinopsis Walking Dead Tomate, Film Horor Mengerikan yang Diangkat dari Tradisi Ritual Tanah Toraja

1. Hafalan shalat delisa (2011).

Film ini tidak kalah inspiratif dan menghibur Hafalan Shalat Delisa merupakan karya sutradara Soni Gaokasak.

Film ini menceritakan Seorang anak perempuan bernama Delisa (Chantiq Schagerl) tinggal di desa Lhok Nga, sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh yang harus kehilangan Ibu dan saudaranya dalam tragedi Tsunami tahun 2004.

Bukan hanya itu, Delisa juga berdamai dengan kondisi dimana salah satu kakinya harus diamputasi. Meski berat, Delisa akhirnya bangkit dari kesedihan dan melanjutkan kehidupannya. Film ini sarat akan nilai positif kehidupan dan nilai agama.

2. Denias, Senandung di Atas Awan (2006).

Film ini disutradarai oleh John de Rantau
menceritakan tentang Denias (Albert Fakdawer) adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di kaki pegunungan Jayawijaya.

Adblock test (Why?)


Menunggu Buka Puasa, 8 Film Indonesia Ini Bisa Jadi Referensi - Kabar Banten - Kabar Banten
Kelanjutan Disini Klik

Selama Ramadhan, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Pulau Jawa - Republika Online

Pemutaran film di 10 Pesantren ini akan menjadi kegiatan pertama di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bulan Ramadhan (2022) ini, Yayasan Bumi Kaya Lestari bekerjasama dengan Lola Amaria Production (LAP) dan Shalahuddin Siregar selaku sutradara dan produser film dengan judul  ‘Film Pesantren’ yang didukung oleh PT. Telkom Indonesia dan Telkomsel akan roadshow memutar Film Pesantren di 10 pesantren di Pulau Jawa. Pemutaran film di 10 Pesantren ini akan menjadi kegiatan pertama di Indonesia yang akan membawa sebuah film keliling pesantren selama bulan Ramadhan dan akan disaksikan oleh ribuan santri. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan film sebagai bagian dari sistem pembelajaran, menggali potensi kreatif di kalangan santri dan memperkuat pandangan pesantren sebagai tempat bersemainya nilai-nilai keislaman yang penuh damai dan kasih sayang.

Pemutaran film ini akan dilaksanakan dalam bentuk ‘Nonton Bareng’ dan dilanjutkan dengan diskusi atau ngobrol santai dengan para nara sumber (TBA).

Lalu mengapa Pesantren? 

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 25.000 Pondok Pesantren yang menjadi rumah dan sekolah bagi sekitar 4 juta santri.

“Pemutaran Film Pesantren di 10 Pesantren di Pulau Jawa ini sebenarnya untuk mengedukasi kehidupan anak-anak pesantren yang begitu konsern menggali ilmu. Di Pesantren yang sebenarnya digambarkan kehidupan yang harmonis, beragama dengan santai, berbeda pandangan disikapi dengan biasa saja dan tinggi akan toleransi. Tidak ada rebut-ribut,” kata Lola Amaria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/3/2022). 

“Pesantren sebagai tempat untuk belajar yang sangat menghargai perbedaan tanpa ada keributan. Toleransi yang tinggi antara satu dengan lainnya. Ini yang kita share di film ini sekaligus aka nada diskusi dalam setiap nonton bareng yang kami lakukan. Shalahuddin Siregar selaku sutradara dan produser film sangat baik mengemasnya,” sambung Lola. 

 

Adblock test (Why?)


Selama Ramadhan, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Pulau Jawa - Republika Online
Kelanjutan Disini Klik

Film Indonesia Tampil pada “The First International Women's Film Festival” di Syria - Niaga Asia

DAMASKUS.NIAGA.ASIA – Indonesia tampilkan film-film andalannya dalam “The First International Women’s Film Festival” yang berlangsung di Gedung Opera, Darul Assad For Cultural and Arts di Damaskus (23 – 26/03/2022.

Film Indonesia ditayangkan pada tanggal 26 Maret 2022 dengan menampilkan 2 (dua) film, yaitu yang pertama film dokumenter singkat mengenai sosial, budaya dan pariwisata Indonesia dengan judul “It’s Indonesia” dan yang kedua film drama, “MARS (Mimpi Ananda Meraih Semesta)” yang disutradarai oleh Sahrul Gibran.

Duta Besar Indonesia untuk Suriah, Wajid Fauzi menyatakan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-Suriah sudah dimulai sejak lama, bersifat historis dan mendalam, dan kita harus melestarikan serta memperkuatnya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang kebudayaan. Tema festival juga sangat tepat yaitu “Women Make Change”.

“Film-film Indonesia yang ditayangkan menampilkan peran perempuan di Indonesia. Saat ini perempuan Indonesia memiliki peran yang besar serta aktif dalam berbagai sektor kehidupan. Mereka menempati posisi strategis penting sebagai pejabat negara, pengacara atau dokter dan bidang lain,” ungkap Dubes Wajid Fauzi.

Film MARS berhasil memukau sekitar ratusan pengunjung yang hadir dan mereka mengharapkan agar film MARS tersebut dapat ditayangkan di beberapa bioskop di Suriah. Mereka menilai, film tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan dan akhlak mengenai perjuangan, tekad, kesabaran dan pengorbanan orang tua, terutama kaum ibu.

Kedua film Indonesia baik “Its Indonesia” dan film “MARS (Mimpi Ananda Meraih Semesta)” telah berkontribusi dalam memperkenalkan warna budaya dan citra positif Indonesia tentang Indonesia.

Sumber: KBRI Damaskus | Editor : Intoniswan

Anda mungkin juga menyukai:

Tag:

Adblock test (Why?)


Film Indonesia Tampil pada “The First International Women's Film Festival” di Syria - Niaga Asia
Kelanjutan Disini Klik

Belum Tayang di Bioskop, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Jawa, Para Santri Nonton Gratis - Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film Pesantren akan roadshow diputar di 10 pesantren di Pulau Jawa pada Ramadhan 2022.

Roadshow ini digelar Yayasan Bumi Kaya Lestari bekerjasama dengan Lola Amaria Production (LAP) dan didukung oleh PT. Telkom Indonesia dan Telkomsel.

Pemutaran film karya Sutradara Shalahuddin Siregar ini akan menjadi kegiatan pertama di Indonesia yang akan membawa sebuah film keliling pesantren selama bulan Ramadhan dan akan disaksikan oleh ribuan santri.

Baca juga: Kini Jadi Seorang Produser Film, Ini Sosok Mantan Artis Lola Amaria

Baca juga: Pesantren Baitul Muqoddas Tangerang Kebut Pembangunan Dalam Rangka Menyambut Lebaran 2022

Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan film sebagai bagian dari sistem pembelajaran, menggali potensi kreatif di kalangan santri dan memperkuat pandangan pesantren sebagai tempat bersemainya nilai-nilai keislaman yang penuh damai dan kasih sayang.

Pemutaran film ini akan dilaksanakan dalam bentuk ‘Nonton Bareng’ dan dilanjutkan dengan diskusi atau ngobrol santai dengan para nara sumber (TBA).

santren1
Cuplikan Film Pesantren. Belum tayang di Bioskop, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Jawa, Ribuan Santri Nonton Gratis

Lalu mengapa film Pesantren yang dipilih? Ini alasannya.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 25.000 Pondok Pesantren yang menjadi rumah dan sekolah bagi sekitar 4 juta santri.

“Pemutaran Film Pesantren di 10 Pesantren di Pulau Jawa ini sebenarnya untuk mengedukasi kehidupan anak-anak pesantren yang begitu konsern menggali ilmu.

Di Pesantren yang sebenarnya digambarkan kehidupan yang harmonis, beragama dengan santai, berbeda pandangan disikapi dengan biasa saja dan tinggi akan toleransi. Tidak ada rebut-ribut,” kata Lola Amaria, Kamis (31/3/2022).

“Pesantren sebagai tempat untuk belajar yang sangat menghargai perbedaan tanpa ada keributan. Toleransi yang tinggi antara satu dengan lainnya. Ini yang kita share di film ini sekaligus aka nada diskusi dalam setiap nonton bareng yang kami lakukan. Shalahuddin Siregar selaku sutradara dan produser film sangat baik mengemasnya,” sambung Lola.

santren3
Cuplikan Film Pesantren. Belum tayang di Bioskop, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Jawa, Ribuan Santri Nonton Gratis

Adblock test (Why?)


Belum Tayang di Bioskop, Film Pesantren Roadshow ke 10 Pesantren di Jawa, Para Santri Nonton Gratis - Tribunnews.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...