Rechercher dans ce blog

Friday, June 4, 2021

Dua Lipa Sumbang Soundtrak Film Gully, Can They Hear Us - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Penyanyi Dua Lipa merilis lagu baru berjudul Can They Hear Us untuk soundtrack film Gully yang dirilis pada Jumat (4/6). Single ini menjadi karya terbaru Dua Lipa setelah rilis album Future Nostalgia pada Oktober lalu.

Dalam lagu Can They Hear Us ini, Dua Lipa menyajikan warna musik yang lebih 'gelap' dan berbeda dari lagu-lagu di album sebelumnya.

Dua Lipa juga ikut menjadi komposer lagu tersebut bersama Clarence Coffee Jr., penulis lagu yang kerap terlibat dalam pembuatan soundtrack film, salah satunya lagu Run to Me dalam film Home (2015).


Lagu Can They Hear Us merupakan soundtrack dari film terbaru dari Paramount Pictures berjudul Gully. Film ini bercerita tentang perjalanan tiga orang yang telah berteman sejak kecil. Mereka adalah Calvin (Jacob Latimore), Nicky (Charlie Plummer) dan Jesse (Kelvin Harrison Jr.).

Sejak kecil, ketiga sahabat ini terlibat dalam kekerasan demi bertahan hidup di lingkungan paling berbahaya di Los Angeles. Aksi-aksi kekerasan yang tidak terkendali telah menjadi bagian dari malam-malam mereka.

[Gambas:Youtube]

Hal itu bahkan mengantarkan mereka dalam lembah kejahatan penuh obat-obatan terlarang dan pembunuhan di seluruh Los Angeles.

Film ini menjadi debut Nabil Elderkin sebagai sutradara untuk film layar lebar. Sutradara asal Amerika Serikat ini mengaku senang bisa melibatkan banyak penyanyi ternama untuk mengisi lagu tema dalam film ini.

"Saya sangat diberkati memiliki banyak teman dan kolaborator musik menjadi bagian dari perjalanan ini dan membuat lagu baru khusus untuk 'Gully.' Saya benar-benar berterima kasih kepada mereka semua atas dukungan mereka untuk saya dan film," ujar Elderkin mengutip dari Variety.

Selain lagu Can They Hear Us yang dibawakan oleh Dua Lipa, film Gully memiliki delapan soundtrack lain diantaranya menampilkan single baru dari 21 Savage berjudul Betrayed. Selanjutnya kolaborasi dari Ty Dolla $ign, Schoolboy Q dan B-Real untuk lagu Blacks n Mexicans.

Selain itu, juga ada lagu baru dari juga menampilkan musik dari Snoh Aalegra, Gary Clark Jr., 2 Chainz, Don Toliver, Sleepy Rose, Mike Will Made-It dan Buddy.

Selanjutnya, film Gully dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Utara pada Jumat (4/6). Film ini juga tersedia di platform berbayar Paramount Plus pada 8 Juni.

(nly/fjr)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Dua Lipa Sumbang Soundtrak Film Gully, Can They Hear Us - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Review Film: The Conjuring, The Devil Made Me Do It - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Butuh lima tahun untuk menantikan apa yang akan disajikan James Wan melalui saga The Conjuring, setelah terakhir kali meneror penonton horor dengan Valak. Kini, pasangan Ed dan Lorraine Warren kembali dalam saga ke-3 The Conjuring: The Devil Made Me Do It.

Saga ini semestinya dirilis pada 2020 lalu. Namun situasi pandemi terjadi dan memaksa semua film box office batal pamer di layar lebar, termasuk The Conjuring. Apalagi, Warner Bros amat menyayangi saga horor ini sebagai pengeruk pundi-pundi setelah Tenet tak bisa sesuai harapan.

Namun sajian kisah The Conjuring yang masih diambil dari fail kasus nyata dari demonolog mendiang Ed dan Lorraine Warren ini sedikit berbeda daripada dua film sebelumnya.


James Wan membuktikan ucapannya pada Oktober 2020 lalu --melalui sebuah video Faith & Fear: The Conjuring Universe Behind the Scene-- bahwa selaku kreator semesta The Conjuring, ia akan melakukan pendekatan berbeda pada babak teranyar.

Kala itu ia hanya menjelaskan gambaran umum film ini, yaitu diangkat dari sebuah kasus pembunuhan yang untuk pertama kalinya dalam sejarah hukum Amerika Serikat, klaim kerasukan dijadikan sebuah pembelaan.

Gagasan ide yang dikemukakan James Wan, dan Vera Farmiga juga Patrick Wilson sebagai pemain Lorraine dan Ed Warren, sebenarnya menjanjikan. Namun apakah gagasan itu akan semenarik dua saga sebelumnya saat dituang dalam gambar bergerak?

Jawabannya kembali ke penonton. Saya sendiri sulit memutuskan apakah film ini lebih menarik atau tidak, bila dibanding dua kisah sebelumnya.

Jelas James Wan bersama sutradara Michael Chaves (The Curse of La Llorona, 2019) dan David Leslie Johnson-McGoldrick (The Conjuring 2, 2016) selaku penulis naskah menampilkan kisah dengan pola berbeda dari yang sudah tayang. Hal baru itu tak buruk, hanya terasa berbeda tapi juga tidak bisa disebut mengagumkan.

The Conjuring 3: The Devil Made Me Do ItReview The Conjuring The Devil Made Me Do It menilai film ini berbeda daripada dua film sebelumnya.: (dok. Warner Bros Pictures)

Sederhananya, The Conjuring 3 lebih mirip film kriminal-thriller dengan bumbu horor ala semesta yang sudah dikenal pada dua film sebelumnya. Dengan kata lain pula, film ini lebih rasional dibanding saga pertama dan kedua.

Hal ini berbeda dibanding The Conjuring 1 dan 2 yang lebih fokus dengan segala kehororan supranatural dalam sebuah rumah, yang kadang tak bisa dijelaskan secara nalar tapi mampu membuat penonton menjerit-jerit.

Kini racikan itu tak banyak ditampilkan. Memang pada akhirnya pola narasi macam adaptasi folklor Amityville masih jadi andalan, namun sebagian besar film ini mengambil latar di banyak lokasi dan tidak menjadikan rumah berhantu sebagai sajian utama.

Sementara itu, gaya penuturan investigatif yang sudah disajikan sejak saga pertama dan kedua kini terasa lebih kental. Bumbu jumpscare film ini pun lebih halus bila dibanding teror Valak pada The Conjuring 2.

Padahal, kekuatan iblis yang dinarasikan pada film ini sebenarnya lebih kuat dibanding Valak atau pun Batsheba yang menghantui di film pertama. Saya pun yakin iblis dalam The Conjuring 3 lebih kuat dibanding Annabelle.

Tampaknya tim kreator memang sengaja menahan diri tidak mengekspos besar-besaran kengerian dalam The Conjuring 3, dan hanya bermain-main dengan gaya baru ala kisah kriminal, lelucon yang lebih renyah, dan okultisme yang lebih gelap.

Satu lagi. James Wan kini lebih berani memperluas cakupan horor dalam The Conjuring 3, seperti kehadiran mayat hidup, okultisme, hingga sedikit bumbu slasher yang mungkin membuat sebagian penonton merasa terganggu.

Dengan segala kebaruan itu, jelas The Conjuring 3 sebenarnya memiliki konsep yang menjanjikan. Namun saya merasa konsep itu tak membuat saya terpuaskan, seperti dengan teror saga pertama, kedua, ataupun seri teror Annabelle.

The Conjuring 3: The Devil Made Me Do ItReview The Conjuring 3: The Devil Made Me Do It menilai film ini lebih mirip film kriminal-thriller dengan bumbu horor ala semesta yang sudah dikenal pada dua film sebelumnya. (dok. Warner Bros Pictures)

Tapi apakah film ini buruk? Tidak sama sekali. Saya justru menilai film ini memiliki persiapan yang matang, mulai dari cerita, set, efek visual, hingga aksi para pemainnya. Hanya saja, rasa rindu keluar dari bioskop berupa syok akibat dikejar setan semesta The Conjuring tak terjadi kali ini.

Harapan menemukan jawaban --yang harus saya akui-- rasa kurang puas ini pun pupus ketika adegan post-credit yang dihapus.

Menurut pengakuan Chaves, adegan tersebut merupakan gambaran perluasan semesta The Conjuring berikutnya. Chaves menilai dengan menghapus bagian tersebut, The Conjuring 3 akan menjadi penutup trilogi awal yang solid.

Mohon maaf Chaves, saya justru tidak merasa film ini sebagai penutup yang solid. Film ini bahkan tak menggambarkan adanya keterkaitan yang jelas dari kisah-kisah sebelumnya. Sehingga, jangan repot-repot menghubungkan film ini dengan lini masa semesta The Conjuring yang sudah ada.

Namun bila ucapan Chaves lainnya yang menyebut bahwa ada peluang film ini menjadi landasan baru bagi pengembangan semesta The Conjuring berikutnya, itu bisa saja terjadi mengingat sejumlah perubahan yang tampak pada film ini.

Pada akhirnya, segala kritikan dan ulasan yang pedas tak akan membuat James Wan dan kawan-kawan gentar atau mengubah ide. James Wan, didukung dengan ucapan Michael Chaves, sudah punya setumpuk kasus Ed dan Lorraine Warren dan segudang ide usil untuk menakuti penonton The Conjuring Universe.

Toh karya The Conjuring apapun bentuknya nanti agaknya akan selalu mampu menarik penonton ke bioskop, terutama mereka yang berasal dari Asia.

[Gambas:Youtube]

(end)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Review Film: The Conjuring, The Devil Made Me Do It - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

Catat Ya! Inilah Daftar Film Terbaru yang Hanya Rilis Via Streaming - Warta Ekonomi

Menonton film tidak sama lagi dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19, orang-orang memilih ke bioskop untuk menyaksikan film favoritnya.

Kini, banyak orang mengalihkan aktivitas ke bioskop menjadi menonton secara streaming. Beberapa studio film seperti Universal, Sony, dan MGM berhati-hati dan merilis film mereka, termasuk Fast and Furious 9, Ghostbusters: Afterlife, dan James Bond, sementara film-film seperti Disney memilih mencampur rilisnya di bioskop dan streaming seperti Mulan, Raya and The Last Dragon, dan Cruella. Sementara itu, Warner Bros Pictures memilih untuk menayangkan film seperti Tenet di bioskop.

Baca Juga: Dari Mana Inspirasi Sekuel Conjuring? Film Lawas Ini Punya Jawabannya

Film-film seperti Tenet dan The Croods: A New Age bersikeras rilis di bioskop pada awal tahun, dan mengalami penjualan tiket yang mengecewakan. Sekarang, beberapa studio memilih untuk melakukan kebalikannya (meninggalkan bioskop dan beralih ke streaming).

Ada berbagai alasan mengapa beberapa film memilih langsung berbelok pada rilis streaming, karena beberapa studio menyadari bahwa mereka tidak memiliki jendela peluncuran yang tersedia. Pihak studio film akhirnya lebih memilih memotong kerugian mereka dengan menjual judul ke layanan streaming.

Sementara yang lainnya terpengaruh oleh penawaran menarik dari pihak platform streaming seperti Netflix dan Amazon Prime Video. Film apa saja yang dialihkan ke streaming? Berikut daftarnya seperti dilansir di laman Geek Culture:

1. Vivo (3 Juni)

Dirilis pada 3 Juni 2021, Vivo bercerita tentang petualangan musik animasi dari Vivo, kinkajou unik (beruang hutan hujan berukuran kecil) yang harus menemukan jalan dari Havana ke Miami, untuk membawakan lagu atas nama pemilik dan mentor tercintanya, Andres. Vivo bisa disaksikan di Netflix.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Adblock test (Why?)


Catat Ya! Inilah Daftar Film Terbaru yang Hanya Rilis Via Streaming - Warta Ekonomi
Kelanjutan Disini Klik

Film baru yang siap tayang di bioskop CGV dan XXI akhir pekan ini - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anda bosen nonton film di rumah? Ini film baru yang tayang di bioskop CGV dan XXI akhir pekan ini. 

Apakah Anda sudah punya rencana untuk mengisi libur weekend? Bila belum, Anda bisa ajak teman-teman untuk nonton film di bioskop. 

Baca Juga: Film John Wick 4, aktor Donnie Yen gabung Keanu Reeves untuk peran karakter ini

Asal tahu saja, bioskop CGV dan XXI tengah menayangkan film baru yang seru dan sayang untuk Anda lewatkan. 

Ini ulasan film baru yang tayang di bioskop XXI dan CGV akhir pekan ini, 5-6 Juni 2021. 

1. The Conjuring: The Devil Made Me Do It 

Anda penggemar film horor? Sebaiknya jangan sampai melewatlan film yang satu ini. 

Film ini berkisah tentang teror misterius yang dialami oleh keluarga Ed dan Lorraine Warren. 

Teror tersebut menjadi salah satu kasus paling sensasional, dimulai dengan pertarungan untuk nyawa seorang anak laki-laki yang membawa mereka ke hal yang belum pernah dialami dan dilihat sebelumnya. 

Film ini dibintangi oleh Patrick Wilson, Vera Farmiga, dan Ruairi O'Connor. 

2. Gas Kuy

Film ini berkisah tentang Aaron dan ketiga temannya mencintai kebebasan dan motor. 

10 tahun berlalu, mereka menjalani kehidupan masing-masing. Suatu hari Aaron dan ketiga temannya sepakat untuk melakukan touring motor Jawa-Bali. 

Nampaknya, touring ini akan menjadi touring terakhir meraka karena Aaron akan melangsungkan pernikahannya di Bali. 

Sepertinya perjalanan meraka tidak semulus yang direncanakan. Terjadi kekacauan di perjalanan yang mengancam pernikahan Aaron dan persahabatannya. 

Film ini dibintangi oleh Rangga Azof, Rendy Herpy, Kevin Zufri, dan Derby Romero.

Bagaimana ada film yang menarik minat Anda? 

Selain dua film di atas, film lainnya yang juga tayang di bioskop CGV dan XXI pada akhir pekan nanti ada Cruella, A Quiet Place, Josee, The Tiger and The Fish, dan Wrath of Man.

Baca Juga: Marvel tolak ide David Harbour untuk Red Guardian di film Black Widow, ini ceritanya

 

 

Editor: Tri Sulistiowati

Adblock test (Why?)


Film baru yang siap tayang di bioskop CGV dan XXI akhir pekan ini - Kontan
Kelanjutan Disini Klik

Susah Ditebak, Berikut Rekomendasi 5 Film Beralur Investigasi - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Film dengan kasus penyelidikan sebagai tema utama menjadi salah satu film yang paling digemari oleh para penonton.

Film dengan tema itu biasanya menyuguhkan beberapa teka-teki yang membuat penonton ikut penasaran dan tak sabar dalam mengungkap pelaku di balik kasus yang sedang diselidiki.

Beberapa film tentang kasus investigasi berikut akan menghibur Anda dengan alur cerita yang susah ditebak.

Baca juga: Rekomendasi 5 Film yang Mengangkat Cerita Galau Fenomena Ghosting

Film terbaru dari Warner Bros Pictures, Reminiscence yang akan segera tayang di bioskop ini mengikuti kisah penyelidikan dari Nicolas Bannister (Hugh Jackman).

Nicolas sendiri bekerja sebagai seorang penyelidik swasta yang selalu membantu kliennya untuk mengakses kenangan masa lalu yang hilang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, hidup Nicolas mulai berubah saat ia jatuh hati dengan kliennya sendiri yang bernama Mea (Rebecca Ferguson).

Suatu hari, Mea tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan Nicolas memulai pencarian wanita yang ternyata menyimpan segudang misteri.

Baca juga: Sinopsis Reminiscense, Film Action Thriller Terbaru Hugh Jackman

The Invisible Guest merupakan film asal Spanyol yang disutradarai oleh Oriol Paulo.

Kisahnya mengikuti Adrian Doria (Mario Casas) yang merupakan pebisnis sukses dituduh sebagai tersangka utama pembunuhan Laura Vidal (Barbara Lennie) yang bekerja sebagai fotografer fesyen.

Ia tertuduh karena Adrian merupakan satu-satunya orang yang bersama Laura pada saat itu di kamar hotel yang menjadi tempat utama penyelidikan.

Adrian yang juga tidak mengetahui apa-apa terkait kasus ini pun segera meminta bantuan dari pengacaranya bernama Felix Levia (Francesc Orella).

Ternyata kasus pembunuhan Laura memiliki hubungan dengan kasus hilangnya Daniel (Iñigo Gastesi) yang merupakan anak dari Tomas Garrido (Jose Coronado).

Apa yang membuat dua kasus tersebut saling berhubungan?

Baca juga: Sinopsis Daddys Home, Persaingan Antar Ayah, Tayang di Mola TV

Film besutan Bong Joon-ho, Memories of Murder merupakan film bertema kejahatan asal Korea Selatan.

Film ini diangkat dari kisah nyata dari kasus pembunuhan berantai di Hwaseong yang terjadi pada 1986 dan 1991.

Pada Oktober 1986, dua wanita ditemukan tewas terbunuh di sebuah kota kecil Korea Selatan.

Baca juga: Sinopsis Say I Love You, Diperankan oleh Aldy Maldini, Segera di Viu

Detektif Park Doo-man (Song Kang-ho) yang belum pernah memegang kasus pembunuhan berat akhirnya ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut.

Karena kurangnya pengalaman, ia akhirnya bekerja sama dengan detektif muda Seo Tae-yoon (Kim Sang-kyung).

Namun, keduanya justru berseteru karena memiliki cara investigasi yang berbeda.

Berhasilkah kedua detektif ini menguak kebenaran akan kasus pembunuhan berantai itu?

Baca juga: 7 Rekomendasi Drama Korea Bertema Kriminal dan Misteri

Novel karya Agatha Christie yang sempat dirilis pada 1934 dengan judul Murder on the Orient Express diadaptasi ke film layar lebar pada 2017.

Dengan judul yang sama, alurnya mengikuti investigasi kasus pembunuhan seorang mafia bernama Edward Ratchett (Johnny Depp) yang terjadi di kereta Orient Express.

Beruntung di kereta tersebut, ada seorang detektif bernama Hercule Poirot (Kenneth Branagh) yang kebetulan menjadi penumpang di kereta itu.

Investigasi dari kasus ini sendiri penuh dengan teka-teki sampai membuat Poirot hampir menyerah.

Hal tersebut dikarenakan alibi dan kesaksian dari para penumpang yang suka berubah-ubah.

Yang lebih mengejutkan lagi, para penumpang Orient Express memiliki rahasia masing-masing yang ternyata berhubungan dengan motif pembunuhan Ratchett.

Baca juga: Sinopsis American Eid, Idulfitri di Amerika, Tayang di Disney+ Hotstar

Mengusung genre thriller, film Searching mengisahkan usaha David Kim (John Cho) untuk mencari anak perempuannya, Margot Kim (Michella La) yang hilang.

Sebelum hilang, hubungan ayah dan anak ini cukup merenggang mengingat istri David yang sudah meninggal.

Suatu hari di saat David sedang tertidur, ia mendapatkan tiga panggilan tidak terjawab dari anaknya.

Baca juga: Sinopsis Superdeep, Misteri Lubang Bor Terbesar di Rusia

Keesokan harinya, David menyadari Margot telah hilang karena anaknya itu tidak menjawab teleponnya dan tidak dapat ditemukan di manapun.

Akhirnya, David bekerja sama dengan detektif polisi bernama Rosemary Vick (Debra Messing) untuk mencari keberadaan anaknya.

Itu dia lima film tentang kasus investigasi yang tidak boleh dilewatkan bagi Anda yang menyukai film dengan akhir cerita penuh plot twist.

Adblock test (Why?)


Susah Ditebak, Berikut Rekomendasi 5 Film Beralur Investigasi - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Festival Film Cannes umumkan rangkaian film seleksi resmi 2021 - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Festival Film Internasional Cannes (Festival de Cannes) telah mengumumkan rangkaian (lineup) untuk seleksi resmi, termasuk untuk bagian Competition dan Un Certain Regard, serta pemutaran khusus, untuk festival edisi ke-74 di tahun 2021.

Melansir Mubi, Jumat, sejumlah film yang diantisipasi para penikmatnya akan tayang dan bersaing di kategori Competition, termasuk film terbaru sineas Wes Anderson "The French Dispatch" yang bertabur bintang.

"The French Dispatch" menceritakan staf editorial sebuah surat kabar memutuskan untuk menerbitkan edisi peringatan terakhir yang menyoroti tiga cerita terbaik yang muncul selama sepuluh tahun keberadaan majalah tersebut, pada hari kematian pemimpin redaksinya. Kisah-kisah tersebut melibatkan seorang seniman yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup; kerusuhan mahasiswa, dan penculikan.

Lebih lanjut, ada juga film "Annette" karya Leos Carax, menceritakan kehidupan glamor seorang komedian stand-up yang provokatif dan penyanyi sopran terkenal di dunia berubah secara tak terduga ketika putri mereka—Annette dilahirkan dengan bakat unik.

Baca juga: Festival Film Cannes tahun ini ditunda

Film lain yang banyak dinanti adalah "Benedetta" dari Paul Verhoeven, yang berada di latar akhir abad ke-17 dan terinspirasi oleh peristiwa nyata. "Benedetta" mengikuti seorang wanita muda yang bergabung dengan sebuah biara di Pescia, Tuscany ketika wabah merusak tanah yang mengelilinginya. Mampu melakukan keajaiban sejak usia dini, Benedetta berdampak pada kehidupan di masyarakat langsung dan penting.

Selanjutnya ada karya dari sineas Thailand Apichatpong Weerasethakul, "Memoria". Menceritakan seorang petani anggrek mengunjungi saudara perempuannya yang sakit di Bogota. Saat berada di sana, dia berteman dengan seorang arkeolog Prancis yang bertugas memantau proyek konstruksi dan seorang musisi muda. Setiap malam, dia terganggu oleh poni yang semakin keras yang mencegahnya untuk tidur.

Film fitur dari aktor pemenang Oscar Sean Penn, "Flag Day", juga akan bersaing pada kompetisi tahun ini. Film ini mengisahkan seorang ayah yang menjalani kehidupan ganda sebagai pemalsu, perampok bank, dan penipu untuk menafkahi putrinya.

Ada pun film-film lain yang bersaing di rubrik Competition Cannes 2021. Film-film tersebut adalah "Paris, 13th District" (Jacques Audiard), "Casablanca Beats" (Nabil Ayouch), "Red Rocket" (Sean Baker), "La fracture" (Catherine Corsini), "Titane" (Julia Ducournau), "On a Half Clear Morning" (Bruno Dumont), dan "The Story of My Wife" (Ildikó Enyedi).

Lebih lanjut, ada "A Hero" (Asghar Farhadi), "Drive My Car" (Ryusuke Hamaguchi), "Bergman Island" (Mia Hansen-Løve), "Lingui" (Mahamat-Saleh Haroun), "Compartment No.6" (Juho Kuosmanen), "Nitram" (Justin Kurzel), "The Restless" (Joachim Lafosse).

Selanjutnya, "Ahed's Knee" (Nadav Lapid), "Three Stories" (Nanni Moretti), "Everything Went Fine" (François Ozon), "Petrov's Flu" (Kirill Serebrennikov), dan "The Worst Person in the World" (Joachim Trier).

Festival ini akan berlangsung 6-17 Juli sebagai acara fisik, dengan perilisan teatrikal yang sudah direncanakan berjalan bersama untuk membangkitkan lagi industri film di negara tersebut.

Sementara itu, Festival Film Cannes juga akan hadir secara virtual dan terpisah, atau akan diadakan lebih awal pada bulan Juni.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Spike Lee akan bertindak sebagai kepala juri dalam kompetisi Cannes. Festival ini akan berakhir pada 17 Juli.

Harapan tinggi untuk Cannes yang diadakan fisik tahun ini, menyusul pembatalan tahun lalu. Beberapa bulan yang lalu peluangnya tampak tidak mungkin, dengan tantangan COVID-19 yang terus berlanjut di Eropa dan peluncuran vaksin yang lambat di Uni Eropa, tetapi beberapa pekan terakhir telah melihat beberapa perkembangan positif yang mengarah pada pelonggaran pembatasan lokal dan pembukaan perjalanan internasional. Bioskop Prancis sendiri akan dibuka kembali pada 19 Mei, dengan pembatasan kapasitas.

Baca juga: Festival Film Cannes mundurkan jadwal perilisan daftar seleksi film

Baca juga: Festival Film Cannes tunda konferensi pers hingga 3 Juni

Baca juga: Spike Lee terpilih jadi presiden juri Festival Film Cannes 2021

Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Adblock test (Why?)


Festival Film Cannes umumkan rangkaian film seleksi resmi 2021 - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Thursday, June 3, 2021

Akan Tayang di Bioskop, Film Akad Bawa Misi Dorong Pariwisata Indonesia - Tribunnews.com

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesuksesan hadirnya lagu Akad karya Muhammad Istiqamah Djamad atau Is membuat inspirasi banyak orang dalam berkarya, salah satunya dari BUMN yang ingin mendorong destinasi wisata Indonesia.

PT Pengembangan Pariwisata Persero atau Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC), BUMN Pengembang Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) The Mandalika melahirkan sebuah karya film bertajuk 'Akad' yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia, pada September 2021.

Perusahaan tersebut bekerjasama dengan IFI Sinema dan E-Motion Entertaiment yang didukung Wuling Motor menggarap film Akad dengan menghadirkan sederet artis papan atas, diantaranya Indah Permatasari, Mathias Muchus, Kevin Julio, Nino Fernandes, dan masih banyak lagi.

Tentunya memfokuskan untuk memajikan pariwisata, karena selama pandemi covid-19, sektor pariwisata terkena dampak besar dan mempengaruhi perekonomian negara serta masyarakat.

Film garapan sutradara Reka Wijaya sudah meluncurkam teaser yang diperlihatkan kepada awak media, di kawasan Jakarta, pada Kamis (3/6/2021).

"Film Akad adalah terobosan kreatif dari industri film dan sektor pariwisata. Dimana Pemerintah sedang mendorong wisatawan berkunjung ke Mandalika, salah satu dari lima DPSP," kata Direktur Pengembang Bisnis ITDC, Ema Widiastuti dalam jumpa pers peluncuran teaser film Akad.

"Dengan menampilkan keindahan alam Madalika kami yakin penonton berkesan menyaksikan film ini," tambahnya.

Director of Sales PT SGMW Sales Indonesia, Harry Kamora menyampaikan pihak Wuling Motor antusias bekerjasama dengan film Akad, karena ingin berpartisipasi dalam memajukan destinasi wisata Indonesia.

"Bagi kami, film Akad menjadi sesuatu hal yang memajukan industri perfilman, otomotif, serta destinasi pariwisata. Karena memang industri film sedang maju saat ini," ucap Harry Kamora.

Sementara itu, Reka Wijaya sutradara film Akas menyampaikan bahwa ia sebisa mungkin mengemas filmnya dengan sederhana, berkesan, dan mudah diterima oleh pentonton.

Tak hanya itu saja, Reka Wijaya memasukan misi ingin menjadikan Film Akad jadi wadah untuk membantu Pemerintah memajukan periwisata di Indonesia.

"Karena memang kami ingin menainergikan industri film dan pariwisata. Para pemain sangat profesional dan mampu membuat film Akad layak disaksikan," ujar Reka Wijaya.

Adblock test (Why?)


Akan Tayang di Bioskop, Film Akad Bawa Misi Dorong Pariwisata Indonesia - Tribunnews.com
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...