Rechercher dans ce blog

Tuesday, March 30, 2021

Selamat Hari Film Nasional, Wajib Tahu 3 Hal Ini - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com- Hari ini, 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional (HFN). Perayaan Hari Film Nasional ke-71 di tahun ini, bertemakan "100 Tahun Usmar Ismail."

Apa saja yang sudah diketahui dari tanggal 30 Maret ini? Berikut beberapa fakta informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Kenapa 30 Maret?

Setelah melalui perdebatan panjang untuk menentukan tanggal, akhirnya 30 Maret ditetapkan oleh Dewan Film Nasional dan disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 tahun 1999 oleh BJ Habibie, 29 Maret 1999.

Ini merupakan hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi karya Usmar Ismail. Dan menjadi pertama kalinya film dibuat orang dan perusahaan asli Indonesia.

Bapak Perfilman Nasional

Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Usmar Ismail (Perfini) dan Djamaludin Malik (Persari) diangkat sebagai Bapak Perfilman Nasional.

Sebagai sosok penting dalam dunia perfilman, nama Usman Ismail juga diabadikan menjadi nama gedung perfilman di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Peringatan 100 tahun Usmar Ismail

Tahun ini dengan mengusung tema "100 Tahun Usmar Ismail", HFN menjadikan hari ini sebagai momentum bersejarah untuk mengenang karya Usmar Ismail sebagai bapak Perfilman Indonesia.

Dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, beberapa film karya Usmar Ismail juga disebutkan bisa dinikmati dari tanggal 26 hingga 30 Maret 2021 secara daring. 

Let's block ads! (Why?)


Selamat Hari Film Nasional, Wajib Tahu 3 Hal Ini - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

5 Rekomendasi Film Indonesia yang Menyabet Penghargaan Internasional - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia telah banyak melahirkan karya film yang menghiasi layar lebar. 

Bahkan tidak sedikit juga film Indonesia yang menarik perhatian mancanegara dan berhasil menyabet penghargaan internasional.

Prestasi tersebut pun turut mengharumkan dunia perfilman tanah air.

Lantas, apa saja film Indonesia yang berhasil membawa piala penghargaan internasional? Berikut lima di antaranya.

Baca juga: Menegangkan, Berikut 5 Rekomendasi Film tentang Terorisme

1. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) 

Karya sutradara Mouly Surya ini dibintangi oleh Marsha Timothy. 

Film ini mengangkat kisah tentang seorang janda muda yang membalaskan dendamnya kepada para perampok karena mereka telah mengancam nyawa, harta, dan juga kehormatan Marlina (Marsha Timothy). 

Marlina melakukan perjalanan untuk memperjuangkan keadilannya dan melakukan balas dendam dengan membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly).

Baca juga: Rekomendasi Tayangan Terbaru Netflix April, Ada Tersanjung The Movie

Berhasil menarik perhatian para sineas dunia, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak telah ditayangkan di 19 negara dan mengantongi 17 piala. 

Beberapa piala tersebut didapatkan dari Festival Film Sitges, Tokyo FILMeX, QCinema International Film Festival, dan masih banyak lainnya. 

2. Sekala Niskala (2017) 

Beberapa film Indonesia terkenal dengan kisahnya yang penuh haru dan menyentuh hati, salah satunya Sekala Niskala. 

Film karya Kamila Andini ini bercerita tentang dua anak kembar perempuan dan laki-laki asal Bali bernama Tantri (Thaly Titi Kasih) dan Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena). 

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Bollywood yang Tayang di Netflix

Suatu hari di rumah sakit, Tantri mengetahui bahwa saudara kembarnya, Tantra, menderita penyakit yang menyerang otaknya.

Kondisi Tantra kian hari semakin lemah, bahkan nyawa Tantra juga terancam akibat penyakit tersebut.

Melihat kondisi saudaranya, Tantri pun tidak tinggal diam.

Ia mengerahkan berbagai macam cara agar tetap bisa terhubung dan berkomunikasi dengan saudara kembarnya tersebut, bahkan melalui dunia fantasi.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Cerita Seru Anak Kuliahan

Film yang berhasil menarik perhatian publik internasional ini telah ditayangkan di Busan International Film Festival, Toronto International Film Festival, dan masih banyak lagi.

Beberapa penghargaan yang sukses didapatkan Sekala Niskala antara lain Best Feature 2017 di Asia Pasific Screen Awards dan Tokyo FILMeX. 

3. Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) 

Tayang pada era 2000-an, film Babi Buta yang Ingin Terbang digarap oleh sutradara Edwin. 

Meskipun mungkin tidak setenar film lainnya yang juga tayang pada tahun sama, rupanya film ini justru menarik perhatian sineas mancanegara berkat alur ceritanya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Karya Usmar Ismail, Bapak Perfilman Nasional

Dikisahkan seorang pemain bulutangkis tunggal putri asal Indonesia, Verawati (Elizabeth Maria), yang bertanding dengan atlet dari Cina.

Pada saat itu, masih banyak kritik pedas dilontarkan kepada orang yang memiliki garis keturunan Tionghoa. 

Kejadian itu lantas membuat sebagian orang yang memiliki karakteristik sama dengan orang Tionghoa, jadi merasa tidak percaya diri bahkan ketakutan. 

Babi Buta yang Ingin Terbang berhasil meraih penghargaan di Golden Horse Film Festival, Rotterdam International Film Festival, Singapore International Film Festival, dan lainnya. 

Baca juga: Sinopsis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Tayang di Netflix

4. Kucumbu Tubuh Indahku (2018) 

Di sebuah desa di Jawa, hidup seorang pria bernama Juno (Muhammad Khan) yang menjadi penari sejak kecil hingga dewasa. 

Uniknya, Juno sering membawakan jenis tarian yang umumnya dilakukan kaum wanita.

Sejak kecil, Juno memang hidup dalam tubuh yang maskulin serta feminin.

Suatu ketika, ia merasakan trauma besar dalam hidupnya lantaran mengalami kekerasan.

Baca juga: Rekomendasi Film Nominasi Oscar 2021 yang Tayang di Amazon Prime Video

Semenjak itu, Juno pun berusaha untuk menghidupi dan menjalani kehidupannya seorang diri.

Film garapan sutradara Garin Nugroho ini sukses menarik minat dan perhatian dunia.

Beberapa piala internasional yang berhasil dikantongi Kucumbu Tubuh Indahku adalah Venice Independent Film Critic dan Asia Pacific Screen Awards. 

5. Pengabdi Setan (2017) 

Pengabdi Setan menjadi film horor terlaris pertama pada 2017. 

Baca juga: Sinopsis Film Pengabdi Setan, Misteri Kematian Ibu

Film besutan sutradara Joko Anwar ini tidak hanya berhasil di tanah air, melainkan juga di 42 negara lainnya. 

Pengabdi Setan sendiri sebenarnya telah lebih dulu dirilis pada 1980 silam yang kemudian dibuat ulang oleh Joko. 

Kisahnya fokus pada teror dari seorang ibu yang telah meninggal dunia akibat sebuah penyakit yang tidak pernah terdiagnosis.

Rupanya, semasa hidupnya, sang ibu telah mengabdikan dirinya kepada iblis demi melancarkan kariernya dan nyawa anak terakhirnya yang dijadikan jaminan.

Baca juga: Bikin Baper, Ini 6 Rekomendasi Film Indonesia Populer Adaptasi Wattpad

Kisah menarik tersebut sukses membuat Pengabdi Setan menerima banyak penghargaan internasional.

Beberapa di antaranya Film Horor Terbaik di ajang Toronto After Dark Film Festival, Overlook Film Festival, dan Popcorn Frights Film Festival.

Itulah rekomendasi film Indonesia yang tidak hanya sukses di dalam negeri, melainkan juga secara international.

Film apa yang menjadi favorit Anda?

Let's block ads! (Why?)


5 Rekomendasi Film Indonesia yang Menyabet Penghargaan Internasional - Kompas.com - KOMPAS.com
Kelanjutan Disini Klik

Monday, March 29, 2021

Hari Film Nasional, sineas diharapkan makin berinovasi - ANTARA

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Jason Iskandar mengatakan bahwa insan film tanah air kini lebih berani mengeksplorasi berbagai peluang selama pandemi COVID-19 sehingga khasanah perfilman Indonesia semakin beragam.

Memaknai Hari Film Nasional, sutradara "Quarantine Tales" itu menilai bahwa satu tahun pandemi memberikan banyak tantangan dan pelajaran bagi para sineas.

Alih-alih terpuruk, para sineas justru mendapat semangat baru untuk mencoba berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan sehingga membuat perfilman tanah air tetap bergerak.

Baca juga: Sandiaga Uno ingatkan insan film agar lebih berani bikin gebrakan baru

"Tahun lalu pandemi membuat tren baru di kalangan film maker, yang awalnya agak ragu memasukkan filmnya ke digital streaming sekarang jadi pada berani," kata Jason dalam bincang-bincang virtual, Senin (29/3).

Salah satu yang paling menonjol adalah kehadiran film pendek. Menurut Jason, kini masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan akses untuk menyaksikan film pendek dari berbagai genre.

"Kita jadi banyak bisa nonton film pendek, padahal tadinya langka hanya ada di acara tertentu aja," ujar sutradara "Akhirat: A Love Story" itu.

Jason sendiri baru saja merilis sebuah film dengan format vertikal. Meski bukan yang pertama, film jenis ini masih cukup jarang digarap oleh sineas tanah air.

Di Hari Film Nasional ini, Jason juga berharap banyak bermunculan sineas dengan ide dan inovasi baru, khususnya dalam membuat film dengan format vertikal. Sebab, saat ini masyarakat lebih banyak menyaksikan film melalui ponsel pintar dan film menjadi sesuatu yang lebih personal bagi yang menyaksikannya.

"Di Hari Film ini semoga banyak filmmaker yang membuat film vertikal karena ini menciptakan sensasi sendiri," kata Jason.

Peringatan Hari Film Nasional yang jatuh setiap 30 Maret merupakan penghargaan bagi para sineas dan seluruh pekerja di industri tersebut.

Penetapan 30 Maret sebagai hari bersejarah diambil dari peristiwa pengambilan gambar film "Darah dan Doa" sebagai penanda sejarah bangkitnya industri perfilman Indonesia.

Film "Darah dan Doa" yang disutradarai oleh Usmar Ismail diambil pada 30 Maret 1950. Film disebut sebagai karya film pertama yang dibuat oleh orang Indonesia asli.

Dalam proses produksinya, film "Darah dan Doa" mengisahkan gambaran masyarakat Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. 

Film berkisah tentang perjalanan sang tokoh utama yakni Kapten Sudarto sebagai sosok prajurit Indonesia yang melakukan perjalanan dari Yogyakarta menuju pangkalan utama di Jawa Barat bersama keluarganya. Selain berperan sebagai pemimpin, Kapten Sudarto juga menampilkan sisi seorang manusia biasa yang rentan membuat kesalahan.

Dalam perjalanannya, dia bertemu seorang pengungsi wanita berdarah Indo-Belanda. Dia lantas jatuh hati pada wanita tersebut meskipun ia telah mempunyai seorang istri.

Selain cerita yang menyajikan sisi romansa, film ini dinilai sukses menggambarkan ideologi orang Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. 

Baca juga: Peringatan Hari Film sekaligus peringatan 100 tahun Usmar Ismail

Baca juga: Alasan Usmar Ismail pantas mendapat gelar Pahlawan Nasional

Baca juga: Mengenang Bapak Film Nasional, Usmar Ismail

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Let's block ads! (Why?)


Hari Film Nasional, sineas diharapkan makin berinovasi - ANTARA
Kelanjutan Disini Klik

Film KKN di Desa Penari segera tayang, MD Pictures (FILM) kian optimistis tahun ini - Investasi Kontan

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MD Pictures Tbk (FILM) memproyeksikan industri perfilman akan membaik di tahun ini. Hal ini sejalan dengan bisnis FILM yang di nilai masih sangat menjanjikan sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi, serta mulai beroperasinya bioskop. Adapun beberapa judul film yang siap tayang di bioskop salah satunya KKN Di Desa Penari.

Public Relations Manager MD Pictures, Astrid Suryatenggara mengatakan meskipun perusahaan optimis industri film masih menjanjikan. Namun FILM melihat masih ada beberapa tantangan yang dihadapi.

“Tantangan itu yakni produktivitas sinema di tahun 2021 ini masih sangat tergantung kepada regulasi pemerintah dan pembatasan sosial berskala besar. Sehingga kami berharap dengan adanya vaksin Covid-19 maka FILM dapat meningkatkan produktivitas dan skala produksi,” kata Astrid kepada Kontan.co.id, Senin (29/3).

Astrid juga mengatakan bahwa MD Pictures  berencana untuk meluncurkan sejumlah film layar lebar dan beberapa digital series secara online.

Baca Juga: MD Pictures gandeng Raffi Ahmad dan RA Pictures siap hadirkan film-film terbaik

“Kami sudah dan akan menayangkan beragam judul digital movies di platform tersebut. Pada tanggal 5 Maret 2021 serial ‘Kisah Untuk Geri’ tayang di platform WeTV dan iflix Indonesia dan beberapa negara lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan kalau FILM tengah memproduksi beberapa digital movies dan series, di mana sebagian judul sudah masuk dalam fase post produksi. Adapun FILM juga memiliki digital production plan di tahun 2021 dan 2022.

“Rencananya nanti akan ada beragam tema dan genre yang akan ditayangkan di berbagai platform berbeda. Saat ini, FILM adalah digital content producer terbesar di Indonesia,” tutupnya.

Sebagai informasi, Film juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai platform digital di antaranya yakni Disney+ Hotstar, WeTV, Netflix, Vidio, dan Telkomsel Maxstream.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Let's block ads! (Why?)


Film KKN di Desa Penari segera tayang, MD Pictures (FILM) kian optimistis tahun ini - Investasi Kontan
Kelanjutan Disini Klik

7 Film dan Serial tentang Perselingkuhan yang Bikin Jengkel - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan isu dugaan perselingkuhan ramai mewarnai industri hiburan dalam negeri. Meski masih kasak-kusuk sejumlah pihak, namun kisahnya ramai dibincangkan.

Belum tuntas isu keretakan rumah tangga yang melibatkan anggota grup musik Sabyan, kini isu keretakan rumah tangga akibat dugaan perselingkuhan juga menerpa Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan, orang tua dari penyanyi Bams.

Sejumlah pihak menyebut kisah-kisah perselingkuhan publik figur mirip skenario sejumlah judul serial dan film, baik dari dalam negeri, barat, maupun drama Korea atau Drakor.


Berikut sejumlah serial dan film tentang perselingkuhan yang bisa bikin penontonnya jengkel:

1. Crazy, Stupid, Love

Film ini merupakan film bergenre komedi, namun terdapat sejumlah drama perselingkuhan di dalamnya. Film ini dibintangi sejumlah nama besar seperti Ryan Gosling dan Emma Stone.

Film didasari kisah pasangan suami istri Cal Weaver (Steve Carell) dan Emily (Julianne Moore), yang telah menikah selama 25 tahun. Namun, perselingkuhan menodai hubungan mereka.

Emily diketahui berselingkuh dengan rekan kerjanya David Lindhagen (Kevin Bacon). Alih-alih merasa bersalah dan minta maaf, Emily malah minta cerai. Lantas, perselingkuhan lainnya terjadi di lingkaran keluarga serta lingkungan pertemanan Cal dan Emily.

[Gambas:Youtube]

2. Match Point

Film tentang perselingkuhan lainnya adalah Match Point. Film yang tayang perdana tahun 2005 ini mengisahkan perselelingkuhan seorang atlet tenis, Chris WIlton (Jonathan Rhys Meyers) dengan kekasih sahabatnya.

Chris menggoda kekasih sahabatnya, Nola Rice (Scarlett Johansson). Lantas, isu perselingkuhan keduanya mengancam status sosial dan citra Chris sebagai pesohor.

3. Little Children

Salah satu film yang mengisahkan skandal perselingkuhan lainnya adalah Little Children (2006). Film ini mengisahkan drama perselingkuhan sebagai dampak dari hubungan jarak jauh.

Sarah (Kate Winslet) merupakan wanita berpendidikan yang tak terima nasibnya sebagai ibu rumah tangga. Segitiga perselingkuhan melibatkan Sarah, Brad (Patrick Wilson) seorang bapak rumah tangga, dan Kathy (Jennifer Conenelly) seorang sineas.

Perselingkuhan di antara mereka membuat hal-hal buruk menimpa mereka. Film ini cukup populer kala itu dan membawa Kate Winslet masuk nominasi Oscar sebagai pemeran utama wanita terbaik.

4. Vanilla Sky

Film ini mengisahkan seorang pekerja di New York, David Aames (Tom Cruise) yang memiliki kekasih Julie Gianni (Cameron Diaz). Namun, sebuah situasi membuat David berselingkuh dengan Sofia Serrano (Penelope Cruz).

Marah dengan perselingkuhan yang dilakukan kekasihnya, Julie menyerang David hingga hampir menghabisi nyawa David. Akibat hal tersebut, wajah David menjadi cacat.

[Gambas:Youtube]

5. The World of the Married

Beralih ke drama Korea, namun masih mengisahkan tentang perselingkuhan. Drama ini mengisahkan pasangan suami istri Ji Sun-woo (Kim Hee-ae) dan Lee Tae-oh (Park Hae-joon).

Pasangan bahagia tersebut ternyata mengalami masalah di tengah jalan. Lee Tae-oh berselingkuh dengan Yeo Da-kyung (Han So-hae). Drama ini dinilai banyak mengundang amarah kaum wanita.

Selain di Korea Selatan, drama ini juga populer di Indonesia. Sejak penayangannya di Trans TV, drama ini banyak dibincangkan di kalangan pecinta drama Korea.

The World of the MarriedDrama The World of the Married (Foto: (dok. JTBC via HanCinema))

6. The Penthouse

Drama Korea yang mengisahkan skandal rumah tangga dan perselingkuhan lainnya adalah The Penthouse. Drama ini mengisahkan kelompok keluarga elit yang tinggal di sebuah apartemen.

Perselingkuhan terjadi di antara Joo Dan-tae (Uhm Ki-joon) dan Cheon Seo-jin (Kim So-yeon), di mana sebenarnya mereka sama sama memilki pasangan yang tinggal di apartemen tersebut.

Kini, kisah drama The Penthouse telah memasuki season kedua. Perselingkuhan mengakibatkan sejumlah misteri terkuak, yang meluas tidak hanya soal rumah tangga, tapi juga kriminal.

7. VIP

Drama yang satu ini menyajikan drama perselingkuhan di tempat kerja. VIP kisahkan Na Jung-sung (Jang Nara) dan Park Sung-joon (Lee Sang-yoon), sepasang suami istri yang dinilai banyak orang bahagia.

Drama Korea VIPDrama Korea VIP (Foto: (dok. SBS via HanCinema))

Skandal dimulai ketika Park Sung-joon berselingkuh dengan klien VIP di tempat kerja. Mendengar rumor tersebut, Na Jung-sung langsung menyelidiki kabar perselingkuhan sang suami.

Sama seperti The World of Married, drama ini banyak mengundang emosi penontonnya karena aksi-aksi perselingkuhan di dalam ceritanya.

(fjr/bac)

[Gambas:Video CNN]

Let's block ads! (Why?)


7 Film dan Serial tentang Perselingkuhan yang Bikin Jengkel - CNN Indonesia
Kelanjutan Disini Klik

TikTok Luncurkan Film Pendek Vertikal Pertama Bertajuk X&Y - Suara.com

Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Film Indonesia dan memberikan dukungan kepada industri perfilman dalam negeri, TikTok berkolaborasi dengan Studio Antelope meluncurkan film pendek vertikal pertama di TikTok Indonesia berjudul X&Y.

Beberapa riset mengatakan jika engagement rate dan video completion dari video vertikal lebih tinggi daripada video horizontal. Penggunaan ponsel pintar yang semakin meningkat juga membuat masyarakat terbiasa dan lebih nyaman melihat format video dalam bentuk vertikal.

"Kolaborasi bersama TikTok ini memberikan suatu tantangan sekaligus kesempatan bagi kami dari industri film untuk mengeksplorasi suatu cerita film ke dalam format dengan aspect ratio yang lebih ramping, yang tentunya memberikan pengalaman unik dan berbeda dibanding menonton film dalam format horizontal," ujar Jason Iskandar, sutradara film X&Y dalam peluncuran TikTok Film, Senin (29/3/2021).

Angga Anugrah Putra, Head of Content and Operations TikTok Indonesia mengatakan sebagai destinasi video singkat yang penuh kreativitas, TikTok berharap film ini dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk mengeksplor fitur-fitur di TikTok untuk storytelling sekaligus memberikan wadah bagi para kreator berbakat untuk membangun karir mereka di dunia entertainment di Indonesia.

Baca Juga: Viral Bocah Ditanya Siapa Nama Belakang Jokowi, Jawabannya Bikin Ngakak

"Kolaborasi bersama sutradara profesional dan berbakat, seperti Jason Iskandar ini diharapkan menjadi titik mula bagi peran TikTok di dunia entertainment terutama perfilman Indonesia," kata Angga.

Film X&Y mengangkat cerita romansa tentang Omar, merepresentasikan sumbu Y, yang memendam rasa kepada Winda, si sumbu X yang ternyata mempunyai langkah ke arah yang berbeda.

Film ini dibintangi oleh Jourdy Pranata yang berperan sebagai Omar, dan Arawinda Kirana sebagai Winda yang beberapa waktu lalu terpilih sebagai Aktris Pendatang Baru Terpilih di Piala Maya 2021.

Tidak hanya dibintangi aktor dan aktris profesional, film ini juga melibatkan kreator-kreator TikTok yang memiliki bakat di bidang akting, mereka adalah Dwynna Win sebagai Chelsea, Avan The Love sebagai Mas Yos dan Giovani Divaldhi sebagai Vano.

Lagu Terpikat Senyummu dari kreator musik Brigita Meilala yang merupakan original song dari TikTok pun menjadi soundtrack dari film ini.

Baca Juga: Dijamin Berhasil, Viral Trik Baru Bikin Eyeliner Sempurna Cuma Modal Ini

Film pendek vertikal X&Y ini akan tayang di TikTok mulai tanggal 29 Maret hingga 4 April 2021 yang dibagi dalam 6 chapter di akun TikTok resmi @tiktokofficialindonesia.

Let's block ads! (Why?)


TikTok Luncurkan Film Pendek Vertikal Pertama Bertajuk X&Y - Suara.com
Kelanjutan Disini Klik

Aprofi optimistis industri film nasional akan mulai bangkit kembali di tahun ini - Industri Kontan

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak pandemi Covid—9 turut berdampak pada bisnis produksi dan distribusi film. Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Edwin Nazir mengatakan bahwa saat ini masih ada beberapa tantangan terberat yang di hadapi industri perfilman.

“Tantangan terberat itu yaknu belum bisa beroperasinya bioskop secara penuh, dan masih adanya stigma negatif menonton di bioskop. Padahal berbagai studi internasional menunjukkan bahwa menonton di bioskop dengan protokol kesehatan akan relatif aman,” kata Edwin kepada Kontan.co.id, Senin (29/3).

Edwin juga mengatakan bahwa bisnis bioskop sangat penting, karena 90% sumber pendapatan distribusi film Indonesia berasal dari bioskop.

Baca Juga: MD Pictures (FILM) optimistis bisnis film akan membaik di tahun ini

Adapun tantangan lain yang masih akan di hadapi dunia perfilman yakni masih banyaknya pembajakan film yang semakin meningkat di masa pandemi.

“Pembajakan film semakin berani dan terang-terangan, merambah ke platform seperti aplikasi dan chat group,” ujarnya.

Untuk itu, saat ini para insan film dan asosiasi film dengan intens berkoordinasi dengan pemerintah guna menyusun langkah konkret pemulihan industri film. “Dan kami mengapresiasi respons cepat dari pemerintah,” tambahnya

Dengan langkah intens tersebut, Aprofi pun optimistis industri film nasional akan mulai bangkit kembali di tahun ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Let's block ads! (Why?)


Aprofi optimistis industri film nasional akan mulai bangkit kembali di tahun ini - Industri Kontan
Kelanjutan Disini Klik

Facebook SDK

Featured Post

Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam - Tribun-Video.com

[unable to retrieve full-text content] Sinopsis Film Agak Laen Tayang 1 Februari di Bioskop, Ceritakan Rumah Hantu di Pasar Malam    Tribun...